Kesalahkaprahan Ucapan Lebaran Idul Fitri
Tela’ah apakah memang kalimat MINAL’AIDIN WAL FAIDZIN, merupakan kesalahkaprahan ucapan lebaran Idul fitri atau tidak jadi masalah menggunakan kalimat tersebut hanya saja harus diikuti dengan ucapan yang lain?
Masyarakat Indonesia sudah sangat akrab dengan kalimat ‘Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal’aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir Batin’. Apakah arti minal’aidin wal faizin adalah mohon maaf lahir batin? Ternyata bukan. Arti kalimat itu adalah termasuk orang-orang yang kembali sebagai orang yang menang.
Min artinya termasuk; Al’aidin artinya orang-orang yang kembali; wa artinya dan; alfaidzin artinya menang. Lalu adakah ucapan yang benar pada saat lebaran Idul Fitri? Ada dua alternatif apa yang seharusnya diucapkan pada saat lebaran Idul fitri.
Kalimat yang dituntunkan adalah dengan mengucapkan:
1. Selamat Idul Fitri. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Ja’alanallahu minal’aidin wal faidzin. Kullu aam wa antum bikhair. Artinya: Semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk dari orang-orang yang kembali (kembali dari perjuangan Ramadhan) sebagai orang yang menang. Semoga sepanjang tahun Anda dalam keadaan baik-baik.
2. Selamat Idul Fitri. Taqabbalallahu minna wa minkum, waja’alna waiyyakum minal’aidin walfaidzin. Artinya : Semoga Allah menerima amalan kami dan kamu sekalian dan menjadikan kita kembali fitra.
Dari keterangan di atas, ternyata tidak jadi masalah mengucapkan ‘Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal’aidin Wal Faizin. Mohon Maaf Lahir Batin’, tapi hendaknya ditambah dengan kalimat lain.
Tapi sebenarnya, kalau pun hendak menambahkan kata yang lebih gaul seperti dengan menggunakan pantun saja, atau apapun, tidak jadi masalah. Ini bukan menyangkut hal yang berdosa bila salah. Ini lebih kepada persoalan kebiasaan dan kemudahan memahami bahasa dalam pergaulan.
Kalimat-kalimat gaul ucapan lebaran Idul Fitri, misalnya:
- Burung dara, burung cendrawasih. Tidak terbang tinggi karena angin kencang. Setelah puasa dan merasa suci, Jangan tinggi hati, karena bisa terjengkang nanti. ‘Met Idul Fitri. Maafin saya ya.
- Puasa Ramadhan membuat kita semakin smart dan simpati. E sia-sia kalau kita tidak saling memaafkan, Frens. Maaf lahir batin ya.
- Para Fortuner ber-land cruiser ria hingga ke Everest dengan memakai Pajero sport. Ada yang sambil mendengarkan jazzy. Tapi Yaris tak ingin ke mana-mana. Dia tidak suka ke tempat yang Atoz. Dia lebih senang berjalan-jalan dengan kuda dan kijangnya bersilaturrahmi ke rumah teman-temannya di Lebaran ini. Aku ikut Yaris ke rumahmu ya? Kalau gak sempat aku titip maaf aja deh. ‘Met Lebaran. Maaf lahir batin.






