logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Tokoh    Tokoh Wanita

Tokoh Wanita: Ani Idrus, Sang Wartawati Indonesia

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Nama Ani Idrus di dunia jurnalistik atau kewartawanan mungkin tidak sepopuler Rosihan Anwar atau Mochtar Lubis. Padahal tokoh wanita yang satu ini memiliki peran penting dalam perkembangan jurnalistik di Indonesia. Ia dapat dianggap sebagai tokoh wartawati Indonesia.

Selain dikenal sebagai jurnalis, Ani Idrus juga aktif dalam berbagai kegiatan sejak usia dua belas tahun. Selain aktif menulis, ia juga dikenal sebagai pemain Hawaiien Band, pemain sandiwara, dan aktivis pergerakan Indonesia Muda dan Gerakan Rakyat Indonesia pada zaman kolonial Belanda.

Masa Kecil

Ani Idrus lahir di Sawah Lunto, Sumatra Barat pada 25 November 1918 dengan nama Rohani, yang kemudian sering dipanggil Ani. Adapun kakaknya yang lahir pada tahun 1916 diberina nama Rohana, sering dipanggil Ana. Ibunya bernama Siti Djalisah, sedangkan ayahnya bernama Sidi Idrus.

Sejak usia muda, Ani Idrus telah menekuni dunia pers. Perhatiannya terhadap kegiatan mengarang telah dimulai saat bersekolah di Meisjeskopschool Medan ketika berusia 12 tahun.

Pernah pada suatu hari, ia membaca majalah Pandji Pustaka. Tanpa diduga ternyata tulisannya dimuat. Ani Idrus melonjak kegirangan saking tidak percaya kalau tulisannya dimuat di majalah tersebut. Kepada Ibu, paman, dan kakaknya, Rohana, Ani memberitahukan bahwa tulisannya dimuat. Tentu saja mereka pun ikut senang. Sejak saat itu, Ani menjadi ketagihan menulis.

Setelah selesai bersekolah di Meisjeskopschool, Ani Idrus melanjutkan ke Schakel School Taman Siswa. Ia pun aktif mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah, seperti menyanyi, menari, memetik string bas dan gitar memperkuat Hawaiien Band. Malah begitu besar perhatiannya terhadap masalah-malasah kemasyarakatan dan politik.

Pada 1934, saat berusia 16 tahun, ia menjadi salah seorang pengurus Indonesia Muda Medan. Kemudian, menjadi anggota patai politik Gerindo (Gerakan Rakyat Indonesia). 

Kiprah Sang Wartawati

Menjadi wartawan pada masa kolonial Belanda bukanlah hal yang mudah. Apalagi bagi seorang perempuan. Pada saat itu, siapa pun yang ingin menjadi wartawan harus berani menerima perlakuan-perlakuan pemerintah kolonial Belanda yang senantiasa berusaha memadamkan semangat perjuangan kebangsaan.

Fasilitas untuk bekerja sungguh sederhana, sementara jaminan sosial tidak jelas bentuknya. Belanda tidak memandang apakah pekerja pers itu laki-laki atau perempuan. Siapa saja yang berusaha mengganggu kedaulatan kolonial Belanda akan segera dimusnahkan.

Meskipun demikian, semangat kebangsaan di kalangan kaum terpelajar Indonesia tumbuh dengan subur. Salah satu wadah perjuangan yang efektif masa itu adalah media pers. Saat itu, di Medan ada tiga surat kabar berbahasa Indonesia, yakni Pewarta Deli, Sinar Deli, dan Pelita Andalas. Sedangkan yang menggunakan bahasa Belanda ada dua surat kabar, yakni Deli Courant dan Sumatera Post.

Ani Idrus sendiri begitu dikenal sebagai seorang wartawan. Maklumlah pada saat itu tidak mudah menemukan seorang perempuan yang mau bekerja sebagai kuli tinta. Keseriusan Ani Idrus di dunia pers dibuktikan dengan menjadi pimpinan surat kabar dan majalah, tanpa mengurangi kewajibannya sebagai seorang ibu.

Ani Idrus yang menikah dengan Mohammad Said, seorang wartawan kawakan, berkesempatan melakukan lawatan ke berbagai negeri di Asia, Amerika, dan Eropa. Hasil dari perjalanan tersebut, ia telah banyak menyumbangkan buah pikiran yang sangat berguna bagi emansipasi kaum wanita. Selayaknya pemerintah memberikan perhatian terhadap para wanita yang telah menyumbangkan darma baktinya tanpa pamrih.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Karya Seniman Indonesia: Raden Saleh
  • Ibnu Sina - Tokoh Sejarah Dunia
  • Tokoh Nasional Jawa Barat
  • Mengenal Habib Hasan Lebih Dekat
  • Presiden Soeharto dan Ekonomi Indonesia
  • Tokoh Strategi: Porter, Sang Peramu Strategi Perusahaan
  • Sekilas Tentang Biografi Afgan
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA