Tuyul - Setan Pencuri Harta
Ilustrasi tuyul
Pernahkah Anda mendengar cerita keberadaan tuyul? Banyak mitos beredar tentang kehadiran makhluk yang menyerupai anak kecil berkepala plontos ini. Kemunculan tuyul selalu diindentikan dengan tingkahnya yang jahil mencuri harta benda seseorang, baik berupa perhiasan ataupun uang.
Di Indonesia, sosok tuyul memang sepertinya dijadikan hal yang penuh misteri dan penuh mistik. Apalagi dengan sifat dan karakteristik sebagian orang Indonesia yang masih percaya pada takhayul. Bagi sebagian masyarakat, adanya makhluk tuyul bisa membuat seseorang bisa menjadi kaya raya dalam waktu singkat. Cukup dengan memelihara seorang tuyul, semua keinginan harta berlimpah akan didapatkan.
Kepercayaan ini tentu bertentangan dengan Islam. Dalam Islam, semua manusia dilarang keras menduakan Allah, baik dalam hal mencari rezeki. Apalagi dengan memelihara tuyul. Percaya dengan adanya tuyul dan menjadikannya sebagai sumber rezeki (menjadikan tuyul sebagai jalan peluang terbukanya rezeki) sama saja termasuk kategori musrik atau menduakan Allah. Hal ini tentu saja termasuk dalam dosa besar. Seseorang yang memelihara tuyul hendaknya takut akan azab dari Allah.
Hidup bergelimang harta dan kemudahan mendapat rezeki memang diinginkan oleh setiap orang. Hal ini yang menyebabkan sebagian orang berpikir pendek dengan cara memelihara tuyul. Mereka ingin mendapat harta benda tanpa bekerja keras. Namun, apabila jalan yang didapat bertentangan dengan agama dan kehalalan rezeki tersebut diragukan pasti akan membuat hidup seseorang tidak akan merasa nyaman. Mencari rezeki dengan tuyul sama saja memakan harta haram.
Tuyul Bekerja untuk Manusia Serakah
Tuyul dalam bahasa Jawa thuyul adalah makhluk halus yang berwujud anak-anak atau juga bisa juga disebut sebagai manusia kerdil berkepala gundul. Di beberapa daerah disepakati bahwa tuyul memiliki kulit berwarna keperakan. Tuyul juga bersifat sosial, dalam arti mereka memiliki lingkungan masyarakat dengan seorang pemimpin di lingkungan tersebut. Tuyul terkadang dapat menyerupai suara anak ayam.
Dalam mitologi nusantara, terutama di Pulau Jawa, tuyul dapat dipekerjakan oleh manusia yang bertindak sebagai majikannya untuk ditugaskan mencuri harta benda seseorang. Biasanya, tuyul akan beroperasi saat penghuni rumah yang dituju sedang terlelap di saat malam. Namun, tidak menutup kemungkinan tuyul akan beroperasi siang dan malam sesuai perintah sang majikan.
Masyarakat percaya untuk menangkal kehadiran tuyul, biasanya seseorang memasang yuyu - kepiting kecil - dengan baskom berisi air yang diletakkan di sejumlah sudut rumah. Hal ini ditujukan karena masyarakat percaya bahwa tuyul begitu menyukai binatang kecil ini.
Jika sudah bermain dengan yuyu, tuyul akan lupa dengan tugasnya mencuri harta penghuni rumah yang dituju sesuai tugas dari majikannya. Tuyul dipercaya berasal dari janin perempuan yang keguguran atau juga bayi yang mati ketika baru dilahirkan. Namun, hal ini tidak dapat dijadikan sandaran sebagai asal muasal tuyul.
Cerita ini hanya mitos yang masih perlu dibuktikan kebenarannya. Karena berasal dari bayi, maka tidak heran jika karakter tuyul begitu menyerupai tingkah pola anak-anak. Menurut laporan beberapa orang yang pernah melihat keberadaan tuyul, mereka mengaku bahwa tuyul gemar sekali bermain di tengah malam. Di beberapa kesempatan, ada juga yang berpendapat bahwa tuyul berasal dari makhluk sejenis alien.
Tuyul dikabarkan hidup di berbagai tempat yang angker dan tempat-tempat yang jauh dari rumah ibadah. Juga, di sisa-sisa reruntuhan bangunan tua ataupun tempat-tempat yang dikeramatkan oleh manusia.
Tuyul Hidup Bersama Tuyul
Di beberapa surat kabar, seringkali kita melihat iklan yang menawarkan tuyul untuk dipelihara. Seperti dalam sebuah koran, ada iklan yang berbunyi
"Ditawarkan tuyul yang mampu mencuri uang dan perhiasan. Tuyul kami dari spesies khusus yang kami peroleh dari Desa Krucuk Kabupaten Klaten. Tuyul kami memiliki tinggi kira-kira 5 hingga 6 sentimeter. Tuyul ini mampu dilihat dan diajak ngobrol oleh majikannya. Merawatnya pun mudah. Tuyul ini hanya butuh 5 tetes darah golongan AB atau O. Kami membuka mahar untuk tuyul ini seharga 5 juta rupiah."
Seperti itulah iklan-iklan yang kita temukan di berbagai surat kabar. Entah iklan itu benar atau tidak, perlu ditelusuri lebih lanjut.
Di daerah Panceng, Gresik, terkenal dengan daerah kerajaan tuyul. Di sana terdapat satu gunung yang terkesan sangat angker. Dan hal tersebut bisa dirasakan dari kejauhan. Aura mistis yang begitu pekat mengitari area gunung tersebut. Menurut masyarakat, di daerah ini sangat mudah mencari tuyul. Dengan ritual khusus dan bantuan seorang paranormal, mampu menembus wahana gaib dan berbicara dengan sang tuyul. Tentu ini harus ada kesepakatan antara kedua makhluk beda alam ini bila ingin saling membantu.
Jika mufakat telah didapat, maka masing-masing pihak terikat oleh peraturan yang berlaku. Misalnya tuyul akan meminta tumbal. Ini merupakan syarat utama dalam akad tersebut. Tumbal yang dimaksud dalam pesugihan ini bisa bermacam-macam tergantung kesepakatan. Namun, biasanya yang paling banyak terjadi adalah tuyul akan meminta tumbal kematian dari sahabat, saudara, bahkan anak-anaknya seseorang yang telah melakukan perjanjian hidup bersama tuyul.
Menurut para majikan, tuyul biasanya akan meminta disediakan sebuah ruangan atau kamar khusus di dalam rumah majikan. Di dalam kamar tersebut harus disiapkan satu ranjang tempat tidur beserta kelambunya. Kemudian meja tempat sesaji dan tempat uang seperti bakul tempat nasi. Di dalam ruangan atau kamar itu biasanya warna yang harus dominan adalah hijau, seperti warna sprei, sarung bantal, kelambu, taplak meja, dan lain sebagainnya.
Selain itu, kebutuhan-kebutuhan lain yang perlu dipersiapkan oleh sang majikan adalah mainan anak-anak, seperti cermin, dakon, boneka dari kayu, atau lainnya.Tuyul sangat suka bermain. Setiap hari, sang majikan diharapkan supaya membawa tuyulnya berjalan-jalan agar tuyul merasa senang dan betah bekerja untuknya. Makanan tuyul berupa bubur. Sedangkan yang menjadi makanan pokok mereka adalah darah, sesajen, dan kemenyan.
Seperti halnya anak-anak, tuyul pun memiliki sifat yang sama. Dia senang mencari induk sebagai ibu kandungnya. Si induk harus memperlakukan tuyul sebagaimana anaknya. Bahkan, ia harus rela untuk lebih mencintai tuyul ketimbang anaknya sendiri. Tuyul pun harus diberi air susu dan kebutuhan-kebutuhan biologis lainnya.
Tuyul dan Entertainment
Fenomena tuyul memang cukup heboh di masyarakat Indonesia. Kehebohan ini dijadikan peluang oleh sebagian produser acara televisi atau dunia hiburan di Indonesia. Sebut saja banyak sekali sinetron yang mengangkat tentang kisah tuyul. Mulai dari genre komedi, horor, atau lainnya. Kemunculan tuyul dalam sinetron "Tuyul dan Mbak Yul" diharapkan oleh sutradara dan produsernya membuat masyarakat tidak menjadi takut akan kehadiran sosok tuyul.
Sinetron ini cukup menyedot perhatian masyarakat, khususnya anak-anak. Mereka senang dengan sosok tuyul yang digambarkan sebagai seorang yang baik hati dan suka menolong. Bahkan, pemeran tuyul di sinetron ini kebanjiran job setelah memerankan sosok tuyul tersebut.
Beberapa artis yang pernah memerankan tokoh karakter tuyul adalah Oni Syahputra, Daus Mini, dan lainnya. Rata-rata pemeran tokoh tuyul memang mempunyai bentuk fisik yang menyerupai anak-anak.
Ditinjau dari segi agama, manusia yang memelihara tuyul akan banyak mendapatkan kerugian. Yang paling utama karena ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama. Allah akan menghinakan manusia yang tidak mau berusaha. Kerumitan demi kerumitan akan ditanggung oleh sang pemuja pesugihan karena pada dasarnya sifat keinginan itu akan selalu menguras batin seseorang yang melakukan kesepakatan hidup bersama tuyul.

