Mengenal Lebih Dekat Tokoh-Tokoh Wayang
Wayang adalah salah satu budaya Hindu yang masuk ke Indonesia berabad-abad silam. Meski dianggap sebagai mitos, tokoh-tokoh wayang dan kisah dalam pewayangan mengandung filosofi dan nilai moral yang tinggi tentang keberanian, kebaikan, kejujuran, pengorbanan, keteguhan, dan komitmen. Tak heran jika dalam perkembangannya, tokoh-tokoh wayang beserta kisah pewayangan sering dijadikan pelajaran bagi masyarakat.
Salah satu epik atau kisah yang sangat terkenal dalam dunia pewayangan adalah Mahabharata. Epik ini memperkenalkan banyak tokoh-tokoh wayang yang nantinya menjadi besar. Mahabharata mengisahkan perang besar-besaran yang terjadi di padang Kurusetra antara pihak Pandawa (putra Pandu) melawan Kurawa (putra Destrarata) yang dinamakan Bharatayudha. Perang ini berlangsung berbulan-bulan dan menelan korban ribuan orang dari kedua belah pihak, sebelum akhirnya dimenangkan oleh Pandawa.
Tokoh-Tokoh Wayang yang Terkenal
Dalam cerita pewayangan, tokoh-tokoh wayang dibedakan menjadi dua “kelompok”. Satu adalah tokoh-tokoh wayang bertabiat baik, dan satunya lagi adalah tokoh-tokoh wayang dengan tabiat buruk. Bagi Anda yang gemar terhadap jalan cerita serta tokoh-tokoh wayang, pasti tidak asing mendengar nama Pandawa dan Kurawa.
Ya, dalam epik ini, tokoh-tokoh wayang yang tergabung dalam Pandawa merupakan representasi dari kebaikan, sedangkan Kurawa adalah simbol kejahatan. Jika Anda penasaran ingin mengenal lebih jauh tokoh-tokoh wayang ini, simaklah gambaran singkatnya berikut ini.
1. Tokoh-tokoh Wayang Pandawa
a. Tokoh-tokoh Wayang Pandawa - Yudistira
Satu diantara tokoh-tokoh wayang Pandawa yang terkenal adalah Yudistira atau dikenal juga dengan nama Puntadewa, Sami Aji, dan Darmawangsa. Yudistira adalah putra Prabu Pandu yang tertua dari istrinya Dewi Kuntinalibrata. Yudistira memegang tahta di kerajaan Astina dan bergelar Prabu Kalimataya.
Diantara tokoh-tokoh wayang yang lain Yudistira adalah termasuk sosok yang sangat jujur, lembut hati, sabar, dan berbudi luhur. Bahkan dikisahkan pula bahwa Yudistira adalah raja yang berdarah putih karena tidak pernah mengucapkan dusta sekali pun. Sebagai ksatria, ia memiliki pusaka yang bernama Jamus Kalimasada yang mampu melindungi dan menunjukkan pada kebenaran. Yudistira beristrikan Dewi Drupadi dan Dewi Kuntulwilaten.
b. Tokoh-tokoh Wayang Pandawa - Bima
Satu diantara tokoh-tokoh wayang lain yang memiliki keunikan tersendiri adalah Bima. Bima alias Bratasena alias Werkudara adalah adik kandung Yudistira. Bima adalah seorang ksatria yang terkenal berbadan tinggi besar, dengan sikap pemarah tapi jujur dan berhati mulia. Selain Kuku Pancasena, senjata andalannya adalah sebuah gada yang bernama Rujakpala/Rujakpolo. Bima beristri Dewi Arimbi dan Dewi Nagagini. Dari Arimbi, lahirlah Gatotkaca yang berotot kawat bertulang baja dan memiliki kemampuan terbang di udara. Dari Dewi Nagagini, Bima berputra Antasena yang bisa menembus bumi. Kehadiran Gatotkaca semakin menambah panjang daftar nama tokoh-tokoh wayang yang sudah ada.
c. Tokoh-tokoh Wayang Pandawa - Arjuna
Arjuna adalah adik kandung Bima dan Yudistira. Tokoh Arjuna selalu dikaitkan dengan ketampanan dan daya tarik laki-laki. satu diantara banyaknya tokoh-tokoh wayang ini memang dikisahkan sangat tampan dan memiliki banyak istri di bumi dan di kayangan. Arjuna yang dikenal juga dengan nama Janaka, adalah titisan Dewa Wisnu. Arjuna adalah ksatria yang cerdik dan gemar bertapa, ia juga merupakan ksatria di Madukara dan raja di Tinjomaya yang merupakan kerajaan di kayangan. Istri-istri Arjuna yang terkenal adalah Wara Srikandi dan Wara Sumbadra.
d. Tokoh-tokoh Wayang Pandawa - Nakula dan Sadewa
Nakula adalah anak Prabu Pandu dengan Dewi Madrim, akan tetapi dari kecil diasuh oleh Dewi Kunti, karena keduanya meninggal dunia. Nakula memiliki saudara kembar yaitu Sadewa. Nakula dikenal juga dengan nama Raden Pinten, ia sangat ahli di bidang pertanian, sedangkan Sadewa menguasai ilmu peternakan. Keduanya merupakan ksatria pamungkas Pandawa. Setelah perang Bhratayudha, mereka menjadi raja di Mandraka. Kedua sosok yang merupakan bagian dari tokoh-tokoh wayang Pandawa ini selalu identik dengan kebersamaan dan keterikatan batin.
2. Tokoh-tokoh Wayang Kurawa
Tokoh-tokoh wayang yang tergabung dalam Pandawa dan Kurawa sebenarnya terikat tali persaudaraan karena mereka merupakan cucu dari Abiyasa. Namun karena berselisih memperebutkan tahta kerajaan Amarta, mereka menjadi musuh bebuyutan.
Perseteruan ini diawali tipu daya Kurawa untuk memiliki Amarta yang sebenarnya merupakan hak Pandawa. Karena Pandawa kalah taruhan, mereka diharuskan meninggalkan Amarta selama tujuh tahun. Setelah tahun ketujuh Pandawa kembali untuk meminta Amarta, tapi Kurawa menolak menyerahkannya. Perseteruan antara tokoh-tokoh wayang Pandawa dan Kurawa ini berlangsung cukup lama, bahkan hingga menciptakan sebuah legenda.
Tokoh-tokoh wayang Kurawa yang terkenal adalah:
a. Tokoh-tokoh Wayang Kurawa - Duryudhana
Salah satu tokoh dari tokoh-tokoh wayang Kurawa adalah Duryudhana. Dia adalah anak Kurawa yang paling sulung, ia terkenal kebal oleh senjata apa pun. Duryudhana adalah figur pemimpin yang ragu-ragu dan mudah termakan hasutan. Atas pengaruh Sangkuni, ia menolak menyerahkan Amarta ke tangan Pandawa dan memicu perang Bharatayudha. Duryudana memiliki anak bernama Lesmana yang meninggal dalam perang tersebut.
b. Tokoh-tokoh Wayang Kurawa - Dursasana
Dursasana adalah adik Duryudhana, terkenal sombong, bermulut besar dan memiliki segudang karakter jelek lainnya. Dursasana adalah satu-satunya tokoh diantara tokoh-tokoh wayang Kurawa lainnya yang berurusan dengan Drupadi. Sebelum perang terjadi, Dursasana melakukan penghinaan terhadap Dewi Drupadi yang menyebabkan Drupadi bersumpah tidak akan mengikat atau menggelung rambutnya sebelum keramas dengan darah Dursasana. Sumpah ini terlaksana ketika Bima mengalahkan Dursasana dan menampung darahnya untuk keramas Drupadi.
3. Tokoh-tokoh Wayang dengan Watak Lucu dan Penghibur
Pada cerita wayang, tokoh-tokoh wayang yang serius seperti Pandawa dan Kurawa harus diakui kadang menimbulkan kejenuhan. Rasa jenuh itu kemudian perlahan melahirkan tokoh-tokoh wayang lain yang berperan sebagai penghibur. Para tokoh wayang tersebut akan bisa langsung mencairkan suasana.
Kisah wayang yang kita lihat dalam pagelaran-pagelaran mengalami modifikasi, yaitu dimasukkannya tokoh- tokoh wayang Punakawan seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong (Jawa Timur dan Tengah), atau Semar, Cepot, Dawala, dan Gareng (Jawa Barat).
Dalam versi asli mitologi Hindu, tokoh-tokoh wayang tersebut tidak ada. Akan tetapi kenyataannya, kehadiran tokoh-tokoh wayang Punakawan itulah yang membuat suasana lebih segar. Pertunjukkan wayang yang biasanya berlangsung berjam-jam sedikit akan mendapatkan "bantuan" agar tidak begitu membosankan.
Tokoh-tokoh wayang yang tergabung dalam Punakawan ini menyuguhkan cerita yang berbeda. Jika tokoh-tokoh wayang Pandawa dan Kurawa selalu identik dengan pertempuran, perang dan permusuhan, maka tokoh-tokoh wayang Punakawan ini tidak demikian.
Punakawan adalah tokoh-tokoh wayang yang selalu menghadirikan keriuhan disetiap pagelaran wayang. Keriuhan tersebut hadir sebagai bentuk apresiasi karena tingkah lucu para tokoh-tokoh wayang tersebut. Mereka lah tokoh-tokoh wayang yang selalu membuat suasana menegangkan kembali mencair. Meskipun demikian, dibalik segala tingkah laku konyol dan lucu tokoh-tokoh wayang Punakawan itu, mereka memiliki kesaktian yang luar biasa.
Tokoh-tokoh wayang yang berperan sebagai penghibur itu ternyata memiliki kekuatan yang luas biasa. Jika dikaitkan dengan jalan cerita wayang, para tokoh Punakawan tersebut merupakan dewa-dewa yang terkadang justru mengajarkan kebaikan bagi para tokoh wayang Pandawa.
Di balik kelucuan dan keluguannya, tokoh-tokoh wayang Punakawan ini memiliki kesaktian dan kewibawaan yang tidak dimiliki oleh tokoh-tokoh wayang lainnya. Menggambarkan bahwa kewibawaan dan kesaktian tidak selamanya harus dibalut dengan kesan gagah dan baju-baju megah.






