logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Pertanian dan Perkebunan

Manfaat Tumbuhan Hijau bagi Manusia - ANNEAHIRA.COM


Tumbuhan adalah makhluk hidup dengan organ-organ inti seperti akar, batang dan daun. Tumbuhan hijau adalah kelompok tanaman yang mempunyai pigmen hijau daun atau zat hijau daun yang disebut juga dengan klorofil.

Tumbuhan hijau mampu membuat makanan sendiri, dengan mineral dari dalam tanah, karbondioksida dari udara dan bantuan cahaya. Proses ini dinamakan fotosintesis. Sebenarnya tumbuhan yang tidak berhijau daun juga mampu menghasilkan makanan sendiri melalui zat warna daun dengan nama dan warna yang berbeda.

Hasil fotosintesis tidak hanya berguna bagi tanaman, tetapi bermanfaat pula bagi manusia dan hewan. Tumbuhan tidak hanya menghasilkan glukosa sebagai sumber energinya, tetapi juga mengeluarkan oksigen sebagai hasil fotosintesisnya. Oksigen inilah yang sangat dibutuhkan baik oleh manusia, hewan dan tumbuhan sendiri untuk proses respirasi.

Mari Menghijaukan Tumbuhan

Tumbuhan hijau mempunyai peranan yang sangat besar bagi kelangsungan hidup organisme dan juga bumi ini. Tumbuhan hijau selain sebagai produsen pertama yang menghasilkan bahan makanan bagi hewan herbivora (pemakan tanaman) dan omnivora (pemakan segala), juga mempunyai kemampuan untuk menghasilkan oksigen sebagai sumber kehidupan semua makhluk di muka bumi.

Tumbuhan hijau juga mampu menjadi solusi berbagai problem iklim (krisis lingkungan) yang mendera bumi saat ini, seperti isu pemanasan global akibat jumlah karbondioksida yang melebihi batas (efek rumah kaca).

Perlu disadari bahwa pembangunan perumahan, perkantoran, mall dan bangunan lainnya yang didirikan di atas lahan pertanian maupun ruang terbuka hijau sangat merugikan bagi manusia apabila tidak diimbangi dengan upaya penghijauan yang memadai. Lingkungan perkotaan khususnya, yang dibiarkan gersang tanpa penanaman tumbuhan hijau akan disesaki oleh polusi udara seperti karbondioksida. Padahal zat inilah yang berperan besar terhadap pemanasan global dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Tumbuhan hijau memiliki fungsi sebagai produsen pertama, dengan bantuan energi surya atau energi cahaya mampu menjadi energi potensial bagi mahkluk hidup yang lainnya. Perlu digarisbawahi bahwa dengan meningkatkan penghijauan, maka dampak pencemaran udara oleh beberapa polutan seperti karbondioksida dan beberapa polutan lain dapat dikurangi.

Beberapa catatan yang bisa diperoleh dari manfaat tumbuhan hijau khususnya bagi manusia adalah sebagai berikut.

  • Tumbuhan hijau berperan sebagai paru-paru dunia. Tanaman yang kaya dengan klorofil akan menghasilkan gas oksigen yang sangat vital bagi kelangsungan hidup manusia. Terutama bagi respirasi (menghasilkan energi) dan pernafasan manusia.
  • Tumbuhan hijau berfungsi sebagai stabilisator lingkungan. Adanya vegetasi tumbuhan hijau di sebuah wilayah akan menimbulkan hawa lingkungan menjadi sejuk, nyaman dan segar. Karena itu penghijauan perlu digalakkan.
  • Tumbuhan hijau yang menjadi produsen oksigen merupakan faktor utama pencipta lingkungan hidup atau ekologis yang berpengaruh bagi keberadaan makhluk hidup lain.
  • Tumbuhan hijau merupakan penyeimbang alam. Adanya tumbuhan hijau, menjadikan habitat baru bagi makhluk hidup untuk tinggal di sekitarnya.
  • Tumbuhan hijau juga berfungsi sebagai tempat berlindung bagi kondisi alam yang kurang baik seperti angin kencang, terik matahari yang menyengat, hujan, debu dan polusi. Tumbuhan hijau juga berfungsi sebagai naungan yang melindungi makhluk hidup di bawahnya dari berbagai kondisi yang kurang bersahabat.
  • Tumbuhan hijau merupakan sumber estetika atau keindahan.
  • Tumbuhan hijau adalah salah satu faktor penjaga kesehatan.
  • Tumbuhan hijau juga mampu menjadi lingkungan sarana rekreasi dan pendidikan.
  • Tumbuhan hijau juga bisa menunjang perekonomian dengan hasil produksi kayu maupun bunga dan buah.
  • Bagi daerah pegunungan, tumbuhan hijau mampu melindungi dari ancaman longsor. Untuk perkotaan, tumbuhan hijau merupakan salah satu faktor pencegah banjir.
  • Tumbuhan dapat bermanfaat sebagai bahan pangan (padi, jagung, gandum), bahan minyak (kelapa sawit, kemiri), bahan perumahan (jati, rasamala, dan albasia), bahan susu (kedelai).
  • Tumbuhan dapat digunakan sebagai tanaman obat seperti obat batuk (belimbing), obat sariawan (temu hitam), obat darah tinggi (bawang putih), obat maag (kunyit).
  • Tumbuhan dapat digunakan sebagi tanaman hias seperti suplir, gelombang cinta, linet, pillow, dsb.
  • Tumbuhan hijau yang memiliki daun rindang dapat digunakan sebagai peneduh (beringin, ketapang) dan akarnya yang kuat untuk menahan erosi jalan (mahoni, rasamala)
  • Tumbuhan hijau dapat berfungsi sebagai tanaman penyerap racun dari lingkungan (misalnya palem kuning).

Tahukah Anda tentang penghijauan? Penghijauan dalam arti luas adalah daya untuk memulihkan, memelihara, dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan.

Penghijauan sendiri merupakan salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan untuk mengatasi krisis lingkungan. Penghijauan sudah dilaksanakan di seluruh Indonesia bahkan sudah menjadi program nasional.

Penghijauan ini dilaksanakan karena faktanya banyak sekali hutan yang gundul atau di lahan-lahan tertentu sudah jarang sekali ada tumbuhan. Hal tersebut dikarenakan ulah dari manusia sendiri. Manusia yang seenaknya menebang pohon tanpa memperhatikan batas dan konsekuensinya. Selain hal tersebut, banyak sekali pembangunan-pembangunan yang telah dibangun di lahan pertanian atau pada ruang hijau terbuka.

Padahal jika Anda tahu, tumbuhan ini sangat berperan penting dalam dunia ekosistem. Tumbuhan berperan sebagai produsen pertama yang mengubah energi surya menjadi energi potensial untuk makhluk lainnya. Serta mengubah karbondioksida (CO2) menjadi oksigen (O2) dalam proses fotosintesis.

Manfaat adanya penghijauan terutama di kota, berarti dapat mengurangi CO2 akibat dari polusi-polusi baik polusi dari kendaraan, polusi pabrik atau lainnya yang menyebabkan efek rumah kaca dan gangguan iklim. Di samping tumbuhan berperan dalam kehidupan dan kesehatan lingkungan, tumbuhan juga berperan sebagai estetika dan kesehatan jiwa.

Penghijauan di Kota

Bagi Anda yang tinggal di perkotaan, sudah tahukah bagaimana keadaan kota? Nyaman atau tidak? Dewasa ini tingkat pemakaian kendaraan baik roda dua maupun roda empat kian marak, apalagi di kota besar. Hal tersebut mengakibatkan polusi dan pencemaran udara. Ditambah lagi semakin banyak bangunan-bangunan kota yang menyebabkan lahan untuk tumbuhan menyusut.

Nah, apa yang dibutuhkan saat ini? Penghijauan adalah jawabannya. Banyak sekali orang yang menghirup gas-gas beracun karena akibat dari polusi tersebut. Oksigen pun semakin berkurang. Bagaimana cara menghijaukan kota? Penghijauan kota hendaknya dimulai dari diri sendiri (individu), dimulai dari hal yang paling kecil. Yakni biasakan merawat tumbuhan dan jangan sering menimbulkan polusi.

Penghijauan di kota sendiri bisa dilaksanakan secara bertahap, yaitu dari merawat dan mengelola taman-taman baik di lingkungan sekitar maupun di pusat kota. Untuk pembangunan sebaiknya dibatasi, jangan berlebihan, paling tidak sisakan lahan ruang terbuka untuk jalur penghijauan. Berikut merupakan fungsi dari penghijauan:

  • Tanaman hijau menghasilkan zat asam (O2) yang sangat diperlukan makhluk hidup untuk bernafas. Jadi tumbuhan tersebut sebagai paru-paru kota.
  • Tumbuhan akan menimbulkan hawa lingkungan yang sejuk dan segar.
  • Dengan adanya tumbuhan maka terbentuklah lingkungan hidup (ekologis).
  • Tumbuhan sebagai penyeimbang alam yang merupakan tempat hidup bagi makhluk hidup lain.
  • Tumbuhan juga bisa berperan sebagai pelindung terhadap kondisi alam yang terjadi misalnya angin kencang, panas matahari, dsb.
  • Jika tumbuhan ditata rapi seperti taman-taman kota maka akan menimbulkan keindahan (estetika).
  • Udara yang segar berasal dari tumbuhan, otomatis tubuh kita akan sehat.
  • Taman juga dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi dan pendidikan.

Penghijauan di Unsur Hutan Kota

Dari kota kita beralih ke hutan. Banyak sekali hutan yang ditebangi secara liar. Dan apa dampaknya? Alam murka, terjadilah banjir, tanah longsor, dsb. Kita sebagai umat manusia harus sadar dan mulai menata dari awal, lakukan penghijauan dan rawatlah tumbuhan dengan baik agar nantinya alam tidak murka. Jika ingin mengambil hasil dari hutan, ambilah secukupnya, jangan berlebihan.

Selain memberikan hasil hutan, penghijauan ini bermanfaat sebagai pencagaran flora dan fauna. Dapat mengendalikan air tanah dan erosi, jadi jangan sampai gundul dan menyebabkan banjir. Dan juga sebagai ameliorasi iklim. Nah, bagaimana jika hutan tersebut berada di kota? Manfaatnya adalah sebagai pengelolaan dan pengendalian polusi udara, pengelolaan limbah, meresap air hujan, dan masih banyak lainnya.

Teknik Penanaman

Tanaman yang digunakan dalam penghijauan adalah tanaman yang mempunyai syarat hortikultura, yakni bagaimana toleransinya terhadap temperatur, bagaimana kebutuhan airnya, bagaimana kebutuhan dan toleransi terhadap matahari, bagaimana kebutuhan tanahnya, bagaimana ketahanan terhadap hama dan penyakit. Dan harus mempunyai syarat fisik yakni apa tujuan penghijauan, warna, aroma, dsb.

Yang terpenting dalam penghijauan adalah jumlah dan keanekaragaman tumbuhan. Untuk itu laksanakan penghijauan sesuai dengan rencana, laksanakan dengan benar, dan peliharalah dengan baik-baik. Pertimbangkanlah aspek keindahan, fungsional, dan pelestarian lingkungan. Sebelum menanam tumbuhan baiknya perhatikan teknik-teknik berikut:

1. Memilih bibit tanaman

Disarankan untuk memilih bibit generatif karena bibit generatif berasal dari biji, mempunyai akar tunggang, dan dapat bertahan hidup lama. Bibit yang baik sekurang-kurangnya telah tumbuh di wadah selama 6 bulan dengan batang tinggi minimal 1.50 m dan diameter 0.05 m. Lakukan uji coba pencabutan, jika bibit mudah terlepas dari wadah berarti akarnya belum kuat. Tunggu sampai akar benar-benar kuat dan dapat ditanam di lapangan.

2. Penanaman

Ukuran lubang yang disiapkan tergantung dari besar kecilnya tanaman. Untuk ukuran standartnya berkisar o.75 m (tinggi) x 0.90 m (lebar) x 0.90 m (panjang)

3. Merawat tumbuhan pasca taman

Siram tanaman paling tidak 2-3 hari sekali terutama pada musim kemarau. Pertahankanlah posisi tumbuhan agar tetap berdiri tegak dan stabil. Buanglah ranting-ranting yang mulai mengering. Serta memupuk tanaman paling tidak 3 bulan sekali dengan pupuk NPK 25 gram per lubang.

Mari kita laksanakan penghijauan demi ketentraman kita bersama. Jika bukan kita siapa lagi? Ingat anak cucu kita, mereka juga membutuhkan alam yang damai dan indah.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Budi Daya Palem Putri
  • Sekilas Tentang Ilmu Fisiologi Tanaman
  • Mengenal Tanaman Buah Pepaya
  • Pabrik Pupuk Organik yang Semakin Menjamur
  • Tujuan, Metode, dan Kelemahan Pemuliaan Tanaman
  • Pohon Gaharu Adalah Investasi Hijau Menggiurkan
  • Serba-Serbi Pohon Jati
  • Buah Salak, Jenis dan Kegunaannya
  • Mengenal Tanaman Cocor Bebek dan Khasiatnya
  • Metode Hidroponik: Unggul dan Mudah
  • Pabrik Pupuk BUMN di Indonesia
  • Budidaya dan Manfaat Pohon Gaharu
  • Buah Duku, Buah Musiman Kaya Manfaat
  • Jenis dan Manfaat Buah Jambu Batu
  • Mengenal Jenis Tanaman Hias
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA