Tokoh-Tokoh Sufi Indonesia
Ilustrasi tokoh sufi indonesia
Sufi adalah ahli tasawwuf. Yaitu orang-orang yang ahli dalam ilmu tarekat; ilmu mengenal Tuhan dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Sufi mempunyai pegangan hidup yaitu: meninggalkan dunia dan mencintai akhirat, dengan kata lain para sufi memilih fokus kepada jalan akhirat dan bahkan mengabaikan dunianya sama sekali.
Indonesia, sebagai Negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia mempunyai beberapa tokoh sufi terkemuka. Banyak sekali tokoh sufi Indonesia. Umumnya mereka hidup pada masa ketika Nusantara masih diwarnai olah wilayah-wilayah kasultanan.
Di antaranya adalah Hamzah Fansuri yang hidup pada masa Sultan Iskandar Muda, dan Nuruddin al-Raniri yang hidup pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Sani.
Hamzah Fansuri
Nama Hamzah Fansuri tidak asing lagi dalam dunia ke-tasawwuf-an Indonesia, pun di dunia sastra. Hamzah Fansuri adalah salah satu contoh Penyair-Sufi dan Sufi-Penyair yang cukup mumpuni.
Hamzah Fansuri selain dikenal sebagai Sufi juga dikenal sebagai penyair, pemikirannya dalam bidang tasawwuf yang dituangkannya dalam Tasawwuf sama dahsyatnya dengan sajak-sajak (syair) yang ditulisnya, sajak-sajaknya adalah implementasi dari pemikiran tasawwufnya.
Tidak banyak literatur yang menyebutkan tentang asal-usul kelahiran Hamzah Fansuri, hal ini dikarenakan tidak adanya data yang konkret untuk menjelaskannya. Satu-satunya sumber untuk melacak keberadaannya adalah melalui sajak-sajak dan karya-karyanya.
Melihat dari namanya, Hamzah Fansuri diperkirakan berasal dari kota Fansur, sebuah kota kecil di pantai barat Sumatera, yang terletak antara Sibolga dan Singkel. Hamzah Fansuri diperkirakan hidup pada 1606-1636M, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda.
Samsuddin Sumatrani
Sesuai dengan namanya, Samsuddin Sumatrani berasal dari Sumatera, pada saat itu dikenal dengan negeri Samdura Pasai. Sayangnya, perjalanan hidup beliau sulit sekali untuk dirangkai secara utuh. Karena pada masa beliau hidup, masih jarang sekali orang yang mencatat biografi.
Syamsuddin Sumatrani diyakini sebagai murid dari Hamzah Fansuri. Seperti halnya sang guru, Syamsuddin Sumatrani juga menjadi orang kepercayaan sultan Aceh, yaitu pada masa pemerintahan Sayyid Mukammil (1589-1604).
Nuruddin al-Raniri
Nama lengkapnya adalah Nuruddin Muhammad bin Ali bin Hasanji bin Muhammad al-Raniri al-Quraisy al-Syafi’i. lahir di Render, dekat Surat-Gujarat (India). Ayahnya berasal dari Gujarat dan ibunya berasal dari Melayu.
Nuruddin mengikuti jejak pamannya untuk merantau ke Nusantara, Nuruddin akhirnya berlabuh di Aceh. Di Aceh, beliau bermukim selalam tujuh tahun (1638-1644).
Selama waktu itu beliau banyak menulis kitab yang pada umumnya untuk menyanggah ajaran Hamzah Fansuri dan Syamsuddin Sumatrani. Beliau sangat dekat dengan kalangan Istana, sehingga diangkat menjadi mufti kerajaan.
Itulah nama-nama tokoh Sufi terkemuka Nusantara khususnya di Sumatera. Masih banyak lagi tokoh sufi lain yang berasal dari Nusantara. Pembahasan tokoh Sufi Indonesia dari wilayah lainnya akan kita bahas di pembahasan lain.

