logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Kuliah    Universitas

UIN Jakarta - Merentas Lulusan Layaknya Ulama


Ilustrasi uin jakarta

         Daftar Isi
  1. Muasal UIN Jakarta
  2. UIN Jakarta Ganti Nama
  3. UIN Jakarta Saat Ini

Artikel ini akan membahas seputar UIN Jakarta. Pesatnya perkembangan pendidikan pasca Indonesia merdeka ditandai banyaknya perguruaan tinggi negeri yang dibuka.

Mulai dari Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Negeri Bandung (ITB), Universitas Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Airlangga (Unair), dan sederet lagi perguruan tinggi terkemuka lainnya. Baik bersifat umum (universitas) atau pun khusus (sekolah tinggi/institut). Dan salah satu institut terkemuka tersebut adalah Universitas Islam Negeri Jakarta (UIN Jakarta).  

Muasal UIN Jakarta

UIN Jakarta Berganti Nama

Ketika awal berdiri (1957), nama UIN Jakarta adalah ADIA. Saat itu, setidaknya ada dua sekolah tinggi Islam yang dikenal luas oleh masyarakat, yaitu PTAIN dan ADIA.

Untuk lebih mengoptimalkan kinerja dua sekolah tinggi tersebut, pemerintah menggabungkannya menjadi satu lembaga pendidikan tinggi agama Islam negeri bernama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) al-Jami'ah al-Islamiyah al-Hukumiyah. 

Legal formalnya adalah Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 11 Tahun 1960 tertanggal 24 Agustus 1960. Diresmikan oleh K. H. M. Wahib Wahab sebagai Menteri Agama Republik Indonesia, IAIN (sebelum berganti jadi UIN Jakarta) ini dipimpin oleh Prof. Mr. Sunarjo sebagai rektornya. 

Tahukah di mana letak IAIN pertama di Indonesia itu? Ya, tempatnya ada di Kota Yogyakarta. Bukan di Jakarta seperti sekarang. Lalu bagaimana ceritanya hingga bisa pindah ke Jakarta? Dan kini juga dikenal luas oleh masyarakat sebagai UIN Jakarta? IAIN al-Jami'ah al-Islamiyah al-Hukumiyah tidak lama usianya.

Hanya selama tiga tahun (1960 - 1963), karena setelah itu lokasi IAIN dipindah ke kota pusat pemerintahan Indonesia, Jakarta. Namanya kembali berganti menjadi IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (sebelum jadi UIN Jakarta).

Ketika itu pula, di setiap ibukota provinsi atau kota besar di seluruh Indonesia mulai banyak berdiri IAIN-IAIN seperti di Jakarta. 

Sebenarnya, nama UIN Jakarta belum digunakan ketika sekolah tinggi (universitas) yang mengkaji ilmu-ilmu Islam itu didirikan. Yaitu pada  1 Juni 1957 disepakati sebagai hari lahir (dies natalis) dari UIN Jakarta.

Nama saat didirikan adalah Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA). Bertujuan mendidik lulusan para guru agama Islam yang akan bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Departemen Agama Repubik Indoenmsia. 

Wajar saja jika setiap lulusan UIN Jakarta pasti identik dengan guru agama Islam. Karena untuk itu UIN Jakarta didirikan. Mahasiswanya pun saat awal-awal berdiri bukan dari masyarakat umum. Tapi, dari para tenaga fungsional di lingkungan Departemen Agama yang lolos seleksi (ikatan dinas).

Setelah beberapa waktu kemudian, barulah mahasiswa umum bisa belajar di UIN Jakarta. Namun setelah lulus, mereka tetap harus bekerja sebagai guru agama di sekolah umum, sekolah kejuruan, maupun sekolah agama.

Jurusan yang ada ketika itu hanya ada tiga, yaitu Jurusan Pendidikan Agama, Jurusan Bahasa Arab, dan Jurusan Da’wah wal Irsyad (Jurusan Khusus Imam Tentara).

Materi perkuliahan ketika UIN Jakarta berdiri, tak jauh-jauh dari kurikulum untuk mendidik para calon pengajar agama. Yaitu bahasa Indonesia, bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Perancis, bahasa Ibrani, Ilmu Keguruan, Ilmu Kebudayaan Umum dan Indonesia,

Sejarah Kebudayaan Islam, Tafsir, Hadits, Musthalah Hadits, Fiqh, Ushul Fiqh, Tarikh Tasyri’ Islam, Ilmu Kalam/Mantiq, Ilmu Akhlaq/Tasawuf, Ilmu Filsafat, Ilmu Perbandingan Agama, dan Ilmu Pendidikan Masyarakat adalah jurusan yang juga disediakn oleh UIN Jakarta.

Sangat lengkap bukan? Memang seperti itulah lulusan yang diharapkan dari UIN Jakarta. Seorang pengajar yang punya bekal ilmu agama dan dunia dengan tingkat mumpuni.

Layaknya para ulama Islam yang juga terkenal akan kedalaman dan keluasan ilmu mereka. Tidak hanya fasih dalam segala ilmu tentang Islam, tapi juga mengusai ilmu-ilmu lain yang notabene bukan membahas tentang keislaman. 

Kembali ke awal berdirinya UIN Jakarta, secara resmi, 1957 dianggap tahun kelahirannya. Namun, jangan dikira usia sesungguhnya adalah pada tahun tersebut.

Universitas Islam terbesar di Indonesia itu sudah dirintis kelahirannya sejak lima tahun sebelum Indonesia merdeka.

Universitas Islam terbesar di Indonesia itu sudah dirintis kelahirannya sejak lima tahun sebelum Indonesia merdeka.   Kok bisa? Iya.

Para ahli sejarah mencatat bahwa pada 1940 (jauh hari sebelum UIN Jakarta berdiri), umat Islam di bawah payung Persatuan Guru Agama Islam (PGAI) di Padang mendirikan Sekolah Tinggi Islam (STI).

Tapi, sekolah ini tak bertahan lama. Ketika Jepang mengambil alih penjajahan Belanda di Indonesia pada 1942, sekolah tersebut bubar karena dilarang. 

Selama penjajahan Jepang, beberapa tokoh muslim nasional terus berusaha mendirikan sekolah yang dapat mengakomodir kepentingan pendidikan bagi umat Islam (seperti UIN Jakarta saat ini). Namun berbagai usaha tersebut selalu gagal. Karena tekanan yang terus menerus dari para tokoh nasional dan situasi di medan perang yang tak berpihak pada negeri Nippon itu (sering kalah dalam pertempuran), membuatnya Jepang mengalah.

Jepang memberi ijin berdirinya sekolah yang bernama seperti sebelumnnya, yaitu Sekolah Tinggi Islam (STI). Para tokoh Islam atau ulama seperti Drs. H. Mohammad Hatta, KH. Kahar Mudzakkar, K.H. A. Wahid Hasjim, K.H. Mas Mansur, KH. Fathurrahman Kafrawi, Mohammad Natsir dan Farid Ma’ruf, ada di belakang pendirian STI. Mereka juga merupakan tokoh berdirinya UIN Jakarta.

Mereka saling bergandengan tangan dalam mengembangkan sekolah yang setelah Indonesia merdeka itu, diubah namanya jadi Universitas Islam Indonesia (UII) pada 22 Maret 1948. Tapi ini belum akhir perjalanan dari sekolah yang merupakan cikal bakal UIN Jakarta.

Ketika ada kebijakan dari pemerintah mengenai pentingnya mendirikan perguruan tinggi agama Islam, maka pada 26 September 1950, Fakultas Agama UII dipisahkan dan menjadi Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN). Keberadaan dari PTAI ini kemudian jadi pemicu lahirnya Akademi Dinas Ilmu Agama (yang kini beragama UIN Jakarta) tahun 1957. Yaitu untuk mendidik para tenaga pengajar agama Islam agar dapat juga mengajar ke sekolah umum.

UIN Jakarta Saat Ini

Perkembangan ilmu yang terus berkembang, disikapi oleh UIN Jakarta secara progresif. Pada 1998, rektor Dr. Azyumardi Azra, M.A menggagas dibentuknya konsep universitas.

Menggantikan konsep institut pada saat itu. Terobosan yang dilakukan oleh Azyumardi adalah dengan membukanya jurusan Psikologi dan Pendidikan Matematika pada Fakultas Tarbiyah, serta Jurusan Ekonomi dan Perbankan Islam pada Fakultas Syari’ah pada tahun akademik 1998/1999.

Tahun berikutnya (2000) IAIN Jakarta atau UIN Jakarta kembali membuka program pendidikan non agama yaitu Program Studi Agribisnis dan Teknik Informatika, serta Program Studi Manajemen dan Akuntansi.

Tahun selanjutnya juga begitu (2001), bahkan diikuti kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan atau donasi luar negeri, seperti Islamic Development Bank (IDB), McGill University, Leiden University (INIS), Universitas Al-Azhar (Kairo), King Saud University (Riyadh), dan banyak lagi lembaga internasional lainnya. 

Ini menandakan bahwa IAIN Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta) tidak hanya mendidik lulusan ilmu-ilmu agama, tetapi juga ilmu-ilmu umum (selain agama).

Begitu pula kebijakan bekerja sama dengan lembaga atau universitas luar negeri, mengisyaratkan kesungguhan untuk menjadi lembaga pendidikan (universitas) modern.

Akhirnya pada 20 Mei 2002, secara resmi IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta berubah menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta).

Perubahan yang turut memicu IAIN-IAIN di kota lain untuk mengikuti jejak menjadi lembaga pendidikan bertaraf internasional (modern).

IAIN-IAIN itu adalah UIN Alauddin (Makssar), UIN Maulana Malik Ibrahim (Malang), UIN Sultan Syarif Kasim (Riau), UIN Sunan Gunung Djati (Bandung), dan UIN Sunan Kalijaga (Yogyakarta).

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengenal UPI Bandung Lebih Dekat
  • Peran Perguruan Tinggi di Indonesia
  • Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan Sejarah Berdirinya
  • Menjadi Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
  • Pendaftaran Undip Semarang Tahun Akademik 2012/2013
  • Profil Universitas Tanjungpura
  • Teknik Perminyakan ITB: Lulusannya Jadi Pengusaha Minyak
  • Profil Universitas Bung Hatta Padang
  • Kampus Keren Universitas Tarumanegara
  • Sekolah Tinggi dan Universitas di Bogor
  • Prodi Unik di Universitas Dharma Persada
  • Profil UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Beasiswa ITB, Solusi Kuliah bagi si Miskin
  • IKIP Bandung Itu Kini Bernama Universitas Pendidikan Indonesia
  • Profil Unpad Bandung
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA