Filosofi Uang dan Sejuta Pesonanya
Tulisan ini bukan dalam rangka membahas bagaimana mencari, mengelola, apalagi “menernak” uang. Tetapi, lebih kepada kilasan singkat, budaya, arti, dan kegunaan pragmatis dari uang.
Dalam ilmu ekonomi uang diartikan secara umum diterima sebagai alat pembayaran untuk pembelian barang dan jasa. Uang memberi pilihan lebih mudah daripada barter. Barter tidak efektif dan efisien karena membutuhkan orang yang memiliki minat yang sama.
Kesulitan barter salah satunya adalah menentukan nilai dalam pertukaran. Di samping itu “uang barter” lebih sulit disimpan mengingat bentuknya yang beraneka ragam dan berbeda-beda.
Apalah artinya sejarah uang dengan segala asal-usulnya. Orang barangkali sudah tidak ambil pusing dengan semua itu. Tetapi, akan pusing kalau tidak punya uang. Benar, uang tidak dibawa mati. Namun, uang dapat menyelamatkan orang yang hampir mati.
Benar, uang adalah akar kejahatan. Namun, tidak punya uang menyebabkan pikiran orang menjadi jahat. Fungsi uang lebih praktis daripada sekadar merenungkan uang secara teoretis. Oleh karena itu, siang malam orang mencari uang. Meskipun pada akhirnya uang itu akan habis lagi dan habis lagi.
Manusia seperti “tak henti-hentinya” berpikir mencari, menjemput, menjaring, dan memasang “perangkap jebakan” agar uang terus mengalir. Mengapa manusia bertindak demikian? Sebab, ia ingin kaya. Kelak, kalau sudah kaya ia bisa bahagia dan membeli seluruh mimpi-mimpinya dan sejuta keinginan lainnya.
Padahal, penelitian menyebutkan dan sudah banyak ditulis dalam referensi. Kebahagiaan datang dari keberlimpahan, rasa syukur, dan terangkatnya derajat sosial. Jadi, kendati pun Anda kaya-raya dan punya segalanya, selagi derajat sosial Anda tidak terangkat, Anda tidak bahagia.Sekalipun begitu, menjadi kaya adalah hak setiap orang.
Bahan Baku Dasar Pembuatan Uang
- Uang logam; emas atau perak mudah dikenali dan tidak mudah rusak atau hancur.
- Uang kertas terbuat dari kertas biasanya bergambar dan diberi cap yang sah.
- Uang zaman dahulu menggunakan kulit binatang, kerang, batu, logam, dan lain sebagainya. Terpenting pada saat itu bisa dijadikan alat pembayaran.
Teori Uang
- Teori uang statis mempelajari apakah sebenarnya uang? Mengapa uang ada harganya? Mengapa dan bagaimana cara uang beredar dan diedarkan? Jika mencetak uang mudah, mengapa tidak mencetak uang sebanyak-banyaknya? Teori ini tidak membahas perubahan nilai yang diakibatkan perkembangan ekonomi.
- Teori uang dinamis adalah kebalikan teori statis yakni mempersoalkan terjadinya perubahan dalam nilai mata uang.
Uang: Unik dan Lucu
- Pemerintah Filipina pada tahun 1998 pernah membuat uang kertas terbesar di dunia dan bernilai 100.000 peso.
- Bank Inggris pada tahun 1948 mengeluarkan uang kertas satuan setara dengan nilai £1,000,000
- Pertama kali ada ATM (Anjungan Tunai Mandiri) tahun 1968 di London.
- Peredaran uang palsu dapat membuat ekonomi suatu negara terganggu.
- Pada uang kertas, gambar wajah cantik Ratu Elizabeth II telah digunakan oleh lebih dari 33 negara.
- Uang kotor (haram) dan istilah cuci uang. Pernah benar-benar terjadi di Amerika. Sebab, saat itu mayoritas uang dolar terkontaminasi kokain dan banyak digunakan sebagai gulungan (alat penyedot) dari serbuk kokain ke hidung.
- Pada tahun 2009 Zimbabwe mengalami inflasi tertinggi di dunia. Peristiwa ini ditandai dengan pembakaran dolar.
- Ternyata pertama kali ada uang kertas adalah di Cina pada tahun 907 M.
Uang Kata Mereka
- Ketika uang berbicara, kebenaran tetap diam—Peribahasa Rusia.
- Dalam Tuhan kita “percaya,” yang lain harus membayar tunai—Peribahasa Amerika.
- Saya ingin hidup sebagai orang miskin dengan banyak uang—Pablo Picasso.
- Uang adalah agama semua orang—Voltaire.
- Jangan pernah menginvestasikan uang pada apa pun yang Anda makan atau untuk kebutuhan servis perbaikan—Billy Rose.
- Uang adalah indera keenam—H. Mulyadi MM
- Uang orang bijak adalah agama—Euripides.
- Uang menghasilkan uang—Peribahasa Indonesia.
- Uang seperti kotoran tidak baik kecuali menyebar. Jika Anda menimbunnya di satu tempat baunya seperti neraka—Peribahasa Jerman.
- Uang berbeda dari mobil atau gundik dan menjadi sama pentingnya dengan mereka yang memiliki dan mereka yang tidak—John Kenneth Galbraith.
- Uang, ternyata, persis seperti seks, Anda memikirkan hal lain jika Anda tidak memilikinya dan masih memikirkan hal-hal lain jika Anda sudah memilikinya—James Baldwin.
- Orang bekerja untuk memperoleh uang, tetapi enggan belajar agar uang bekerja untuk mereka— Kiyosaki.
- Tanpa uang, ketenaran sudah mati—Peribahasa Irlandia.
- Orang yang berpikir, uang tidak penting. Ini adalah semacam keangkuhan spiritual yang membuat orang berpikir bahwa mereka bisa bahagia tanpa uang—Albert Camus.
- Uang tidak berbicara, ia bersumpah—Bob Dylan.
- Taruh uang di dompet-Mu—William Shakespeare.
Percayalah, jika Anda benar-benar masih dapat menghitung uang Anda. Sungguh mati, Anda tidak benar-benar orang kaya.
Koleksi Uang Kuno
Setiap orang pasti memiliki hobi yang berbeda-beda, seperti menonton film, memancing, mengumpulkan komik, dan lain-lain. Salah satu hobi yang jarang dilakukan atau bisa dikatakan cukup langka adalah mengoleksi uang kuno atau istilah yang populer adalah “numismatik”.
Hobi mengoleksi uang adalah sesuatu yang unik karena uang kuno sangat susah didapat. Selain itu, hobi mengoleksi uang juga membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan tentunya kondisi keuangan yang memadai. Untuk menjadi seorang kolektor uang kuno sejati, banyak hal yang wajib dipelajari. Seorang kolektor uang kuno harus memiliki minat dan kemauan untuk belajar. Ada banyak literatur dan perkumpulan yang dapat dijadikan acuan, misalnya:
- Katalog Uang Kertas Indonesia cetakan 1996, 2005, atau 2010;
- Katalog Uang Logam Indonesia;
- Standard Catalog of World Paper Money (Krause);
- Catalog of Paper Money (Johan Mevius);
- katalog lelang dari berbagai balai lelang (lokal dan internasional);
- majalah atau literatur terbitan Asosiasi Numismatik Indonesia; dan
- informasi dari internet seperti blog atau yang lainnya.
Sumber-sumber informasi tersebut dapat memberi banyak pengetahuan seputar uang kuno, seperti jeis atau seri uang kuno (contohnya seri Soekrno 1960, seri Bunga Burung 1959, seri Pekerja 1958, dan seri-seri lainnya). Selain itu, infomasi lain yang didapat adalah harga dari setiap uang kuno tersebut.
Harga uang kuno dipengaruhi oleh kualitas uang itu sendiri. Semakin baik kualitas suatu uang kuno, maka semakin mahal harganya dan sebaliknya. Oleh karena itu, penting bagi para kolektor uang kuno untuk mempelajari kualitas suatu uang. Ada beberapa istilah khusus yang berhubungan dengan kualitas uang kuno, seperti Uncirculated, Extremely Fine, Very Fine, Fine, Very Good, Fair, dan lain-lain.






