Merekonstruksi Tsunami Aceh
Gempa tsunami Aceh 2004 yang menewaskan lebih dari 100 ribu nyawa sangat mengagetkan semua orang. Bahkan mungkin tidak terpikir bahwa tsunawi sedahsyat itu akan terjadi di daerah Samudera Hindia.
Biarlah hal itu terjadi dan berlalu, tetapi yang kini menjadi tugas adalah bagaimana merekonstruksi kembali Aceh pasca tsunami menjadi seperti dahulu kala dan bahkan menjadi lebih baik.
Hikmah yang dapat diambil dari tsunami Aceh yaitu bahwa masyarakat menjadi tahu bahwa bumi ini terdiri dari lempeng tektonik yang saling berhubungan. Dan interaksi tersebut dapat menimbulkan gempa dan mengakibatkan tsunami.
Mengembalikan Aceh
Rekonstruksi Aceh yang dimaksud adalah pengembalian jati diri Aceh dangan nuansa Islaminya dalam bentuk fisik dan mental. Solidaritas masyrakat/LSM dan luar negeri terhadap bencana tsunami perlu diacungi “jempol” namun yang patut disayangkan adalah bahwa pemerintah lambat dalam merespon masalah tsunami Aceh.
Seharusnya pemerintah membuat Keppres khusus untuk penanganan tsunami Aceh dalam jangka panjang dan pendek. Hendaknya pembuatan Keppres tetap mengacu pada jangka panjang yang meliputi misi, tujuan, perubahan dan pengembangan Aceh.
Sedang penanganan jangka pendek meliputi tindakan dan evaluasi hasil. Pemerintah tidak serta merta mengambil kebijakan akan tetapi perlu melakukan pendataan kebutuhan yang diperlukan masyarakat Aceh pada saat tsunami Aceh.
Rencana jangka panjang pemerintah dalam rekonstruksi tsunami Aceh ini hendaknya mengembalikan misi dan visi Aceh seperti sedia kala yang khas dengan nuansa Islam. Jangan sampai ada kontaminasi budaya atau apapun yang justru menjadikan bumerang bagi Aceh pada khususnya dan NKRI pada umumnya.
Sementara jangka pendeknya dalam merekonstruksi Aceh yang terpenting kali pertama adalah dibentuknya independent committee yang khusus menangani bencana alam. Tugasnya secara prosedural adalah menganalisis kebijakan dan pemantauan dalam menangani kejadian sebelum bencana (ex ante) dan setelah bencana terjadi (ex post). Hal ini dimaksudkan paling tidak dalam pendistribusian sumbangan ke daerah bencana dapat tercapai.
Rekonstruksi Aceh
Rekonstruksi tsunami Aceh menjadi bagian penting karena termasuk dari bagian NKRI yang menggunakan syariat dalam mu’amalahnya. Pembangunan infrastruktur pendidikan dan layanan-layanan sosial hendaknya didahulukan.
Dalam rekonstruksi nanti diperlukan mapping wilayah dan membagi menjadi beberapa zona. Zona-zona ini bisa terbagi menjadi beberapa tingkatan, mulai dari zona perlindungan sampai pada zona pemukiman.
Zona pertama yaitu zona perlindungan. Zona ini mencakup daerah pinggir pantai yang secara langsung berbatasan dengan laut. Dilakukan pembangunan tanggul atau semacamnya dan paling penting tanpa mengurangi nilai lingkungannya yaitu pohon-pohon yang kokoh yang paling tidak bisa mengurangi resiko tsunami.
Zona kedua, zono pertanian dan perkebunan dan zona yang terakhir adalah zona pemukiman yang jauh dari pantai. Pemukiman ini terletak di daerah-daerah perbukitan atau daerah dengan ketinggian minimal 400 dpl, sehingga jumlah korban dapat diminimalkan.






