logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Ilmu Biologi

Macam-Macam Tumbuhan Monokotil


Ilustrasi tumbuhan monokotil

Dilihat dari bijinya, tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil. Keduanya tentu memiliki perbedaan yang sangat jelas. Perbedaan tersebut terletak pada jumlah biji, akar, struktur daun, bentuk batang, ada tidaknya kambium, berkas pembuluh angkut, dan bentuk bunganya.

Bila kita berbicara tentang tumbuhan monokotil berarti kita akan membahas tentang keanekaragaman spesies tumbuhan. Kali ini kita akan membahas tentang tumbuhan monokotil dan macam tumbuhannya yang tersebar di seluruh dunia. 

Tumbuhan monokotil (tumbuhan berkeping satu) umumnya memiliki akar serabut, bijinya tak dapat membelah dikarenakan hanya ada satu daun lembaga, tulang daunnya sejajar, dan jumlah mahkota bunganya 3 atau kelipatannya.

Segala macam tumbuhan monokotil banyak dimanfaatkan sebagai sumber pangan, bahan baku industri, sumber energi nabati, zat pewarna, dekorasi ruangan, bahan baku perumahan, media penulisan dan bahan baku untuk membuat pakaian. Tipe tumbuhan monokotil dapat dibedakan pula atas beberapa jenis suku, yaitu:

• Suku Palmae.

Karakteristik dari tumbuhan suku palmae atau suku pinang-pinangan adalah tulang daunnya menyirip atau bentuknya mirip kipas, batang tidak bercabang, bunganya bertongkol atau mirip dengan karang yang terletak pada ujung batang atau tepat di ketiak daun. Contoh tanaman dari suku Palmae diantaranya berbagai jenis palem, rotan, gebang, enau, salak, kelapa sawit, kelapa, kurma, pohon lontar dan sagu. 

• Suku Zingiberaceae.

Karakteristik tumbuhan suku zingiberaceae atau jahe-jahean adalah batangnya terlihat seperti dipeluk oleh pelepah daunnya, daunnya berbentuk spiral dan berselang-seling, dan batangnya tumbuh dari rimpang. Contoh tanaman dari suku jahe-jahean diantaranya kunyit, jahe, lengkuas, honje, dan kencur.

• Suku Gramineae

Karakteristik tumbuhan suku gramineae atau rumput-rumputan adalah tiap ruas batangnya ditempeli daun, bunganya serupa bulir yang penyerbukannya dibantu angin, dan daun yang berbentuk pita dan tulang daun sejajar. Contoh tanaman dari suku rumput-rumputan diantaranya serai, bambu apus, dan bambu.

• Suku Musaceae

Karakteristik tumbuhan suku musaceae atau pisang-pisangan adalah batangnya semu, tulang daunnya menyirip dan berbentuk mirip lanset yang ramping, bunganya banyak mirip karang. Contoh tanaman dari suku pisang-pisangan diantaranya berbagai jenis pisang seperti pisang ambon, pisang hias dan pisang kipas.

• Suku Bromeliaceae

Karakteristik tumbuhan  suku bromeliadceae atau nanas-nanasan adalah bunganya berupa karang dan tulang daunnya menyirip dengan duri-duri kecil di pinggir daunnya. Contoh tanaman suku ini adalah nanas. 

• Suku Orchidaceae

Karakteristik tumbuhan  suku orchideae atau anggrek-anggrekan adalah daunnya memili daging dengan tepi yang rata, akarnya rimpang, mahkota bunganya sebanyak tiga buah, dan kebanyakan tumbuhan suku ini hidup dengan menumpang pada tumbuhan lain.

Hidup epifitnya itu menjadi mungkin karena ia memiliki sel khusus yang mampu menempel pada tumbuhan lain. Contoh tanaman suku ini adalah berbagai macam anggrek dan vanili. 

• Suku Amarilidaceae

Karakteristik tumbuhan suku amarilidaceae atau bakung-bakungan ini adalah daunnya memanjang, berongga dan terlihat sempit. Banyak tanaman dari kelompok suku ini yang menjadi kelompok tanaman sayur, tanaman hias, bumbu masak, dan herbal alami untuk pengobatan. Contoh tanaman suku ini diantaranya bawang putih, bawang merah, bawang bombai dan bakung. 

Tumbuhan Monokotil Sebagai Bahan Pangan

Tidak semua tumbuhan yang kita kenal dapat dijadikan sumber pangan. Tanaman yang termasuk dalam kelompok tumbuhan ini kebanyakan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan yang sarat gizi. Berikut ini beberapa tumbuhan monokotil yang dapat kita jumpai, seperti:

  • Beras

Tumbuhan yang satu ini berasal dari proses pemisahan bulir padi dari sekam atau kulit kering dan bersisik yang melindunginya. Selain karena mengenyangkan, beras dijadikan sumber pangan pokok hampir di seluruh negara Asia karena kandungan gizinya yang melimpah.

Beras mengandung karbohidrat sehingga cocok dikonsumsi sehari-hari terutama pagi hari saat akan memulai aktifitas karena mampu memberikan energi dan bahan bakar utama dalam metabolisme tubuh manusia. Sekitar 80 – 85 persen kandungan beras adalah pati yaitu sumber cadangan makanan utama. Protein, mineral dan vitamin juga terdapat dalam beras. 

  • Jagung

Jagung juga merupakan tumbuhan monokotil bertongkol dan berambut ini banyak dijadikan sumber pangan utama penduduk dunia terutama masyarakat Amerika Selatan dan Amerika Tengah.

Sementara di Indonesia hanya beberapa wilayah tertentu yang masyarakatnya mengkonsumsi jagung sebagai makanan sehari-hari, yaitu wilayah Madura dan Nusa Tenggara. 

Jagung memiliki kandungan gizi yang mirip dengan beras. Sebanyak 80 persen mengandung karbohidrat dalam bentuk pati. Dalam 100 gram jagung mengandung kalori sebanyak 355, karbohidrat 73,7 gram, protein 9,2 gram, lemak 3,9 gram, vitamin A 510 SI, vitamin B1 0,38 miligram, kalsium 10 miligram, besi 2,4 miligram, fosfor 256 miligram dan air 12 gram. 

  • Gandum

Tumbuhan ini yang sering dijadikan roti ini sekitar 60 – 80 persen kandungan gizinya berupa karbohidrat, 6 – 17 persen mengandung protein, 2 persen lemak, 2 persen mineral, dan beberapa jenis vitamin.

Gandum memiliki dua tipe, yaitu durum wheat yang biasa dipakai sebagai bahan dasar pembuatan mie dan pasta. Juga bread wheat yang biasa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kue dan roti.

Saat ini banyak pihak yang mengusahakan gandum menjadi bahan makanan yang lebih kaya gizi dan menarik secara tampilan. Salah satunya adalah jus rumput gandum.

Sekitar 28 mili liter wheat grass juice setara dengan 1 kg sayuran segar. Terdapat crude chlorophyll sekitar 70 persen dan mengandung 30 jenis enzim yang diperlukan dalam metabolisme tubuh.

Bagi pasien yang baru sembuh dari sakit, jus rumput gandum sangat baik dikonsumsi sehari-hari. Manfaat lainnya adalah jus ini dapat memperbaiki sistem pernafasan, mempercepat pembentukan sel darah merah, membersihkan limfa, membuat tidur Anda nyenyak, memperlambat proses penuaan, dan mengganti sel-sel tubuh yang telah rusak.

  • Bambu

Siapa bilang bambu hanya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan tangan dan pengobatan infeksi. Tumbuhan yang biasa tumbuh berkelompok ini ternyata bisa menghasilkan kuliner berupa sayuran yang rasanya khas.

Anda tentu pernah mendengar sayur rebung, bukan? Sayur rebung sejatinya berasal dari tunas muda pohon bambu. Biasanya rebung dijadikan sayur kuah seperti sayur daun singkong. Rasanya sedikit manis dan teksturnya agak kasar.

Sayur rebung banyak dimasak oleh masyarakat Jawa Tengah. Sementara, Suku Rejang yang berada di Pulau Sumatera sering membuat rebung menjadi lema yaitu potongan rebung kecil yang dicampur bersama ikan seperti mujair dan difermentasi di dalam gulungan daun pisang selama 3 hari dan dimasak bersama santan.

Saat ini rebung juga mulai diolah dalam bentuk makanan lain seperti keripik rebung, asinan rebung dan cuka rebung. Ada pula masyarakat Pulau Jawa yang mengisi lumpia dengan bahan dasar rebung.

Kandungan pati rebung cukup tinggi dengan 12 asam amino dan juga protein yang dikandungnya, rebung dapat dimanfaatkan sebagai makanan pencegah penyakit. 

  • Tebu

Tumbuhan yang memiliki rasa manis ini mengandung karbohidrat sederhana. Gula tebu biasanya diproses menjadi bentuk Kristal sukrosa. Prosesnya pertama-tama tebu mentah dihancurkan kemudian diperas untuk diambil sarinya. Cairan yang didapat dari proses penyaringan lalu dicampur dengan bahan  kalsium oksida untuk membersihkannya.

Tahap selanjutnya proses pemutihan dengan menggunakan belerang dioksida. Hasil campuran ini lalu dididihkan sambil memisahkan sampah tebu. Kemudian kristalkan cairan murni itu dengan didinginkan dalam cetakan sambil diaduk. 

  • Barley 

Tumbuhan yang merupakan makanan sereal dari gandum awal ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat Eropa dan Amerika. Barley hijau yang masih muda mengandung Vitamin B tiga puluh kali lebih baik dari susu sapi segar, kalsiumnya 11 kali lebih banyak dari susu sapi segar, zat besinya 5 kali lebih tinggi dari bayam dan vitamin C 7 kali lebih banyak dari jeruk.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Panjangnya Klasifikasi Jamur Tempe
  • Khasiat Bawang Merah untuk Berbagai Penyakit
  • Percepat Proses Pencernaan dengan Enzim Pencernaan
  • Struktur Tumbuhan dan Fungsinya
  • Bakteri Spiral di Sekitar Kita
  • Mengenal Klasifikasi Bakteri Escherichia Coli
  • Mengenal Anatomi Fisiologi Sistem Perkemihan
  • Tumbuhan Paku dan Klasifikasi Tumbuhan Paku Semanggi
  • Fungsi Ginjal Dan Manfaatnya Bagi Tubuh Manusia
  • Proses Pencernaan Makanan dalam Tubuh Manusia
  • Bagian Sel Tumbuhan yang Tidak Ditemukan pada Hewan
  • Fermentasi - Bioteknologi Konvensional yang Masih Dibutuhkan
  • Hilangnya Jaring jaring Rantai Makanan (A Loss of Food Chain)
  • Struktur Organ Tubuh pada Manusia
  • Kekayaan Alam Hutan Hujan Tropis
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA