logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Tokoh

Mengenal Tokoh Tokoh Perumus Pancasila


Ilustrasi tokoh tokoh perumus pancasila

Kita sebagai bangsa Indonesia tentu mengetahui siapa tokoh tokoh perumus pancasila. Landasan ideologi dalam berbangsa ini dikukuhkan oleh Soekarno dalam sidang BPUPKI setelah kemerdekaan Republik Indonesia 1945. Soekarno tentu berpikir keras dalam membangun landasan ideologi ini dengan melihat kondisi riil bangsa.

Kepercayaan bangsa Indonesia terhadap adanya Tuhan dirumuskan pada sila pertama, sikap anti kolonialisme dan hak asasi manusia dirumuskan dalam sila kedua, semangat gotong royong dirumuskan dalam sila ketiga. Sila keempat berbicara bagaimana pemerintah menjalankan fungsi negara berdasarkan demokrasi dan musyawarah. Sila kelima sebagai cita-cita bangsa Indonesia dalam meningkatkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Tokoh Tokoh Perumus Pancasila: Ir. Soekarno

Soekarno memang dikenal sebagai intelektual muda saat perjuangan kemerdekaan. Aktivitasnya dalam bidang politik dan gerakan anti kolonialisme yang ia perjuangkan menyebabkan ia harus keluar masuk penjara. Selagi muda, saat kuliah di Bandung (sekarang ITB), ia sangat rajin mengadakan diskusi kelompok serta merancang pergerakan-pergerakan kemerdekaan. Hidupnya penuh pengembaraan dari satu tempat ke tempat lain, dari satu pengasingan ke pengasingan lain, juga dari satu penjara ke penjara lain.

Gagasan-gagasannya mengenai kemerdekaan, ideologi, dan sikap anti kolonialisme, dituangkan dalam bentuk tulisan yang hingga kini masih dapat kita akses. Kisah di balik setiap penulisan karyanya pun sangat menarik. Majalah Tempo pernah menceritakan bagaimana saat-saat ia menulis buku Di Bawah Bendera Revolusi atau yang lebih populer dengan sebutan DBR. Buku (gagasan) itu ia tulis saat menjalani tahanan di rutan Banceuy, Bandung.

Dengan ruang yang sangat sempit, ia terus menulis DBR yang menurut sebagian orang dianggap sebagai karya besar Soekarno. Ia menulis di atas sebuah "kaleng rombeng", begitu Majalah Tempo menceritakannya. Kaleng rombeng itu memiliki dua fungsi, sebagai alas tempat ia menulis dan sebagai tempat buang hajat (buang air besar). Di pagi hari, Soekarno membersihkan kaleng itu dan malam harinya ia gunakan sebagai alas menulis. Karena kontribusinya dalam merumuskan Pancasila dan memperjuangkan kemerdekaan, ia dikukuhkan sebagai Bapak Bangsa bersama tokoh-tokoh yang lain, seperti Hatta maupun Tan Malaka.

Tokoh Tokoh Perumus Pancasila: Drs. Moh. Hatta

Tokoh perumus Pancasila yang selanjutnya adalah Mohammad Hatta. Pria yang lebih akrab disebut Bung Hatta ini terlahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, pada tanggal 12 Agustus 1902. Ia dikenal sebagai sosok pemuda yang cerdas, rendah hati, santun, saleh, dan jujur. Pada tahun 1921, ia mengenyam pendidikan di negeri Belanda, tepatnya di Handels Hogere Schools, sebuah Sekolah Tinggi Ekonomi. Di sana, ia aktif berorganisasi dan menjadi ketua Perhimpunan Indonesia. Perhimpunan Indonesia adalah gerakan mahasiswa Indonesia di Belanda yang berjuang mewujudkan kemerdekaan bagi Indonesia.

Aktivitasnya di Perhimpunan Indonesia pernah menyebabkan ia ditangkap oleh pemerintah Belanda. Pasalnya, ia dianggap telah tergabung dalam sebuah organisasi terlarang dan ia juga telah memperdaya orang-orang lain untuk melawan pemerintahan Belanda. Dalam sidang penyelesaian kasus ini, Hatta hampir divonis 3 tahun penjara. Akan tetapi setelah ia membacakan pidato pembelaannya yang berjudul "Indonesia Merdeka", ia dibebaskan dan dianggap tidak bersalah.

Setelah pendidikannya selesai, Bung Hatta kembali ke tanah air dan melanjutkan aktivitas perjuangan memerdekakan Indonesia dari dalam negeri. Karena eksis meneriakkan seruan kemerdekaan, ia sempat ditangkap oleh Belanda pada tahun 1942 dan diasingkan ke Papua. Jepang yang selanjutnya memegang tampuk kekuasaan mengembalikan Bung Hatta ke tanah Jawa. Selanjutnya ia, Bung Karno, dan tokoh-tokoh lain aktif mempersiapkan hari kemerdekaan Indonesia. Akhirnya ia dan Soekarno berhasil memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Setelah itu ia dilantik menjadi wakil presiden RI yang pertama.

Tokoh Tokoh Perumus Pancasila: Mr. Soepomo

Mr. Soepomo terlahir di Sukoharjo, Jawa Tengah pada tanggal 23 Januari 1903. Ia mengenyam pendidikan dasarnya di Indonesia, hingga kemudian mendapat kesempatan untuk belajar hukum di Universitas Leiden Belanda. Dari universitas tersebut ia mendapat gelar Meester In Rechten (MR.) serta Doktor Ilmu Hukum. Selama mengenyam pendidikan di negeri kincir angin ini ia aktif di Perhimpunan Indonesia; seperti halnya Bung Hatta.

Sepulangnya ke Indonesia, Soepomo bekerja sebagai ahli hukum. Kecerdasannya di bidang hukum membuatnya dipilih oleh Jepang sebagai Kepala Departemen Kehakiman. Meski menjadi pegawai pemerintah penjajah Jepang, ia tetap mendukung kemerdekaan Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaannya sebagai anggota BPUPKI. Ialah yang menggagas konsep dasar negara dan inti dari pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 31 Mei 1945. Soepomo pun turut serta merancang Undang-Undang Dasar.

Di era kemerdekaan, Seopomo mendapatkan posisi sesuai kecakapannya, yakni sebagai Menteri Kehakiman. Namun sekali waktu ia juga sempat diangkat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Inggris. Soepomo wafat di Jakarta pada tanggal 12 September 1958. Ia dikenang sebagai salah satu pahlawan kemerdekaan.

Tokoh Tokoh Perumus Pancasila: K. H. Agus Salim

Sebagaimana Bung Hatta, K. H. Agus Salim juga berasal dari Bukittinggi, Sumatra Barat. Ia dilahirkan di sana pada tanggal 8 Oktober 1884. Agus Salim adalah orang cerdas yang menguasai 4 bahasa asing sekaligus, yakni bahasa Inggris, bahasa Jerman, bahasa Prancis, bahasa Jepang, bahasa Turki, dan bahasa Arab. Ia sudah aktif berorganisasi sejak tahun 1910-an. Di tahun 1919 ia mendirikan organisasi Persatuan Perserikatan Buruh. Di tahun 1929 ia menjabat sebagai Ketua Partai Sarekat Islam Indonesia.

Pada masa persiapan proklamasi kemerdekaan, Agus Salim aktif sebagai anggota Panitia Sembilan yang dinaungi oleh BPUPKI. Setelah Indonesia merdeka, Agus Salim masih tetap aktif. Ia menjadi Menteri Dalam Negeri pada Kabinet Syahrir I dan II. Ia juga sempat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri pada Kabinet Hatta. Kepiawaiannya berbahasa asing dan kemampuannya berorganisasi menyebabkan Agus Salim banyak berperan dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Karenanya, ia diangkat sebagai salah satu Pahlawan Pergerakan Nasional.

Itulah beberapa tokoh perumus Pancasila. Selain tokoh tokoh perumus Pancasila di atas, ada juga beberapa tokoh lain yang perannya tidak kalah penting, yakni K. H. Abdul Wachid Hasyim dan Mr. Mohammad Yamin.

Tantangan bagi Tokoh Tokoh Perumus Pancasila

Setelah kemerdekaan diraih bangsa Indonesia, Pancasila semakin mendapat tantangan. Salah satu dari sekian banyak tantangan adalah tuntutan sebagian pihak yang ingin mengembalikan Pancasila ke semangat Piagam Jakarta. Mereka menginginkan kalimat setelah sila pertama dicantumkan kembali, yaitu menjalankan syariat Islam bagi setiap pemeluknya.

Kalangan Islam yang sangat getol memperjuangkan Piagam Jakarta ini menganggap bahwa keadaan bangsa Indonesia sudah berubah dan cita-cita untuk menegakkan syariat Islam mesti dilanjutkan kembali. Sementara di sisi lain, kalangan nasionalis menganggap bahwa kemajemukan bangsa Indonesia yang terdiri dari bebagai agama mesti dirangkum dalam visi ideologi yang lebih pluralis (dengan mempertahankan sila pertama sebagaimana adanya sekarang).

Tantangan lain adalah Pancasila menjawab segala macam persoalan bangsa yang terjadi saat ini. Di dalam perubahan politik nasional maupun kondisi global yang terus masuk, Pancasila dituntut menjadi ideologi sekaligus alat yang lebih praktis. Ada pihak yang menyatakan bahwa Pancasila sudah menjadi pegangan bangsa yang ideal. Kemunduran serta kemandegan lebih disebabkan oleh individu-individu yang kurang maksimal menjalankannya.

Sementara di sisi lain, ada pula yang menyatakan Pancasila sudah harus dikembangkan guna kepentingan bangsa di zaman sekarang. Apapun pendapat yang muncul tentang Pancasila, semua adalah pendapat demokratis yang wajib dihargai. Pancasila harus diletakkan kembali sebagai alat perekat dan kemajuan bagi bangsa Indonesia, jangan sampai perjuangan tokoh tokoh perumus Pancasila hanya menjadi kenangan yang tidak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Dewi Sartika - Tokoh Pendidikan Nasional
  • Andrea Hirata dan Fenomena Laskar Pelangi
  • Tentang Gus Dur dan Guyonan Politik Ala Sufi
  • Hitler: Seorang Penguasa dan Diktator dari Jerman
  • Mengenal Ilmuan Muslim Dunia
  • Legenda Hidup Tinju Muhammad Ali
  • Voltaire - Tokoh Liberalisme Prancis
  • Menguak Biografi Plato Si Murid Socrates
  • Memahami Tokoh Islam LIberal
  • Beberapa Tokoh Nasional dari Jawa Barat
  • Nama-Nama Tokoh Pejuang Islam Indonesia
  • Biografi Tokoh Nasional—Buya Hamka
  • Adolf Hitler - Tokoh Pemimpin Dunia yang Beda
  • Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah: Dari Nabi Muhammad Sampai TS Ai Lun
  • Erich Von Daniken dan Makhluk Luar Angkasa
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA