Tumbuhan Darat di Pinggiran Jalan
Ilustrasi tumbuhan darat
Tumbuhan darat adalah tumbuhan yang ditanam di tanah atau tumbuh pada tanah. Jenis tanaman bergantung pada keadaan susunan tanah serta iklimnya. Dalam kehidupan tumbuhan darat, terdapat hortikultura, yaitu tumbuhan berkebun. Di antaranya, buah-buahan, sayur-sayuran, dan bunga-bungaan. Ada pula tumbuhan yang sengaja ditanam di pinggir jalan, baik jalanan perkotaan, jalan raya, maupun tanaman yang ditanam di sekitar jalan perumahan.
Rasanya sekarang ini sudah menjadi keharusan, di setiap kota besar maupun kota kecil, sepanjang jalan wajib ditanam pohon keras sebagai bagian penghijauan kota. Bahkan kalau perlu pemerintah setempat wajib membangun paru-paru kota / hutan kota. Mungkin tak hanya di tepi jalan saja, setiap ada lahan kosong pun harus ada tanaman kerasnya.
Fungsi Pohon Perindang
Ada banyak manfaat menghijaukan kota dan jalan dengan aneka tumbuhan dan tanaman keras. Manfaat yang nyata adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri dan mahluk hidup lainnya. Berikut ini sejumlah manfaat besar penghijuan kota dan tanaman hias.
- Menyerap Karbon monoksida
Salah satu manfaat besar dari tanaman pinggir jalan dan hutan kota adalah mampu menyerap karbon monoksida yang notabene adalah gas berbahaya dari polusi yang dikeluarkan oleh mesin dan kendaraan bermotor. Apalagi sekarang ini tingkat polusi di perkotaan sangat tinggi, jumlah kendaraan di jalanan semakin banyak dan mancet, sehingga kadar karbon monoksida yang terbuang sangat banyak.
Gas buangan dari kendaraan bermotor dan mesin pabrik sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup. Manusia yang terlalu banyak terpapar karbon monoksida menyebabkan organ dalamnya rusak dan menyebabkan kanker paru –paru, kanker hati dan kerusakan otak. Selain itu dampak buruk yang paling berbahaya adalah efek dari rumah kaca, dan pemanasan global yang berlangsung secepat.
Karbon monoksida yang terbang ke angkasa bisa melubangi lapisan ozon di atmosfir bumi. Jika lapisan ozon tak ada, maka dengan mudah sinar ultraviolet yang dipancarkan dari matahari akan mudah menerpa bumi, sehingga menyebabkan kerusakan pada kulit manusia, tumbuhan dan hewan.
Solusi dari serangkaian mimpi buruk hanya dengan memperbanyak tumbuhan dan menghijaukan kembali hutan-hutan yang rusak. Kota –kota besar diwajibkan membangun hutan kota, dan perbanyak tanaman keras pada pinggir jalan.
Bagi tumbuhan, karbon monoksida merupakan zat yang berguna untuk proses pertumbuhan jaringan pohon
- Sumber oksigen
Fungsi utama pohon adalah sebagai sumber produksi oksigen alamiah. Oksigen merupakan unsure utama penopang kehidupan bagi segala mahluk yang hidup di muka bumi, baik manusia, tumbuhan maupun hewan dan organism lainnya. Manusia tanpa oksigen bakal tak bisa hidup, demikian juga hewan dan tumbuhan.
Lebih parahnya kadar oksigen sekarang ini sudah tak bersih lagi, banyak dicampuri oleh zat polutan seperti timbal hitam, zat karbon dan zat kimia dari asap rokok, cerobong pabrik dan kendaraan bermotor yang bersifat karsinogen ( pencetus kanker ).
Sulit sekali menghirup udara bersih diperkotaan, yang dulu pada pagi hari udara masih bersih, sekarang pagi rasanya sama saja seperti siang yang dipenuhi dengan asap kendaraan, motor yang saling bergegas menuju tempat kerja.
Nah, penghijauan menjadi salah satu solusi untuk menyediakan oksigen alamiah. Karena tumbuhan terutama tanaman keras, seperti pohon meranti, pohon trembesi, pohon ulin dan lain sebagainya adalah penghasil oksigen yang besar. Coba saja Anda berdiri di bawah pohon-pohon besar yang rindang, pasti rasanya sejuk, dingin dan ketika menghirup udara segar sangat menenangkan hati. Rasanya ingin kita ingin berlama-lama duduk di bawah pepohonan rindang. Itulah salah satu efek positif yang dari tumbuhan darat.
- Perindang jalanan
Tujuan dari penanaman pohon besar di pinggir jalan adalah sebagai perindang. Pohon trembesi maupun pohon mahoni sangat efektif mereduksi intensitas sinar matahari. Pohon-pohon besar yang di tanaman di taman kota, kebun, maupun pinggir jalan itu ibarat payung raksasa. Ketika kita mengendarai motor di siang hari yang terik, ketika melintasi jalan yang pinggirnya ditanami pohon perindang, tak lagi kepanasan. Sepanjang jalan pengguna kendaraan rasanya dipayungi oleh pohon- pohon besar.
Selain menjadi perindang, pohon-pohon besar ini bisa difungsikan untuk mereduksi tiupan angin. Sehingga motor bisa berjalan stabil dan tak goyang lagi.
- Mencegah erosi , abrasi dan banjir
Tanaman keras yang ditanam pada bantaran sungai maupun pantai, tujuannya adalah mencegah erosi maupun abrasi. Erosi atau yang lebih dahsyatnya, tanah longsong sebenarnya disebabkan dari hilangnya fungsi fegetasi di lereng gunung, bantaran sungai.
Salah satu penyebab bencana ini, adalah daerah penyangga seperti Bogor, Puncak, dan Garut yang notabene geografisnya peggunungan, banyak yang dirambah, hutan sekarang berubah menjadi kebun, villa dan perumahan/ tempat komersial. Maka dari itu ketika hujan turun, airnya pun langsung meluncur di ketanah dan sungai, tanpa ada penggangan dari pohon. Area yang gundul itu rawan longsor.
Maka dari itu banyak pihak yang prihatin terhadap kejadian tanah longsor di beberapa tempat di Indonesia, rasanya hampir setiap musim hujan pasti negeri ini terkena bencana ekologi. Bahkan Jakarta yang notabene kota metropolitan, tak lepas dari banjir musiman. Sungguh tak produktif masyarakatnya jika tiap tahun ibukota Indonesia terendam banjir.
Pemerintah bersama perusahaan besar melalui program CSR, mengadakan program reboisasi besar –besaran di daerah-daerah penyangga ibu kota dan tempat-tempat rawan longsor maupun abrasi. Salah satunya adalah penanaman pohon bakau di perairan Jawa dan Kalimantan.
Jenis Tanaman Perindang
Tumbuhan yang ditanam di tepi jalan, di antaranya kenari, asam, damar, waru, juar, flamboyan, aksia, mahoni. Berikut penjelasan beberapa tanaman yang biasa ditanam di pinggir-pinggir jalan.
- Flamboyan
Flamboyan atau delonic regia raf adalah familia dari Leguminosae yang berasal dari Madagaskar. Pohon ini memiliki tinggi 10-20 meter. Batang pohon yang semakin meninggi tinggi mulai bercabang ke kiri ke kanan. Yang menarik, bunganya berwarna merah dan salah satu dari mahkotanya berwarna kuning dihiasi bintik-bintik warna merah tua. Bunga menjadi buah berupa polong panjang, bentuknya gepeng, dan berisi biji-biji. Bijinya coklat dan polong yang sudah kering di pohon akan berwarna hitam.
- Mahoni
Mahoni atau Swietenia Mahagoni Jacq adalah famili Meliacea yang memiliki tinggi 10–20 meter. Mahoni berasal dari Amerika yang memiliki iklim tropis. Bunga mahoni berwarna kuning agak hijau dengan bunga-bunga yang kecil. Buah tersebut akan menjdi buah berkulit tebal, keras, dan sebesar mangga. Buah bunga mahoni memiliki biji-biji bersayap dan bisa digunakan sebagai bibit yang bisa desemai untuk memperbanyak. Biji mahoni bisa dipakai sebagai bahan pencelup untuk warna pakaian.
- Damar
Damar atau Agathis alba (Lam) Foxw adalah famili Pinaceae yang berasal dari Asia Selatan, termasuk kepulauan Malaysia. Pohon damar memiliki tinggi 25–35 meter. Batangnya berdiri tegak, lurus, daunnya berbentuk bulat telur dengan ujung daun agak meruncing dengan warna hijau mengkilap. Bentuk buah pohon damar mirip buah mengkudu, bersisik dan kasar. Di antara sisik-sisiknya, terdapat biji. Pohon ini bisa diperbanyak dengan biji, ditanam di tanah di bawah 1.400 meter dari permukaan laut.
- Pohon Akasia
Akasia atau Acacia auriculiformis A.Cunn adalah famili Leguminosae. Pohon yang berasal dari Amerika ini memiliki tinggi 5-15 meter. Bunga-bunga akasia berbau harum berwarna kuning. Pohon akasia biasa pula ditanam di halaman rumah dan merupakan tanaman hias. Akasia dapat tumbuh di tempat yang tingginya di bawah 400 meter dari permukaan laut. Cara memperbanyak pohon akasia bisa dengan biji-biji yang terdapat pada buahnya
Tumbuhan Ideal Untuk Penghijauan
Tak semua pohon bisa ditanam di sebagai tanaman reboisasi, hanya jenis tanaman tertentu yang cocok untuk tanaman perindang dan tanaman hutan. Kalau Anda asal menanam tumbuhan, bisa –bisa tumbuhan tersebut tak berkembang dengan baik.
- Tanaman keras
Salah satu jenis tumbuhan yang cocok untuk penghijauan adalah tanaman keras, seperti meranti, mahoni, sengon, bambu petung dan lain sebagainya. Tanaman keras biasanya berumur sampai ratusan tahun. Jangan pilih tumbuhan semusim, karena kurang baik, pada usia tertentu biasanya tumbuhan jenis ini akan mati sendiri.
- Berakar serabut
Carilah tumbuhan yang memiliki karakter akar serabut. Seperti pohon asem, pohon rambutan, ulin, jati. Karena jenis pohon demikian akarnya sangat bermanfaat untuk mengikat tanah. Selain itu juga pohon jenis ini tak mudah tumbang karena angin maupun pergerakan tanah. Untuk tanaman perindang jalan, sebaiknya jangan pilih jenis pohon berakar tunggal, karena mudah sekali roboh, tentu ini sangat membahayakan pengguna jalan.
- • Memiliki nilai tambah
Pilihlah jenis pohon yang memiliki nilai tambah ekonomis bagi penduduk di pinggir hutan. Misalnya pohon karet, pinus, yang bisa diambil getahnya. Pohon durian, rambutan, duku, ketika musim buah-buah tiba bisa diambil buahnya.
Jangan sampai anak cucu kita kelak sengsara karena genarasi sebelumnya dengan sengaja merusak alam, dengan menebangi hutan –hutan dan mewarisi pulusi. Oleh karena itu sebaiknya dari sekarang mari kita lestarikan hutan dan giat menanami halaman dan kebun dengan berbagai macam tumbuhan. Demikianlah sekilas tentang tumbuhan darat yang kaitannya sebagai fungsi penghijauan kota dan mereduksi polusi.

