Seberapa Jauh Translate Bahasa Bisa Dilakukan?
Peran penterjemah sangat diperlukan. Tak hanya dalam dunia pendidikan, dalam dunia kerja pun keberadaannya sangat dibutuhkan. Namun sebenarnya, Seberapa jauh translate bahasa bisa dilakukan? Pertanyaan ini sering mengusik para penterjemah.
Pada banyak kasus, terkadang seorang penterjemah menjadi bingung mencari padanan kata dari bahasa asal (the source language) dengan bahasa penerima (the receptor language). Ujung-ujungnya membiarkan kata tersebut apa adanya tapi diberi keterangan seadanya atau keterangan panjang agar pembaca dapat memahaminya.
Lain lagi kalau menjadi seorang interpreter (penterjemah lisan). Semua kata atau kalimat harus bisa dialihbahasakan agar kedua pihak yang menggunakan bahasa yang berbeda dapat berkomunikasi dengan cepat, tepat, dan efektif.
Kalaupun suatu kata atau kalimat terlalu sulit untuk diterjemahkan, maka seorang interpreter harus mampu menerangkan maksud dari salah satu pihak dengan baik atau bertanya dan meminta pembicara untuk mengutarakan maksudnya dengan menggunakan kalimat lain yang mempunyai arti yang sama.
Terjemahan memang seperti dunia seni. Penuh intrik, tantangan, dan keberanian untuk mengambil keputusan. Apalagi bila mengenai urusan yang sensitif. Apa sajakah yang sangat sulit untuk diterjemahkan?
1. Puisi atau Sajak
Matthews seperti yang dikutip oleh Richard (1976) berpendapat bahwa suatu hal yang sangat tidak mungkin untuk menterjemahkan suatu puisi atau sajak. Bilapun puisi atau sajak itu diterjemahkan, maka hal tersebut sama dengan membuat puisi atau sajak baru.
Selama ini apa yang dilakukan oleh seorang penterjemah adalah dengan menafsirkan puisi dari bahasa asal ke bahasa penerima. Penafsiran ini terkadang menghilangkan ruh atau makna dari puisi atau sajak itu sendiri.
2. Lagu
Menterjemahkan lagu juga terkadang sama dengan membuat lagu baru. Tidak jarang apa yang dimaksudkan oleh pencipta lagunya tidak dapat tersampaikan melalui terjemahannya.
3. Sandiwara atau Film
Ada banyak ungkapan yang terlewatkan bila harus menterjemahkan sebuah sandiwara atau dialog dalam film. Seorang penterjemah harus membuat terjemahannya sederhana dan mudah dipahami oleh penonton sehingga tidak mengganggu acara menonton. Sangat tidak menyenangkan bila menonton sebuah film, terjemahannya terlalu panjang, njelimet dan mengganggu layar.
4. Novel
Ada istilah atau kata-kata yang benar-benar tidak ada padanannya, maka penterjemah membiarkan kata tersebut apa adanya tapi diberi catatan kaki.
5. Dunia keteknikan, kedokteran, Agama, Ekonomi, Hukum
Kelima bidang ini sering kali membuat para penterjemah kesulitan mencari padanan kata. Akhirnya kalau bahasa asal bahasa Inggris, maka mengindonesiakan bahasa Inggris tersebut. Tapi, sesungguhnya mengindonesiakan suatu kata bukankah sama dengan memperkaya bahasa Indonesia?






