logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Tokoh

Tokoh-Tokoh Filsafat dan Pemikirannya


Ilustrasi tokoh tokoh filsafat

Philosophy atau filsafat berasal dari kata philosophia, 'love of wisdom' (cinta pada kebijaksanaan), merupakan suatu ilmu yang membahas suatu konsep secara rasional dan kritis. Keberadaan filsafat tidak terlepas dari peran tokoh-tokoh filsafat dengan pemikirannya yang mendunia.

Bidang Filsafat

Filsafat dibagi menjadi 4 bidang sebagai berikut.

  1. Metafisika, ilmu filsafat yang memfokuskan pada hal-hal diluar rasio manusia.
  2. Epistemologi, ilmu filsafat yang membahas asal-usul, validitas, dan keterbatasan ilmu.
  3. Etik, mempelajari moralitas dan bentuk keberpihakan suatu konsep.
  4. Estetika, ilmu yang mempelajari tentang keindahan dan seni.

Tokoh-Tokoh Filsafat

Keempat bidang keilmuan itu melahirkan begitu banyak filsuf atau tokoh-tokoh filsafat dari seluruh dunia. Di antara filsuf terkenal adalah Aristoteles, dari Yunani; Confusius, dari Cina; Phytagoras, dari Yunani; dan Karl Marx, dari Jerman.

1. Aristoteles

Aristoteles adalah murid Plato. Aristoteleslah yang mengumpulkan buah pemikiran Plato. Beliau mulai belajar di Akademi Plato, di Yunani, sejak usia 17 dan selama 20 tahun terus berada di akademi itu. Baik sebagai murid maupun sebagai guru. Ketika Plato wafat pada 347 SM, Aristoteles pindah ke Assos dan menikahi keponakan Hermias, temannya yang menjadi penguasa di daerah tersebut.

2. Confusius

Confusius yang terkenal dengan kata-katanya, “Aku dengar dan aku lupa, aku melihat dan aku ingat, aku lakukan dan aku mengerti,” adalah salah satu filsuf Cina yang hingga kini pemikirannya masih dipakai. Kata-kata sederhana yang mudah dipahami membuat pemikirannya tetap bisa beradaptasi dengan dunia modern saat ini.

3. Phytagoras

Phytagoras adalah seorang filsuf dan seorang ahli matematika. Pemikirannya sangat mempengaruhi Plato. Salah satu hasil pemikiran Phytagoras yang masih digunakan hingga saat ini adalah teori angka, mengenai angka genap dan angka ganjil, yang juga menjadi sebuah pemikiran tentang harmoni alam semesta.

4. Karl Marx

Karl Marx adalah seorang filsuf dan juga seorang politisi yang pemikirannya disebut Marxism. Karl Marx dianggap sebagai seorang filsuf paling berpengaruh diabad ke-19. Bersama temannya, Friedrich Engels, mereka sepaham dengan dialetika sejarah yang diutarakan Hegel. Namun, mereka membuat modifikasi di sana-sini.

Bagi mereka, sejarah adalah perkembangan sesuatu yang tidak absolut. Perkembangan yang membuat manusia berada pada posisi ekonomi tertentu atau kebendaan yang disebut sejarah kebendaan. Perjuangan suatu kalangan masyarakat yang menggunakan semua unsur agama, tradisi, dan kekuatan ekonomi, untuk memperkuat dominasinya terhadap kalangan sosial dari kelas yang lebih lemah.

Budaya manusia adalah budaya ekonomi dan bergantung pada kemajuan ekonominya. Walaupun Marx sangat yakin bahwa ekonomilah yang membuat suatu kelas sosial kuat, tidak urung beliau berpendapat seperti ini, “Para filsuf hanya mampu menginterpretasikan dunia dalam berbagai bentuk; tapi inti sesungguhnya adalah mengubah dunia itu sendiri.”

Tokoh-Tokoh Filsafat Masa Awal

Herakleitos

Herakleitos adalah salah satu tokoh-tokoh filsafat masa awal sebelum berkembangnya ilmu pengetahuan. Ia hidup pada abad ke-5 SM. Herakleitos diberi julukan si gelap (ho skoteinos). Julukan itu diberikan karena kesulitan mengerti jalan pikirannya. Teorinya tentang segala sesuatu di alam semesta ini merupakan sintesa dari hal-hal yang beroposisi. Ada siang ada malam. Ada sehat, ada sakit. Karenanya di alam semesta ini tidak ada sesuatu yang tetap dan mantap.

Menurut Herakleitos, perubahan merupakan sati-satunya kemantapan, it rest by changing (K. Bestens, 1975: 42). Tidak ada sesuatu pun yang betul-betul ada, semuanya menjadi. Menjadi merupakan sebuah perubahan yang tiada henti-hentinya melalui 2 cara:

  • Seluruh kenyataan merupakan arus sungai yang mengalir.
  • Seluruh kenyataan adalah api.

Perkataan yang terkenal dari Herakleitos adalah panta rheikai uden menei, semuanya mengalir dan tidak ada sesuatu pun yang tinggal menetap.

Parmenindes

Parmenindes lahir di kota Elea di Italia Selatan sekitar tahun 515 SM. Parmenindes menolak segala gerak dan perubahan di alam semesta ini. Realitas merupakan keseluruhan yang bersatu, tidak bergerak atau berubah. Seluruh jalan kebenaran bersandar pada satu keyakinan: yang ada itu ada, itulah kebenaran. Ada dua pengandaian yang dapat membuktikan kebenaran, yaitu:

  • Orang dapat mengemukakan yang ada itu tidak ada.
  • Orang dapat mengatakan bahwa yang ada serentak ada dan serentak juga tidak ada.

Kedua pengetian di atas sama-sama mustahil, yang tidak ada tidak dapat dipikirkan dan tidak dapat dibicarakan. Jika memikirkan apa yang dikemukakan oleh Parmenindes di atas perlu dikaji terlebih dahulu.

Socrates

Tokoh-tokoh filsafat berikutnya adalah Socrates. Socrates (469 – 399 SM) seorang filosof Yunani dari Athena. Ia tersohor dengan pendapatnya tentang filsafat sebagai suatu usaha pencarian yang perlu bagi tiap intelektual. Ia merupakan contoh seorang yang menghayati prinsip-prinsipnya, walaupun akhirnya prinsip itu berakibat yang fatal bagi nyawanya.

Socrates adalah anak Sophronicus, seorang ahli pahat; dalam usia pertengahan ia menikah dengan Xanthippe, yang dikatakan suka mengomel dan mencaci maki, walaupun tidak ada dasar yang kuat untuk sangkaan tersebut.

Socrates termasyur dengan kekuatan intelektualnya sebelum berusia 40 tahun. Pada waktu itu, menurut bukunya Plato yang berjudul Apology (meriwayatkan tentang pidato pembelaan Socrates), Dewa di Delphi (Oracle of Delphi) mengatakan bahwa Socrates adalah orang yang paling bijaksana di Yunani. Ia menjadi yakin bahwa tugasnya adalah untuk mencari kebijaksanaan tentang perilaku yang benar yang dapat dipakai untuk mengarahkan perkembangan moral dan intelektual bagi warga Athena.

Socrates mengalihkan pemikirannya dari alam semesta kepada manusia (K. Bestens, 1975: 85). Menurut Socrates, manusia merupakan makhluk yang dapat mengenal, yang harus mengatur tingkah lakunya sendiri dan yang hidup di masyarakat. Teori tentang manusia beritik tolak dari pengalaman sehari-hari dan dari kehidupan yang konkrit.

Plato

Plato yang lahir pada tahun 428 SM adalah murid Socrates. Sebagai murid Plato menganggap bahwa gurunya adalah orang yang paling baik, paling bijaksana dan paling jujur serta paling adil di antara manusia di zamannya. Kesan terhadap gurunya yang meninggal sebagai hukuman dari Athena, membuat Plato merefleksikan hasil pikirannya tentang negara dalam dialog politheia.

Teorinya tentang negara ini dianggap sebagai karya sentral dari seluruh pemikiran Plato (K. Bestens, 1975: 162). Salah satu refleksi Plato terhadap kematian Socrates terungkap dalam teorinya bahwa seorang penguasa negara haruslah seorang filsuf.

Ide merupakan inti dari dasar seluruh filsafat Plato. Bagi sementara orang, ide berarti gagasan atau tanggapan yang terdapat hanya dalam pemikiran saja, sehingga ide merupakan sesuatu yang bersifat subyektif belaka. Namun, bagi Plato, ide merupakan sesuatu yang sifatnya subyektif. Ada ide-ide yang terlepas dari subyek si pemikir. Ide tidak diciptakan oleh pemikiran kita. Ide tidak tergantung ada pemikiran, tetapi pemikiranlah yang tergantung pada ide-ide.

Untuk mengerti jalan pikiran Plato tentang ide-ide, Anda dapat memahami lewat ilmu pasti. Ilmu pasti tidak membicarakan gambaran-gambaran konkrit, suatu garis tertentu, suatu segi tiga tertentu, atau suatu lingkaran tertentu. Namun, ilmu pasti berbicara tentang garis, segitiga, tidak hanya berlaku pada contoh segitiga yang digambarkan saat itu saja, tetapi berlaku pada segitiga lain pada umumnya, segitiga yang sempurna, segitiga yang ideal. Ada ide segitiga yang ada yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera, hanya dapat ditangkap melalui pengertian.

Dari pengertian tentang ide umum dan ide konkrit, dapat disimpulkan bahwa menurut Plato realitas sebenarnya terdiri dari dua dunia. Satu dunia mencakup benda-benda jasmani yang dapat ditangkap oleh pancaindera. Pada tahap ini semua realitas berada dalam perubahan. Contohnya, baju yang dipakai sekarang rapi dan bersih, besok sudah lusuh dan kotor. Karena itu ada satu dunia lain, yaitu dunia ideal, yaitu dunia yang terdiri dari ide-ide. Dalam dunia ideal ini tidak ada perubahan, dan sifatnya abadi.

Melalui pandangan tentang dua dunia ini, sebenarnya Plato telah berusaha memperdamaikan pendapat Herakleitos dan Permenindes, yaitu tentang yang ada yang sifatnya tetap, dan yang menjadi yang sifatnya berubah.

Plato memandang menusia sebagai makhluk yang terpenting di antara segala makhluk yang terdapat di dunia ini. Jiwa merupakan pusat dan intisari kepribadian manusia, dan jiwa manusia bersifat baka dan kekal. Dalam politheia, jiwa terdiri dari tiga bagian. Kata bagian harus dipahami sebagai fungsi, yaitu:

  • Bagian rasional. Pada bagian ini dikatikan dengan keutaman kebijaksanaan.
  • Bagian keberanian, kehendak. Pada bagian ini dikatikan dengan kegagahan.
  • Bagian keinginan, hawa nafsu. Pada bagian ini dikatikan dengan keutamaan pengendalian diri.
  • Untuk menjaga keseimbangan ketiga fungsi jiwa tersebut diperlukan keadilan.
Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • B. J. Habibie - Sosok Sabar, Pintar, dan Murah Hati Kebanggaan Indonesia
  • Tokoh Pendidikan Indonesia dari Masa ke Masa
  • Tokoh Musk Dunia – Cat Steven
  • Biografi Charly: Terkenal Usil Sama Teman-Temannya
  • Biografi Pahlawan Diponegoro Sebagai Pahlawan Nasional
  • Mengenal Biografi H Samanhudi
  • Tiara Lestari - Model Indonesia dan Dunia Internasional
  • Mengulas Biografi David Archuleta
  • Sejarah Pahlawan Kartini
  • Kebaikan dan Keburukan Era Pemerintahan Presiden Soeharto
  • Seniman Indonesia: Affandi dan Gesang yang Terkenal di Mata Dunia
  • Mengenal Lebih Dekat Sosok Bung Hatta
  • Biografi Tokoh Islam - Imam An-Nawawi
  • Pemain Bola Indonesia yang Pernah Merumput di Eropa
  • Biografi Britney Spears: Jatuh Bangun Kehidupan Sang Diva
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA