Sensasional Trio Macan dalam Dunia Dangdut - ANNEAHIRA.COM
Ilustrasi trio macan
Bagi mereka para pecinta dangdut, Trio Macan merupakan nama yang tidak asing lagi. Trio macan muncul ke belantika musik dangdut lewat single mereka yang diberi judul “SMS”. Sontak kehadiran single baru Trio Macan tersebut membuat nama Trio Macan dengan cepat diterima oleh masyarakat Indonesia yang memang masih tidak bisa lepas dengan musik dangdut.
Kemunculan Trio Macan memang mendapat sambutan hangat dari masyarakat khususnya para pecinta musik dangdut. Berbagai isu tak sedap mengiringi perjalanan karir ketiga penyanyi yang tergabung dalam satu grup dangdut ini.
Perjalanan karir Trio Macan mulai dimasuki gangguan dengan adanya somasi dari pencipta asli lagu “SMS’. Meskipun pada akhirnya persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan damai. Namun demikian, isu tersebut tentu saja membawa dampak terhadap perjalanan karir Trio ini.
Barisan Trio Macan
Siapa sangka Trio Macan awalnya hanyalah penyanyi antarkampung di belahan timur Pulau Jawa. Grup ini beranggotakan Lia Ladysta, Iva Novandra, dan Dian Aditya. Pada awalnya para penyanyi belum tergabung dalam satu grup. Karena seringnya mereka “mentas” dalam satu panggung, salah satu anggota Trio ini berinisiatif mengapa tidak potensi ketiga penyanyi digabungkan dalam satu grup dangdut.
Kesempatan untuk tergabung dalam satu grup pun sebenarnya sudah dipikirkan sejak awal. Ketiganya memang kerap kali bernyanyi bersama. Oleh karena itu, ketiga merasa “klop” dan bisa nyetel. Keinginan itu akhirnya bisa terwujud dengan dikeluarkan album grup Trio Macan dengan single “SMS” yang cukup dikenal oleh masyarakat.
Ketenaran dan kedahsyatan Trio Macan dibuktikan pencapaiannya di belantika musik Indonesia. Tercatat pada ajang Penghargaan MTV Indonesia 2006, Trio Macan menyabet gelar Best Music Dangdut mengalahkan artis-artis ternama yang sudah lebih dulu “mampir” di layar kaca.
Mereka mengalahkan penyanyi macam Inul Daratista dengan single “Mau Dong” dan duet Ira Swara – Syaiful Jamil dengan single “Jujur”.Album pertama Trio Macan memang mendapat sambutan hangat para pecinta musik dangdut. Single “SMS” memang membawa pengaruh yang luar biasa dalam mempromosikan artis “produksi” Jawa Timur ini.
Taktik promosi yang dilakukan lainnya adalah dengan mengemas ulang lagu-lagu lawas yang telah dikenal oleh masyarakat. Lagu-lagu seperti “Jarum Neraka” dan “Tangan-tangan Setan” yang dipopulerkan oleh Nicky astria dikemas ulang dengan balutan irama dangdut yang lebih terasa. Ciri khas dangdut inilah yang kemudian menjadi positioning Trio Macan.
Trio Macan memopulerkan kembali lagu pop yang menyasar segmen anak muda dengan balutan musik kendang dan suling. Untuk itulah, genre yang diusung oleh Trio Macan tidak bisa disebut murni dangdut. Genre yang dibawa oleh Trio Macan lebih pas untuk disebut dengan istilah “Pop Dangdut”.
Kiprah Trio Macan
Tahun 2007, Trio Macan mengeluarkan album kedua mereka yang diberi judul “Aku Punya Nama”. Pada album kedua ini mereka mengandalkan single “Lagu Sexy”. Tidak jauh berbeda dengan album pertama, Trio Macan tetap mengusung genre Pop Dangdut pada album kedua ini. Tak hanya dunia tarik suara, bakat dan keterampilan personil Trio Macan pun “nyasar” di dunia layar lebar.
Eksistensi Trio Macan mulai merambah dunia akting dimulai dari dibintanginya sinetron berjudulu “Dawai Asmara”. Sinteron tersebut dikeluarkan oleh Multivision. Selain sinetron, Trio Macan pun diuji peruntungannya melalui film layar lebar. Tercatat sudah dua film yang kini dibintanginya yakni “Darah Janda Kolong Wewe” dan “Hantu Puncak Datang Bulan”.
Kedua film tersebut menampilkan sensualitas meski dibalut dengan suasan horor. Bahkan, para personil Trio Macan “rela” untuk tampil tanpa busana pada film “Darah Janda Kolong Wewe”. Di tengah berbagai kontroversi yang menyertai karir mereka, grup ini masih tetap eksis dan memperkaya dunia tarik suara khususnya musik dangdut di Indonesia.
Trio Macan tentunya tidak ingin meredup begitu saja seperti layaknya artis-artis dangdut keluaran baru. Mereka bertekad untuk dapat “mentas” dan tidak mau terkalahkan oleh artis dangdut yang kinclong seperti Ayu Ting Ting. Tekad itu tampaknya memang bisa dikatakan masih cukup berhasil. Alhasil, masyarakat masih cukup mengenal apa dan siapa Trio Macan itu.
Dangdut dan Sensualitas Trio Macan
Musik dangdut memang tak lepas dari goyangan. Iramanya sebagian besar didominasi oleh musik kendang dan seruling memungkinkan si penyanyi untuk melakukan goyangan. Goyangan itulah yang kemudian bertransformasi dari waktu ke waktu. Dan Trio Macan memiliki identitas itu.
Pada awal perkembangannya, goyangan dangdut masih bisa tergolong sopan bagi masyarakat Indonesia yang dilatarbelakangi budaya timur. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, goyangan yang ditampilkan pedangdut pun semakin mengarah pada aspek penampilan sensualitas, tidak tekecuali Trio Macan.
Masyarakat Indonesia pun mau tidak mau membawa andil yang cukup besar terhadap transformasi goyangan dangdut ini. Seperti pada hukum ekonomi, penawaran biasanya diiringi dengan adanya permintaan. Penawaran goyangan maut dangdut dari Trio Macan akan sulit berkembang bila permintaan dari masyarakat Indonesia tidak begitu besar.
Ibarat cinta bertepuk sebelah tangan, bila apresiasi masyarakat Indonesia tidak begitu besar, tentunya goyangan itu tidak akan tumbuh berkembang. Seperti pada kasus goyangan sensual yang ditampilkan oleh Trio Macan, bila memang masyarakat menolak seketika atau melakukan kecaman, maka dapat dipastikan goyangan sensual Trio Macan pun tidak akan berani untuk ditampilkan.
Hal ini juga dibenarkan oleh personil Trio Macan. Mereka akan dengan sangat senang hati menghentikan atau tidak mempertontonkan goyangan sensual bila memang masyarakat yang mengundang mereka menginginkan hal itu.
Trio Macan akan dengan senang hati menghormati setiap keinginan yang dilontarkan langsung oleh masyarakat. Hal itu tidak semata-mata bahwa mereka tidak akan melakukan goyangan lagi. Hal itu dilakukan semata-mata untuk menghormati kesepakatan yang telah dilakukan oleh pengundang. Bisa dikatakan, mereka akan bertindak profesional, mana yang boleh dilakukan dan mana saja yang dilarang.
Sekilas Dangdut Trio Macan
Seperti telah disinggung di awal, genre yang diusung oleh Trio Macan adalah dangdut. Namun, Trio Macan lebih mengkolaborasikan musik dangdut dengan musik pop. Pengolaborasian ini tentunya akan menggerser segmen penikmat musik dangdut.
Bila pada awalnya penikmat musik dangdut lebih banyak berasal dari kalangan menengah ke bawah dan golongan orang-orang tua. Dengan adanya kolaborasi ini, segmen itu agak sedikit bergeser dan membesar. Segmen anak muda menjadi sasaran baru dari musik campuran pop dangdut. Termasuk Trio Macan dengan inovasinya.
Hal ini juga terlihat dengan munculnya artis dangdut baru Ayu Ting Ting. Tidak dapat dipungkiri, genre musik Ayu Ting Ting tidak murni seratus persen dangdut. Sama halnya seperti Trio Macan, genre yang diusung oleh Ayu Ting Ting pun lebih mengarah kepada campuran antara musik pop dan musik dangdut.
Pergeseran dan pengolaborasian genre musik dangdut ini sebenarnya membawa angin baik bagi dunia dangdut. Musik dangdut tidak lagi diidentikan dengan musik kampung yang hanya boleh dipentaskan di jalan-jalan kampung Indonesia. Musik dangdut kini bisa dan layak untuk ditampilkan di hotel-hotel mewah berbintang. Mau tidak mau Trio Macan mendapatkan andil yang cukup besar terhadap perkembangan musik dangdut di tanah air.
Kolaborasi antara musik dangdut dengan genre musik lainnya memang tidak dapat dihalangi begitu saja. Trio Macan sebagai contoh genre pop dangdut ini membuktikan pernyataan itu. Masyarakat menginginkan sesuatu yang berbeda. Tidak hanya sekadar irama kendang dan seruling.

