logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Ukhuwah Islamiyah

Ukhuwah Islamiyah

Oleh: AnneAhira.com Content Team

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu, damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (QS Al-Hujurat [49]: 10)

Ukhuwah Islamiyah diterjemahkan sebagai persaudaraan antara sesama muslim. Persaudaraan tersebut tidak dibatasi dengan sekat-sekat kelompok, ras, dan bangsa. Saat persaudaraan telah terbangun, tak ada lagi pertentangan. Yang ada hanya semangat berbagi, saling memperhatikan, dan selalu siap berkorban untuk meringankan beban saudaranya.

Ada banyak cara untuk membangun ukhuwah Islamiyah. Mulai dari shalat berjamaah di masjid, menghadiri majelis taklim, berdiskusi agama, dan masih banyak lagi. Hal-hal sederhana tersebut akan semakin menyatukan dan menjadi kekuatan umat Islam di masa datang. 

Bagaimana Mewujudukan Ukhuwah Islamiyah

Tugas utama manusia adalah menegakkan dien (agama) Allah SWT, dan ajaran Islam akan tegak jika ada masyarakatnya yang Islami yang terbentuk dari persaudaraan dan cita-cita karena Allah SWT semata. Ukhuwah islamiyah merupakan persaudaraan yang terbentuk oleh suatu ikatan yang mengalahkan ikatan atas dasar darah dan keturunan, yaitu ikatan hati atas dasar akidah Islamiyah, keimanan dan taqwa , Allah SWT berfirman :

“ Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat” (QS. Al-Hujurat : ayat 10 )

Ukhuwah islamiyah merupakan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT dan atas kehendak-Nya. Ikatan hati tidak dapat terjadi jika didasari oleh kekuatan materi atau kepentingan lain, ikatan hati akan terwujud oleh kekuatan akidah dan persaudaraan sejati seperti yang disebutkan dalam Al-Quran :

“Dan yang mempersatukan hati-hati mereka ( orang-orang yang beriman), walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah  mempersatukan hati mereka sesungguhnya Dia maha perkasa lagi maha bijaksana” ( QS, Al-Anfal : 63 ).

Rasulullah SAW, mengambarkan bagaimana seharusnya ummat Islam terpadu dalam suatu bangunan :

“Setiap mukmin yang satu bagi mukmin lainnya bagaikan satu bangunan, satu di antara lainnya saling memperkokoh ”

Kalau kita lihat sebuah bangunan yang kokoh dan megah, tentunya disana ada beberapa material yang dibutuhkan untuk saling menguatkan. Contohnya besi beton bertugas untuk mengokohkan pilar-pilar, begitu juga tembok, batu-bata dan lain sebagainya,  agar tampak kelihatan rapih dan bersih lalu dipoles dengan cat berwarna warni jadilah sebuah bangunan yang kokoh.

Begitu juga dalam kehidupan muslim dengan terbentuknya rasa ukhuwah islamiyah maka Islam ini akan lebih terlihat kuat dan indah. Kita lihat ke belakang ke masa-masa saat sejarah mencatat ummat Islam hampir-hampir tidak pernah kalah baik fisik maupun militer, bahkan imperium romawi yang begitu besar dikalahkan oleh pasukan Islam pimpinan Shalahuddin Al Ayubi dalam perang salib.

Ilmu pengetahuan dan budaya Islam pernah memimpin dunia selama lebih dari 600 tahun dan berbagai kejayaan lainnya  yang memukau bangsa barat. Semua kejayaan itu dapat dicapai oleh ummat terdahulu karena mereka yakin bahwa kemenangan pasti akan Allah berikan kepada orang-orang yang beriman dan hanya bila orang-orang beriman menjadikan Allah ta’ala dan Rasul-Nya dan orang-orang beriman dan taqwa sebagai penolongnya.

Dan kemenangan yang sebenarnya hanya akan muncul setelah cinta kepada Allah dan Rasulnya menancap kokoh dalam sanubari seorang muslim menjadikan Allah sebagai Ilah dan Rasulnya sebagai model dalam hidupnya serta menjadikan orang-orang beriman lainnya sebagai saudara. Jadi umat Islam akan selalu menang manakala memiliki dua potensi kekuatan yaitu kekuatan aqidah dan kekuatan ukhuwah islamiyah serta mewujudkan keduanya dalam realita kehidupan. Firman AllahSWT :

“ Dan barang siapa mengambil Allah dan rasul-Nya dan orang-orang beriman sebagai penolongnya maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang”.(QS.  Al-Maidah : 56 )

Dengan menjalankan ajaran islam yang kaffah (menyeluruh) maka Allah pasti akan memenuhi janjinya dengan apa yang telah Allah janjikan dalam Al-Quran.

Karena Al-qur’an dan hadist merupakan pedoman hidup bagi kaum muslim agar dalam menjalankan hidupnya sesuai dengan syariat-Nya, dengan menjalankan syariatnya maka pertolongan Allah pun akan semakin dekat.

Langkah-langkah dalam Ukhuwah Islamiyah

Untuk mewujudkan ukhuwah islamiyah yang benar-benar kuat dan utuh tidaklah mudah, melainkan membutuhkan proses yang bertahap dan berkesinambungan. Sekurangnya ada empat upaya yang diperlukan untuk mewujudkan ukhuwah islamiyah, yaitu :

1. Ta’aruf (Saling Mengenal)

Dalam tahap ini sesama muslim saling mengenal baik dari aspek fisik, pemikiran, maupun kejiwaan. Dan dengan pengenalan ini, sesame muslim dapat saling menghayati hakekat perbedaan-perbedaan yang ada dan mampu menerimanya sebagai kehendak Allah Swt. Allah Swt berfirman :

“Hai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu mengenal satu sama lain. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu dalam pandangan Allah ialah yang lebih bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Tahu dan Mengerti.” (QS. Al-Hujurat : 13)

2. Tafahum (Saling Memahami)

Pada tahap ini intensitas pengenalan terhadap saudara sesame muslim lebih mendalam yaitu sampai pada taraf memahami kebiasaan, kesukaan, ketidaksukaan, karakter, dan cara berpikir. Dari tahap ini akan timbul ikatan hati (ta’liful qulb) yang merupakan inti dari ukhuwah islamiyah, karena hati adalah sumber dari gerakdan sikap seseorang.

Bila hati telah terpaut dan jiwa telah berpadu dalam suatu ikatan yang bermuara pada simpul aqidah, maka barulah akan terwujud persaudaraan yang bersih dan penuh rasa kasih.

3. Ta’awun (Saling Menolong)

Saling membantu adalah salah satu sikap mulia yang Nampak memancar dari persaudaraan Islam seperti yang disebutkan dalam firman Allah Swt :

“Dan tolong menolonglah kamu (mengerjakan ) kebajikn dan taqwa, dan jangan tolong  menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Maidah : 2)

Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap tafahum (saling memahami). Saling mengenal tanpa saling memahami tidak akan membentuk hubungan antar individu yang mempu tolong menolong.

4. Takaful (Saling Mencukupi / menunjang)

Merupakan tahapan upaya yang tertinggi, dimana timbul rasa senasib sepenanggungan, baik dalam suka maupun duka. Setelah saling mengenal, kemudian ada sikap saling memahami yang akan memunculkan sikap saling membantu, maka Allah Swt akan memberi kemudahan pada rasa kebersamaan yang hakiki. Saat itulah kaum mukminin akan bersikap saling mencukupi dan saling menunjang dengan saudaranya, mengisi kekurangan dengan membagi kelebihan yang ada pada tiap individu.

Maha benar Allah atas firman-Nya pada (QS.Al Hasyr:9) yang mengisahkan tingkatan ukhuwah yang amat dalam dari kaum Anshar dan Muhajirin di masa Rasulullah Saw. Dalam tafsir ayat di atas, salah satu riwayat mengabarkan dari Anas bin Malik r.a. yang berkata :

“Seorang laki-laki mendapat hadiah kepala kambing dan ia adalah orang miskin, namun ia serahkan kepala kambing itu kepada tetangganya karena dilihatnya lebih miskin. Maka berputarlah kepala kambing tersebut kepada tujuh jiwa dalam tujuh rumah yang berbeda, lalu akhirnya kembali ke orang yang member pertama kalinya, maka turunlah ayat tersebut.”

Hak dan Kewajiban Sesama Muslim

Seorang muslim memiliki hak dan kewajiban terhadap muslim lainnya. Di antara hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang terpenting adalah menyebarkan salam, menjawab salam, menengok yang sakit, mengantarkan jenazah, memohonkan do’a, mendo’akan yang bersin, menolong yang dizhalimi (teraniaya), menolong yang kesulitan, saling menasehati, menutupi aib yang lainnya, menjauhkan diri dari perbuatan yang mengganggu atau merugikannya seperti dengki, zhalim, ghibah, dan naminah.

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairrah RA, bahwa Rasulullah Sawberkata :

“Hak sesorang muslim atas muslim ada enam, yaitu jika bertemu maka ucapkan salam kepadanya, jika diundang maka penuhilah, jika dinasihati maka nasihati pulalah ia, jika bersin dan mengucapkan Alhamdulillah maka do’akanlah yarhamukallah, jika ia sakit kunjungilah, dan jika meninggal maka antarkanlah (ke kubur) “.

Tolong di SHARE :
Share
 
Artikel Terkait

Kisah Islami Inspiratif
Banyak orang yang merasa jenuh dengan hidupnya dan terlibat dengan berbagai masalah. Kadangkala berbagi cerita dengan sahabat, orang tua, maupun teman yang lain tidak cukup. Untuk itu, mencari solusi suatu masalah dapat dilakukan dengan mengambil hikmah dari suatu kisah, seperti kisah Islami yang inspiratif. Selain mendapatkan penyelesaian atas masalah yang ada, Anda pun dapat memetik hikmah dari cerita tersebut, seperti semakin termotivasi untuk berbuat kebaikan, semakin menyadari keindahan Islam, dan ingin selalu dekat dengan Allah. Kisah Islami yang inspiratif bisa bersumber dari Al Quran maupun hadis. Dengan bahasa susunan kalimat batu, kandungan dalam Al Quran dan hadis tadi dijabarkan dan dibuat kisah agar orang lain lebih mudah memahami isinya serta termotivasi untuk mengamalkannya.

Penerapan Kata Sabar dalam Kehidupan Sehari-hari
Pernahkah Anda merasa ingin marah, mudah tersinggung, mudah terprovokasi, berteriak sekencang-kencangnya, dan bahkan melakukan kekerasan fisik terhadap seseorang hanya karena sesuatu hal yang terbilang sepele dilakukan seseorang terhadap Anda? Bila jawabannya ‘ya’, berarti Anda termasuk salah satu orang yang sulit menerapkan prilaku bersabar dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan kata sabar dalam keseharian memang bukanlah perkara yang mudah.

Ummi - Jalan Menuju Surga
Dari sekian kebaikan yang wajib dilakukan seorang manusia di bumi ini adalah kewajiban berbuat baik terhadap kedua orang tua. Mereka adalah ibu (ummi) dan bapak kita yang paling berjasa terhadap keberadaan dan kesuksesan kita saat ini. Terutama kepada ibu.

Sifat-sifat Orang Islam Dalam Kehidupan
Sifat manusia di dunia ini sangatlah beragam, mulai dari ada yang baik, jahat, amanah, penyabar, dan lain-lain. Manusia merupakan makhluk yang diciptakan Allah dengan sebagus-bagus bentuk dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah yang lain.

Tingkatan Ukhuwah Sesama Muslim
muslim di dunia diikat oleh satu ikatan yang dinamakan dengan ukhuwah islamiyyah. ukhuwah ini terjalin karena kesatuan akidah dan syariah. tulisan ini akan mengupas tentang tingkatan ukhuwah antara sesama muslim.

Pembagian Akhlak dalam Islam
mengerti tentang pembagian akhlak dapat memberikan pelajaran penting bagi kita dalam berpola tingkah sehari-hari. pembagian akhlak dapat digolongkan menjadi akhlak kepada diri sendiri dan kepada orang lain.

Akhlak dalam Keluarga
Islam telah mengatur bagaimana akhlak dalam keluarga. Hal akhlak dalam keluarga ini memberikan petunjuk bagaimana kehidupan suami dan istri serta bagaimana anak-anak yang dimiliki dalam keluarga tersebu tbersikap kepada kedua orang tuanya. Semua telah diatur di dalam Islam.

Topik Terkait
Ukhuwah Islamiyah
25 Nabi Dan Rasul
Abu Bakar Shidiq
Al-Irsyad
Al-Quran
Ali Bin Abi Thalib
Bacaan Shalat
Busana Muslim
Doa Qunuth
Ekonomi Syariah
Fatimah Azzahra
Fikih
Hadits
Hukum Waris
Ibadah Haji
Ibadah Puasa
Ibadah Shalat
Ibadah Umroh
Idul Adha
Idul Fitri
Ijtihad
Ilmu Mantiq
Ilmuwan-Ilmuwan Islam
Imam Al-Ghazali
Infak
Isra Miraj
Jihad
Khalid Bin Walid
Khusnul Khatimah
Kifarat
Kumpulan Doa
Lailatul Qadar
Madzhab-Madzhab Dalam Islam
Mahabah
Muhamadiyyah
Mukjizat
Munakahat
Nadhathul Ulama
Negara Islam
Peradaban Islam
Perang Salib
Perawi Hadits
Persis
Poligami
Politik Islam
Puasa Ramadhan
Puasa Sunnah
Qiyamul Lail
Riba
Rukun Iman
Rukun Islam
Sejarah Islam
Shadaqoh
Shalat Fardhu
Shalat Jama
Shalat Jenazah
Shalat Jumat
Shalat Khauf
Shalat Masbuq
Shalat Qashar
Shalat Sunnah
Shalat Sunnat Rawatib
Shalawat Nabi
Siti Aisyah
Sufi
Sujud Syukur
Sujud Tilawah
Sultan Saladin
Sumber Hukum Islam
Sunni
Syiah
Tafsir
Takbiratul Ihram
Taubat
Tauhid
Ummar Bin Khatab
Utsman Bin Affan
Wakaf
Walisongo
Wudhu
Zakat
Zikir

Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA