Mengenal dan Belajar Menggunakan Torrent
Ilustrasi torrent
Kemajuan teknologi memungkinkan apapun terjadi. Undung-mengunduh data menjadi hal mudah, bahkan sangat mudah. Semuanya berbentuk serba "soft". Salah satu yang ikut mengambil alih dalam hal ini adalah Torrent.
Namanya mungkin akan cukup asing bagi Anda yang tidak terlalu sering berurusan dengan kegiatan unduh-mengunduh. Tetapi akan berbeda dengan mereka yang kesehariannya selalu berurusan dengan hal tersebut. Ya, Torrent memang cenderung akan lebih akrab dengan mereka yang update terhadap teknologi.
Kemajuan teknologi, dalam hal ini diwakili oleh Torrent, memang bertujuan untuk membuat segalanya lebih mudah. Waktu benar-benar dipangkas dan jarak bukan lagi hal yang menjadi masalah. Semuanya dapat dilakukan hanya dengan sekali duduk dan klik. Sempurna!
Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi, dalam bentuk apapun, salah satunya Torrent, memang membantu mobilitas masyarakat yang sudah semakin cepat. Torrent bukan benda, sederhananya Torrent adalah sebuah sistem yang akan membantu Anda menaklukkan kesulitan. Terutama dalam "mengambil" data-data dari internet yang Anda butuhkan.
Internet menjadi bagian yang tidak terpisahkan ketika kita membicarakan tentang Torrent. Dengan adanya internet itulah, Torrent diciptakan. Internet memiliki banyak sekali file-file berupa gambar, film, musik dan informasi lain. Untuk dapat memanfaatkan hal tersebut dengan optimal, dibutuhkan sebuah sistem yang dapat "memindahkan" file-file tersebut ke perangkat komputer kita, dan Torrent berperan untuk itu.
Apa itu Torrent?
Torrent adalah sebuah konsep file sharing yang mengandalkan internet untuk penyebaran file. Konsep Torrent berbeda dengan konsep pembagian file lain seperti FTP dan download-upload. Konsep Torrent mengandalkan koneksi antarpengguna bukan pengguna dengan penyedia seperti pada FTP.
Torrent dikenal sebagai BitTorrent, yaitu sebuah protokol bagi-pakai file yang digunakan untuk menyebarkan file ukuran besar. Popularitas Torrent terus menanjak sejak pertama kalinya didesain pada 2001.
BitTorrent memiliki cara kerja yang berbeda dengan fasilitas mengunduh lainnya. Data atau file yang diunduh seolah dibagi-bagi terlebih dahulu oleh Torrent. Potongan-potongan unduhan tersebut akan berada dalam satu file. Hal ini sangat membantu ketika data yang dikirimkan besar. Terutama dalam perkumpulan yang memang akrab dengan perihal sharing dokumen.
Pada April 2001, Bram Cohen mendesain mekanisme protokol Torrent. Ia merilis implementasi pertamanya pada 2 Juli 2001. Cohen kemudian mendirikan BitTorrent, Inc. untuk mempertahankan dan merawat jaringan Torrent. Ia pun merilis aplikasi klien yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan bagi-pakai file Torrent yang dikenal dengan nama BitTorrent. Sekarang ini, selain BitTorrent, ada ratusan nama aplikasi klien Torrent lainnya. Berikut ini adalah beberapa klien dari BitTorrent yang memiliki peran sama dengan indukannya:
a. Torrent - uTorrent, Klien BitTorrent
uTorrent bisa jadi merupakan klien dari BitTorrent yang cukup terkenal. Torrent yang satu ini dikenal juga dengan istilah micro Torrent. Kehadiran uTorrent di kalangan masyarakat disambut dengan baik. Tentu saja mengingat memiliki beberapa kelebihan.
uTorrent berukuran cukup kecil untuk sebuah sarana unduh. Hanya 400KB, Anda bisa menyimpannya dalam flashdisk, lalu menginstalnya kapan saja. Memasukkan uTorrent dalam perangkat komputer, tidak akan membuat perangkat komputer Anda menjadi lemot.
b. Torrent - kTorrent, Klien BitTorrent
Klien BitTorrent selnjutnya adalah kTorrent. Torrent yang satu ini khusus diciptakan untuk Linux. Secara keseluruhan, Torrent yang satu ini tidak memiliki perbedaan secara mendetail dengan uTorrent atau BitTorrent itu sendiri.
Fitur yang dimiliki oleh klien BitTorrent yang satu ini adalah adanya dukungan untuk melacak UDP, memblock alamat IP plugin, mendukung fitur RSS feed, Scanner Directory, dan file prioritas.
3. Torrent - Deluge, Klien BitTorrent
Satu lagi klien dari BitTorrent. Setelah sebelumnya mengeluarkan versi dengan nama huruf yang berbeda dengan diikuti nama Torrent, kali ini BitTorrent mengeluarkan klien yang jelas berbeda secara ejaan. Deluge bisa dijadikan pilihan bagi Anda penggemar BitTorrent.
Klien BitTorrent yang satu ini memiliki keunggulan. Deluge bisa dua kali lebih cepat dibandingkan dengan transmission, dan dua kali lebih stabil dalam hal penggunaan RAM pada komputer Anda. Selain itu, fiturnya juga cenderung lebih banyak, serta multiplatform.
Belajar Mengunduh File Torrent
Sebelum Anda memulai unduhan file Torrent, Anda harus memiliki klien Torrent. Beberapa nama klien yang populer adalah BitTorrent, μTorrent, kTorrent, dan Deluge. Sebagai saran, Anda bisa memilih μTorrent karena ukurannya yang kecil (kurang dari 1 MB), praktis, cukup lengkap fitur, dan mudah digunakan.
Setelah menginstal klien Torrent, lakukan langkah-langkah berikut ini.
- Buka situs tracker yang menyediakan tracker file yang ingin Anda ambil.
- Cari file yang ingin Anda unduh melalui Torrent. Jika sudah ditemukan, unduh file Torrentnya (file tracker-nya). Biasanya ditandai dengan tulisan Download .Torrent.
- Buka file Torrent yang baru diunduh melalui Explorer atau melalui download manager browser.
- Perhatikan bahwa klien Torrent (BitTorrent atau μTorrent secara otomatis memulai unduhan dari komputer yang menyediakan file tersebut).
- Setelah file selesai diunduh oleh klien, baru Anda buka melalui Explorer atau mengeklik ganda melalui klien Torrent itu sendiri.
Belajar Mengunduh File Torrent - Beberapa Hal yang perlu Diperhatikan ketika Mengunduh File Tracker
- Ketika mengunduh file Torrent, perhatikan perbandingan seeder dan leecher. Jangan unduh tracker file yang jumlah seedernya jauh lebih kecil daripada leecher. Dijamin, unduhan file Anda akan lama selesainya (bahkan bisa jadi takselesai sama sekali).
- Jangan pula unduh file yang seeder-nya sudah 0 karena itu artinya tracker masih aktif tetapi tak ada lagi komputer yang membuka akses (membagi) file tersebut di jaringan Torrent.
- Umumnya, klien Torrent secara otomatis mengukur bandwidth Anda melalui rasio upload : download. Apabila Anda ingin mendapatkan kecepatan download yang besar, buka pula kecepatan upload Anda besar-besar.
Jangan takut kekurangan bandwidth karena konsep Torrent memang seperti itu. Anda bisa mendapat banyak kalau Anda pun banyak berbagi. Adil.
Torrent dan Perbedaan dengan Konsep FTP
Torrent hadir untuk mengatasi salah satu kelemahan transfer file melalui protokol FTP: beban bandwidth di salah satu pihak. Ilustrasi perbedaan ini dapat dilihat pada kegiatan download (unduh) file.
Protokol FTP memungkinkan seorang klien mengunduh suatu file dari satu poin (misalnya server atau file hosting). Klien hanya dapat mangambil file dari satu poin itu saja. Dengan demikian, bila ada 100 klien yang mengunduh file yang sama dari poin sumber yang sama, bandwidth sumber akan habis dibagi untuk membagikan file ke 100 klien tersebut. Tapi tidak dengan Torrent.
Pada mekanisme protokol Torrent, klien tidak “benar-benar” mengunduh file dari poin sumber. Klien mengunduh file dari poin manapun yang memiliki file. Protokol Torrent menggunakan konsep unduh lalu bagikan. Ini berarti, setelah satu klien mengunduh, klien tersebut harus membiarkan jalurnya terbuka agar klien lain dapat mengunduh dari komputernya.
Sebelum mengunduh file yang diinginkan, klien harus mengunduh dulu file tracker Torrent yang menyimpan alamat komputer-komputer (baik klien, file hosting, atau sumber asli file) yang masih membuka jalur akses untuk berbagi file. Klien akan membaca alamat-alamat komputer yang memiliki salinan pecahan-pecahan file lalu menghubungkan komputer klien ke komputer-komputer yang memiliki salinan file tersebut.
Saat menggunakan Torrent, ketika suatu klien melakukan kegiatan download (mengambil file), klien tersebut dihitung sebagai leecher. Apabila suatu klien melakukan kegiatan upload (membagi file), klien tersebut disebut sebagai seeder.
Ilustrasi torrent
Internet sudah menjadi bagian hidup kita. Melalui internet, kita bisa mendapatkan file-file seperti e-books, game teranyar, film yang baru diriles, lagu-lagu hits, maupun operating system (OS). Sering file-file tersebut kita peroleh tanpa berbayar. Salah satu cara mengunduhnya (download) file di internet adalah dengan torrent.
Torrent bukanlah file sebenarnya yang akan kita unduh. Torrent adalah sebuah file kecil yang berisi informasi mengenai file yang akan kita unduh. Informasi tersebut antara lain besarnya file, metadata, dan alamat (URL) penyimpanan bagian-bagian file. Biasanya, file torrent tidak terlalu besar, hanya beberapa kilobyte saja.
Bagaimana Torrent Bekerja
Umumnya, file yang akan kita unduh diletakkan pada suatu server. Untuk mengaksesnya, kita harus membuka situs yang menyediakan link ke server tersebut. Saat proses mengunduh berlangsung, komputer kita akan terhubung ke server itu dan mengambilnya.
Namun mengunduh dengan torrent berbeda. File yang akan kita unduh terpecah-pecah menjadi bagian-bagian dan diletakkan di beberapa tempat yang terpisah. Jika kita menjalankan file torrent, komputer kita secara otomatis terhubung dengan tempat-tempat penyimpanan itu dan mengunduh bagian-bagian file yang kita inginkan. Saat proses download selesai, kita akan mendapat file utuhnya.
Untuk mengunduh file dengan torrent, kita harus memunyai perangkatnya (software torrent) dahulu. Salah satu perangkat yang sering digunakan adalah UTorrent yang bisa diunduh di http://www.utorrent.com/. Install perangkat tersebut di komputer.
Setelah perangkat torrent ter-install, baru kita cari torrent dari file yang ingin kita unduh. Anda bisa mencarinya di http://thepiratebay.org/, banyak file tersedia di situs tersebut. Setelah file torrent diunduh, klik dua kali, biasanya akan muncul utorrent-nya. Tunggulah beberapa saat sampai proses selesai. Setelah ada tanda proses selesai, file sebenarnya yang kita inginkan sudah tersimpan dalam folder di komputer kita.
Istilah-istilah dalam Torrent
Agar lebih memahami proses download melalui torrent, berikut istilah-istilah yang dipakai:
- Peer yaitu semua komputer yang melakukan aktifitas download atau upload melalui torrent.
- Seeder yaitu komputer yang mengunduh file melalui torrent namun setelah selesai tidak melakukan proses sharing file.
- Leecher yaitu komputer yang men-sharing file yang telah di download sehingga orang lain bisa mengaksesnya. Dengan menjadi leecher, kita telah membantu orang lain mendapatkan file yang mereka inginkan.
- Torrent Client atau Bit-Torrent yaitu perangkat lunak (software) yang memunyai kemampuan mengunduh file torrent atau sharing file torrent. Selain UTorrent ada Azureus (Vuze) dan BitComet.
- Tracker yaitu server yang berisi informasi banyaknya seeder, leecher, atau peers dari sebuah file torrent.
Saran
Kecepatan mengunduh file melalui torrent tergantung banyak faktor. Selain kecepatan koneksi internet yang kita miliki, juga tergantung dari banyaknya seeder dan leecher. Logikanya, jika sebuah file memiliki banyak seeder tetapi sedikit leecher, proses download-nya tidak secepat jika memiliki banyakleecher dan sedikit seeder.
Karena itu, ada baiknya jika setelah selesai mengunduh file, kita membaginya untuk orang lain dengan menjadi leecher.

