logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Kuliah    Mahasiswa

Tujuan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Mahasiswa


Ilustrasi tujuan penulisan karya ilmiah
Tujuan penulisan karya ilmiah dalam dunia pendidikan adalah sangat penting. Karya ilmiah merupakan salah satu hasil dari proses penelitian, pengamatan, peninjauan dan pemikiran yang mendalam terhadap suatu topik atau pokok permasalahan tertentu. Karya ilmiah ini juga mengajarkan bagaimana berpikir secara runtut dan tidak memberikan pendapat tanpa ada dasar alasan dan referensi yang telah diakui. Dengan demikian, para siswa atau mahasiswa akan berusaha untuk mencari sumber pendapat yang bisa dipercaya dan memang telah diyakini mempunyai data yang akurat.

Sesuatu yang Serius

Menyusun karya ilmiah merupakan salah satu tradisi ilmiah yang elit dan prestisius. Tidak semua orang bisa menjalani secara konsisten. Penulisan karya ilmiah sangat identik dengan institusi pendidikan tinggi, demikian juga dengan mahasiswa. Tidak ada mahasiswa yang bisa lepas dari tugas ilmiah. Apakah mereka mengerjakannya atau tidak, itu kembali pada pribadinya masing-masing. Mengingat betapa pentingnya pembuatan karya tulis dalam dunia pendidikan, mulia dari sekolah dasar, anak-anak telah mulai diperkenalkan kepada bagaimana membuat sebuah karya ilmiah.

Teknik penyampaian sebuah karya ilmiah harus mengikuti beberapa tahapan. Tahapan itu harus diikuti secara bertahap sehingga cara berpikir secara runtut akan menjadi sebuah budaya atau sebuah kebiasaan yang tidak akan terlepas dari kepribadian para peserta didik. Hingga mereka tidak lagi berada di lembaga pendidikan manapun, cara berpikir ilmiah ini akan terbawa hingga mereka tua. Dengan mempunyai cara berpikir yang ilmiah, mereka akan berusaha untuk tidak mudah memutuskan sesuatu tanpa mengetahu ilmunya.

Tahapan pencapaian dalam berpikir secara ilmiah ini akan menggiring bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Bangsa yang akan berpikir sebelum bertindak, bangsa yang akan berpikir panjang sebelum mengutarakan kalimat-kalimat yang mungkin akan menyakiti orang lain atau bahkan akan menghancurkan diri sendiri. Bagi orang-orang yang memang mempunyai data yang akurat yang didapatkan dari metodologi penelitian yang tidak sembarangan, mereka tidak akan diam ketika data itu mungkin akan mempengaruhi banyak hajat orang banyak.

Pada saat keadaan itu begitu berat, maka keputusan yang akan diambil tentu akan dipikirkan secara matang dengan cara yang ilmiah juga. Tidak mudah untuk mendapatkan gaya berpikir dan gaya mengambil keputusan secara ilmiah. Dengan pengaruh kehidupan yang semakin ingin mendapatkan keputusan secara cepat, masyarakat  terkadang tidak tahan menanti keputusan itu. Kesabaran seakan telah menghilang. Padahal tanpa kesabaran segala sesuatu bisa saja hanya akan mendapatkan hasil yang kurang memuaskan.

Dengan tradisi penulisan ilmiah yang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan serta ketekunan, diharapkan bahwa akan tumbuh budaya tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Bila budaya ini setelah semakin menyebar, diharapkan bahwa bangsa ini akan berusaha menjadi bangsa yang lebih baik. Keilmuan juga akan semakin baik. Dengan adanya peningkatan keilmuan ini, diharapkan bangsa ini akan mendapatkan banyak ilmuwan.

Pemikiran mereka nantinya akan diakui oleh dunia. Saat bangsa ini telah mempunyai banyak ilmuwan, bangsa ini akan dihargai oleh bangsa lain. Lihatlah Iran. Saat Iran mengumumkan bahwa negara tersebut mempunyai nuklir dan mengadakan uji coba senjata nuklirnya, seluruh dunia percaya. Bagaimana kalau bangsa Indonesia mengatakan bahwa negara ini mempunyai nuklir, apakah ada yang percaya? Untuk membangun infrastruktur jalan, jembatan, dan gedung tinggi, bangsa ini masih membutuhkan bantuan para ahli dari luar negeri.

Sepertinya secara keilmuan bangsa Indonesia membutuhkan orang-orang yang sangat hebat. Bagaimana keadaan sekarang, nama orang Indonesia ini sangat jarang bisa ditemukan diberbagai jurnal internasional yang diakui oleh para ilmuwan sebagai fasilitas mempublikasikan karya mereka. Bahkan yang menyedihkan adalah tradisi menyontek dan menjiplak karya orang lain semakin subur. Semakin banyak pelajar yang malas memikirkan sendiri karya tulis mereka.

Mereka tidak merasa bersalah dan berdosa ketika mengambil karya atau ide orang lain. Keinginan mendapatkan hasil yang instan menjadikan mereka berani melakukan apapun tanpa memikirkan akibat atau dosa yang menyebabkan ilmu mereka tidak berkah. Agak sulit mengubah semua pemikiran dan pemahaman yang telah mendarah daging. Harus ada satu gebrakan yang membuat peserta didik mendapatkan pemahaman yang benar tentang bagaimana mendapatkan ilmu yang sesuangguhnya.

Menyampaikan Ide

Tujuan pembuatan penulisan karya ilmiah yang paling mendasar adalah untuk menyampaikan ide atau gagasan tentang sebuah topik dalam bentuk tulisan ilmiah. Karya ilmiah adalah karya tulis yang memuat data dan fakta yang diungkap dari hasil penelitian, pengamatan dan peninjauan.  Melalui karya tulis ilmiah ini, seorang mahasiswa bisa menyampaikan gagasannya kepada khalayak ramai (pembaca) mengenai suatu topik yang diteliti dan diamatinya secara mendalam.

Agar lebih mudah dicerna dan dipahami, gagasan tersebut dikembangkan lebih lanjut dalam bentuk rumusan masalah dan pembahasan. Pencarian referensi yang tepat membutuhkan investasi waktu yang tidak sebentar. Mereka harus mengurangi kesenangannya melakukan hal-hal yang akan mengganggu konsentrasinya. Tanpa adanya pembiasaan dari sejak dini, agak sulit mendapatkan anak-anak yang mau melakukan banyak hal demi mendapatkan sebauh karya ilmiah yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan.

Penulisan karya ilmiah ini bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Pembimbing atau guru mereka pun harus mampu mengarahkan dan meyakinkan murid-muridnya betapa pentingnya mempelajari cara menulis karya ilmiah. Kalau dari awal anak-anak tidak tahu dan tidak merasakan manfaat dari pembuatan karya ilmiah ini, mereka tidak akan mau melakukannya lagi. Sebaliknya, saat mereka merasakan kenikmatan dalam melakukan pembuatan karya ilmiah, mereka akan candu melakukannya. Tidak heran kalau mereka akan melakukannya lagio dan lagi.

Bila ini menjadi suatu tradisi, maka Indonesia akan bisa menyaksikan ilmuwan bangsa ini mendapatkan penghargaan nobel. Sementara ini, penghargaan nobel ini telah menjadi salah satu ajang pengakuan dari bangsa lain bahwa seorang ilmuwan telah melakukan banyak hal untuk masyarakat dan keilmuan. Bukan hanya suatu kebanggaan yang akan didapatkan, namun motivasi dan semangat generasi bangsa untuk melakukan hal yang sama. Hal ini pasti akan sangat membantu pembangunan karakter dan ketekunan dalam mendalami suatu ilmu tanpa merasa harus berputus asa atau berhenti karena merasa tidak mampu melakukannya.

Setiap masalah pasti mempunyai solusi. Keyakinan ini terkadang tidak mudah dipahami sehingga banyak juga yang merasa putus asa. Padahal kalau bisa bersabar dan terus mencari jalan menemukan solusi, semua perjuangan dan usaha itu pasti akan mendapatkan hasil. Bangsa ini merasa sangat takut melakukan kesalahan dan mendapatkan kegagalan. Mereka lebih senang tidak melakukan apa-apa daripada dicemooh karena kegagalan.

Melatih Kemampuan Menulis

Melatih kemampuan menulis atau menyampaikan gagasan dalam bentuk tulisan merupakan salah satu tujuan yang mendorong sebagian mahasiswa tertarik menulis karya ilmiah. Menulis adalah sebuah keterampilan olah kata. Kelihatannya sangat sederhana, namun tidak semua orang yang bisa menciptakan karya tulis bermutu melalui keterampilan ini. Membiasakan diri menulis karya tulis ilmiah dengan sendirinya, akan melatih dan mengkondisikan otak dan pikiran agar selalu dalam tradisi menulis.

Tradisi Ilmiah
Tujuan penulisan karya ilmiah lainnya adalah mengembangkan tradisi ilmiah yang elegan di lingkungan kampus. Kemampuan menyampaikan gagasan dalam bentuk tulisan ilmiah memiliki gengsi tersendiri bagi mahasiswa dan dosen. Karya ilmiah menunjukkan bukti kemampuan intelektual seorang civitas akademika di perguruan tinggi.

Tugas Akhir
Karya ilmiah bagi mahasiswa sangat identik dengan kelulusan atau penyelesaian tugas akhir. Seorang mahasiswa baru bisa menyandang gelar sarjana ketika mereka berhasil menyelesaikan karya ilmiah yang lebih dikenal dengan skripsi. Memiliki keahlian menyampaikan gagasan dalam bentuk tulisan ilmiah adalah wajib bagi seorang mahasiswa. Sehingga bisa dikatakan tujuan penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa adalah untuk mendapatkan hak kelulusan dan gelar sarjana dalam proses pendidikannya.

Eksistensi
Tidak dapat dipungkiri menyampaikan gagasan dalam bentuk karya tulis ilmiah adalah salah satu cara untuk menunjukkan eksistensi sebagai seorang intelektual. Mahasiswa yang idealis dan memiliki minat tinggi terhadap ilmu yang digeluti, tentu bersemangat melakukan penelitian dan pengamatan terhadap berbagai topik.

Meneliti dan kemudian menyampaikan hasil penelitian dan pengamatan tersebut baik secara tertulis maupun lisan menjadi sebuah aktivitas yang mengasyikkan. Yang lebih menarik lagi, konsisten meneliti dan menulis akan membuat Anda eksis dan dikenal sebagai seorang ahli dalam bidang ilmu yang ditekuni.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Metode Penulisan Karya Tulis Ilmiah Secara Umum
  • Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Internet yang Tepat
  • Beasiswa Pertamina, Dewa Penolong dan Penghargaan
  • Kiat Menulis Artikel Jurnal Ilmiah
  • Cara Memberi Motivasi Belajar Mahasiswa
  • Kapal Titanic, Korban Pertama Kehebatan Gunung Es
  • Akuntansi Manajemen, Pengertian dan Penerapannya dalam Perusahaan
  • Beasiswa Pascasarjana: Kuliah Gratis, Kenapa Tidak?
  • Manfaat Program Beasiswa S2
  • Mencermati Pernak Pernik Kehidupan Anak Kuliah
  • Langkah-langkah Mengikuti SIMAK UI
  • Kimia Tanah: Filosofi Tanah Lempung dan Tanah Merah - ANNEAHIRA.COM
  • Syarat Makalah Penulisan Karya Ilmiah
  • Kerancuan Penulisan Gelar Dokter
  • Peluang Beasiswa Depdiknas
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA