Ujian Sekolah SD, Upaya Mengetahui Ketercapaian Target Pembelajaran
Untuk mengetahui tingkat penguasaan materi pelajaran, maka di dunia pendidikan dilaksanakan proses ujian. Pada tiap jenjang tingkat satuan pendidikan, ujian dilaksanakan secara periodik dan berkesinambungan. Ujian sekolah SD diselenggarakan paling akhir setelah tingkat satuan pendidikan di atasnya, yaitu SMP, dan SMA.
Ujian sekolah SD merupakan ujian yang diselenggarakan dalam upaya menentukan tingkat kemampuan anak didik sehingga diketahui kelayakannya menyandang predikat lulusan SD. Kemampuan yang didapat anak didik lulusan SD adalah kemampuan dasar sehingga masih perlu ditingkatkan lagi, yaitu di tingakt satuan pendidikan selanjutnya.
Selama ini kita beranggapan bahwa sekolah di SD merupakan langkah persiapan untuk menghadapi proses pendidikan yang lebih tinggi lagi. Dan, pendidikan di SD merupakan dasar dari semua pendidikan formal yang akan kita lalui. Dengan mengikuti proses pendidikan di SD, maka kita dapat melanjutkan proses pendidikan di tingkat selanjutnya. Tentu saja setelah kita dinyatakan lulus dalam ujian sekolah SD.
UASBN, Target Mencapaian Proses Pembelajaran SD
Untuk tingkat satuan pendidikan SD, ujian sekolah dilaksanakan dengan menyelenggarakan proses ujian yang dikenal dnegan UASBN yaitu ujian akhir sekolah berstandar nasional. Ujian ini sebenarnya hanya untuk mengetahui tingkat kemampuan anak didik dalam penguasaan materi pembelajaran. Dengan mengikuti ujian sekolah SD ini, maka anak didik tidak mengenal tidak lulus. Mereka tetap lulus walaupun nilai perolehannya rendah.
Bahwa aplikasi ujian nasional sebagai upaya mengetahui tingkat kemampuan anak didik secara murni hanya dapat diterapkan di sekolah dasar. Kenyataannya memang seperti ini. Sementara di sekolah lanjutan ujian akhir ternyata telah dijadikan sebagai satu-satunya standar kelulusan anak didik. Jika anak didik memperoleh nilai di bawah standar kelulusan, maka dinyatakan tidak lulus.
Sementara itu, ujian sekolah SD benar-benar dipergunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan anak didik sebab nilai yang diperoleh sama sekali tidak menentukan anak tersebut lulus atau tidak lulus. Hal ini karena di tingkat SD, kita tidak mengenal anak didik tidak lulus.
Anak SD memang tidak ada yang tidak lulus sebab ujian sekolah SD diselenggarakan sebagai upaya untuk mengetahui tingkat kemampuan anak didik serta mengetahui target pencapaian proses pembelajaran.
Di tingkat SD, ketika anak didik mengikuti ujian sekolah SD, maka setelah pengumuman perolehan nilai, maka nilai tersebut tidak dipergunakan untuk menyatakan kelulusan atau ketidaklulusan anak didik, melainkan murni untuk mengetahui kemampuan anak didik.
Kenyataannya, UASBN hanyalah dipergunakan untuk mengetahui target pencapaian proses pembelajaran SD. Dan, yang terpenting, nilai tersebut tidak dijadikan sebagai nilai penentu kelulusan anak didik di tingkat SD. Oleh karena itulah, kita tidak pernah mendengar ada anak SD yang tidak lulus dalam mengikuti ujian sekolah SD. Yang kita dengar hanyalah perolehan nilai yang rendah!
Wajib Belajar 9 (sembilan) Tahun
Program pembelajaran di tingkat satuan pendidikan Dasar atau SD memang diarahkan untuk mempersiapkan anak didik untuk memiliki kompetensi dasar sehingga mempunyai bekal untuk menghadapi kehidupan lebih baik.
Oleh karena itulah, maka pemerintah mencanangkan program wakjib belajar (wajar) 9 (sembilan) tahun untuk anak-anak usia sekolah. Program ini diharapkan dapat memberikan bekal yang layak, walaupun minimal kepada anak-anak sehingga mampu hidup, survive dan tidak mengalami kesulitan hidup.
Program wajib belajar yang diterapkan pemerintah mengarah pada persiapan anak didik hingga mempunyai kesempatan belajar selama 9 (sembilan) tahun, yaitu dari tingkat SD hingga SMP. Dan, mungkin program ini juga merupakan salah satu pertimbangan pemerintah sehingga untuk ujian sekolah SD dilakukan tanpa ada anak didik yang tidak lulus.
Dengan program wajib belajar seharusnya anak didik memang lancar dalam proses pembelajarannya. Kita tidak dapat menghalangi, walaupun kenyataannya anak didik begitu rendah kemampuan intelektualnya, tetapi tetap harus kita lancarkan proses pembelajarannya. Termasuk dalam hal ini ujian sekolah SD.
Upaya Penyadaran Kemampuan Intelek anak
Ujian sekolah SD diarahkan agar anak didik menyadari bahwa proses pembelajaran selalu dilakukan evaluasi dan hasil evaluasi tersebut merupakan gambaran kompetensi yang dimiliki oleh setiap anak didik. Jika ada anak didik yang mendapatkan hasil evaluasi jelek, maka itu berarti kemampuannya hanya setingkat itu. Tetapi, jika mendapatkan hasil maksimal, berarti kemampuannya juga maksimal.
Oleh karena itulah, maka seharusnya ujian sekolah SD benar-benar dilaksanakan sebaik-baiknya sebab hal tersebut merupakan upaya untuk mempersiapkan kompetensi dasar anak didik. Dalam hal ini kita mencoba untuk menyadarkan kemampuan intelek anak didik.
Ujian sekolah SD diarahkan agar anak didik mengetahui bahwa untuk menjadi pandai, dapat melanjutkan sekolah tingkat lebih tinggi lagi, maka mereka harus mendapatkan nilai yang tinggi. Untuk itu, mereka harus belajar dan belajar.
Semoga tujuan ini benar-benar dapat direalisasikan dengan kerjasama semua pihak terkait dalam proses pendidikan, terutama di tingkat satuan pendidikan dasar atau SD. Semoga.






