Sumbangan Ilmu Tokoh-Tokoh Ilmuwan Islam
Ilustrasi tokoh-tokoh ilmuwan islam
Tidak banyak yang mengetahui sebenarnya banyak tokoh-tokoh ilmuwan Islam Islam yang memberikan sumbangan bagi ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang. Pada masa kejayaan Islam di abad pertengahan telah banyak ilmuwan-ilmuwan yang menguasai sains, astronomi, ilmu falsafah, matematika, kedokteran, meta fisik, teologi, fikih, dan geografi.
Sumbangan ilmu yang tertulis dalam beribu buku dari tokoh ilmuwan Islam ini menjadi landasan dari berbagai disiplin ilmu yang terus berkembang sampai saat ini, bahkan menjadi rujukan bagi ilmuwan beberapa abad setelahnya.
Beberapa Tokoh Ilmuwan Islam dan Sumbangannya
1. Al-Khawarizmi
Al-Khawarizmi yang hidup pada tahun 780 – 850 M ini banyak menguasai ilmu pengetahuan. Diantaranya ilmu matematika, geografi dan astronomi. Al-Khawarizmi atau yang terkenal dengan sebutan ‘Bapak Aljabar’ ini adalah ilmuwan yang menemukan angka 0 (nol) yang sangat bermanfaat dalam ilmu matematika.
2. Ibnu Sina
Tokoh ilmuwan yang termasyur ini banyak menguasai ilmu pengetahuan. Namun yang paling menonjol adalah dalam bidang kedokteran, sehingga Ibnu Sina disebut sebagai ‘Bapak Pengobatan Modern. Ilmuwan yang hidup pada tahun 980 – 1037 M di Persia ini banyak melahirkan karya-karya ilmu pengetahuan, diantaranya yang terkenal adalah kitab Al-Qanun fi At Tibb (terjemahan bebasnya : prosedur pengobatan) dan dipakai sebagai rujukan dalam bidang kedokteran selama berabad-abad. Karya yang lainnya adalah Asy-Shifa (yang berisi tentang berbagai ilmu pengetahuan yang terdiri dari 18 jilid), Al-Najat, dan ratusan karya lainnya.
3. Al-Farabi
Al-Farabi yang ahli beberapa bidang keilmuan seperti matematika, sains, ilmu politik, kenegaraan, dan musik ini hidup pada tahun 870-950 M berasal dari daerah farab,Kazakhstan. Karyanya yang paling terkenal Al-Madinah Al-Fadhilah yang artinya kota atau Negara utama. Buku ini membahas mengenai membangun kehidupan yang bahagia melalui kehidupan berpolitik yang baik, serta hubungannya dengan penguasa yang baik.
4. Al Idrisi
Tokoh ilmuwan Islam yang lahir di Ceuta,Spanyol pada tahun l099-1166 M. Seorang ahli geografi dan sains. Ilmuwan Islam yang pertama kali menemukan peta bola dari perak. Salah satu buku karyanya Nuzahah al Musytaq Fi Isthiraq Al Afaq yang artinya kenikmatan pada keinginan untuk menjelajah negeri-negeri.
5. Ibnu Rushd
Ibnu Rushd yang memiliki nama lengkap Abu Walid Muhamad Ibnu Ahmad lahir di Spanyol pada tahun 1126 - 1198 M . Seorang pakar pengobatan, matematika, astronomi, geografi, sains, dan teologi. Karyanya antara lain “kulliyah fit-thib”, berisi tentang pengobatan secara umum, pengantar ilmu falsafah, Tafsir urjuza tentang pengobatan dan Tauhid.
6. Ibnu khaldun
Ibnu Khaldun yang hidup pada tahun 1332 – 1406 M di Tunisia. Pendiri historiografi, Pakar sosiologi dan ekonomi. Karya bukunya adalah ‘Muqadimah’ (pendahuluan). Tokoh ilmuwan Islam pertama yang mengkaji ekonomi Islam, dengan demikian dijuluki sebagai ‘Bapak Ekonomi Islam’.
7. Al-Biruni
Tokoh ilmuwan islam yang lahir dikhawarazmi,Turkmenistan tahun 973-1048 M ini merupakan pakar matematika, farmasi, filsafat, astronomi, dan sejarawan. Memiliki karya yang sangat banyak dalam berbagai bidang, dalam bidang matematika antara lain: Aritmatika, Penjumlahan Seri, Bilangan Irasional, Geometri, Sudut Segitiga, dan Teori perbandingan.
8. Al-Razi
Al-Razi adalah seorang pakar dalam bidang sains, kimia, pengobatan, dan biologi yang hidup pada tahun 865-925 M. Telah menulis buku kurang lebih 184 buah. Al-Razi telah berhasil mengembangkan ilmu kimia. Beliau merupakan orang pertama yang melakukan teknik jahitan diperut pasca operasi dengan benang yang dibuat dari bahan serat.
Yang disebut diatas hanyalah beberapa saja dari tokoh-tokoh ilmuwan Islam, yang jumlahnya mencapai ratusan orang. Hampir semua disiplin ilmu yang ada pada masa sekarang ini. Terdapat sumbangan pemikiran yang besar dari para tokoh-tokoh ilmuwan Islam tersebut, dan manfaatnya dapat dirasakan pada saat ini. Oleh sebab itu, sudah seharusnya umat Islam bangkit kembali dan menguasai berbagai disiplin ilmu.
Beberapa Pemahaman Karakteristik Tokoh-tokoh Ilmuwan Islam di Dunia Islam
The Dark Ages atau abad kegelapan sama sekali tidak gelap untuk beberapa kebudayaan di Eropa, setidaknya di Spanyol dan Sisilia. Ini sebagai buah akibat ekpansi tanpa henti dari tokoh-tokoh ilmuwan Islam yang sibuk dalam proses pengumpulan, sintesis, dan membuat progessif sains yang membentang dari India di belahan bumi Timur hingga ke Spanyol di belahan bumi Barat. Ketika kekaisaran Romawi lupa cara menulis, tetangga mereka, kerajaan atau kekhalifahan Islam di Syam Baghdad meraih apa yang di buang oleh orang Romawi dan Yunani. Akibat rasa emoh Gereja Ortodhox Byzantium, dan Gereja Katolik Papal terhadap ilmu-ilmu Filsafat Yunani dan Romawi lampau yang mereka golongkan sebagai Bid’ah dan hujatan pada Tuhan. Pada saat inilah tokoh-tokoh ilmuwan Islam bicara. Dalam karakteristik sebagai berikut :
1) Jenis Penemuan Tokoh-tokoh Ilmuwan Islam: Di seluruh dunia ilmiah sebagai buah upaya tokoh-tokoh ilmuwan Islam pada abad ketujuh semua jenis penemuan difokuskan pada tujuh jenis disiplin ilmu: astronomi, kedokteran, matematika, geometri, fisika, kimia, dan biologi. Ulama Islam pun membuat subkategori yang advanced dan rinci dalam bidang tersebut, terutama menambahkan aljabar dan trigonometri untuk matematika, dan optik untuk fisika.
2) Tokoh-tokoh Ilmuwan Islam Kunci Dua ilmuwan Islam kunci dikarenakan penemuan besarnya di antaranya. Alhazen atau Ibn Haytam, yang lahir pada 965 di Irak, beliau bertanggung jawab atas perubahan besar dalam bidang optik. Menurut National Geographic, Alhazen menemukan bahwa cahaya dan visi berinteraksi dengan refleksi dan pembiasan. Terobosan ini kontras dalam berbeda dengan teori Plato dan teori-teori yang dikemukakan para Euclidian. Kerja Alhazen diangkat selama masa Renaissance oleh Roger Bacon. Yang lainnya adalah Al-Khwarizmi, orang Persia yang dijuluki "Bapak Aljabar" oleh Diophantus Alexandria. Kontribusi Al-Khwarizmi meliputi dasar-dasar seperti persamaan aljabar linier dan kuadrat; algoritma; sintesis pengetahuan matematika Yunani dan Hindu, dan diferensiasi dalam kalkulus. Kemajuan ini merevolusi matematika, geometri, astronomi, dan fisika.
3) Efek dari Tokoh-tokoh Ilmuwan Islam Ilmuwan Islam jarang diberikan banyak ruang di halaman-halaman buku sejarah, dan ini sebetulnya memalukan, meskipun dampaknya pada peradaban manusia sangat monumental. Dalam bukunya, "Hari di kala Semesta Berubah," James Burke menyebutkan bagaimana penjajah Kristen terkejut menganga ketika menemukan pembangkit tenaga listrik di Toledo, Spanyol pada abad pertengahan. Setelah berada di bawah kekuasaan Islam selama 200 tahun Spanyol adalah negeri antah berantah yang luar biasa berbeda dari bagian Eropa daratan lainnya. Burke mengatakan, "Komunitas intelektual pada ulama Islam di utara Spanyol sangat jauh lebih unggul dari apa yang orang orang Kristen miliki di homabase mereka waktu itu, dan ini meninggalkan kecemburuan abadi terhadap budaya Arab, yang juga membentuk serta mewarnai opini tidak jujur dan tidak adil dari Barat selama berabad-abad." Dia pun melanjutkan, "Rasionalisme dan pendekatan, sekuler, investigasi khas ilmu di lahirkan di alam pemikiran orang Muslim," dan inilah yang akan memacu banyak perubahan selama Renaissance Eropa.
4) Pertimbangan pada Tokoh-tokoh Ilmuwan Islam George Beshore, dalam bukunya "Ilmu dalam Budaya Islam Awal," membuat hubungan antara sifat penaklukkan Islam dengan penetrasi pengetahuan ilmiah dari ilmuwan Islam. Tentara Muslim menaklukkan Babilonia, Persia, Asia, Afrika, dan tanah Eropa, dan sebagai akibatnya adalah palung besar untuk kemajuan ilmiah yang dibuat oleh masing-masing kelompok ilmu. Muslim pada masa itu adalah mereka yang senantiasa mencintai ilmu pengetahuan sehingga terkumpul jutaan skrip dokumen ilmiah dan sastra dari masyarakat pada saat Muslim memerintah.
5) Jasa Tokoh-tokoh Ilmuwan Islam contohnya? BilanganAngka kita gunakan saat ini (1, 2, 3, 4, dan seterusnya) disebut "Angka Arab." Walaupun Tokoh-tokoh Ilmuwan Islam tidak benar-benar menciptakan sistem nomor ini, karena mereka mengadopsinya dari para ilmuwan di India. Juga bilangan Biner, pengunaan optik, sarana sanitasi kebersihan, pemandian umum, penggunaan parfum, metalurgi terbaik, canon, penggunaan beragam jenis alat Navigasi laut dapat dikreditkan pada Ulama Islam. Contoh besar tentu saja penggunaan angka pengembangan dari India muslim itu, dengan membawa sistem ini ke seluruh dunia, jettisoning sistem yang digunakan sebelumnya oleh orang Yunani dan Romawi dan selama ini dipakai dengan segala kerumitannya bisa digantikan.

