Ukuran Gawang Futsal dan Posisi Kiper
Ilustrasi ukuran gawang futsal
Permainan futsal mirip dengan permainan sepak bola. Bedanya ialah futsal merupakan miniatur dari sepak bola karena dilangsungkan di dalam ruangan (indoor). Sebagai permainan sepak bola mini, futsal memiliki peraturan yang berbeda dengan sepak bola, diantaranya ialah: jumlah pemain, luas lapangan, ukuran gawang futsal dan seterusnya.
Perbandingan Futsal dan Sepak Bola dapat dilihat dari beberapa keterangan di bawah ini:
Futsal
- Luas lapangan: 25-42 x15-25 m (panjang kali lebar)
- Ukuran gawang futsal : 2x3 m (tinggi kali lebar)
- Jumlah pemain 5 orang sudah termasuk penjaga gawang
- Lama permainan 2x20 menit
- Lama istirahat 10 menit
- Lama perpanjangan waktu 2x10 menit
Sepak bola
- Luas lapangan: 100-110 x 64-75 m
- Ukuran gawang: 2,5 x 7 m (tinggi kali lebar)
- Jumlah pemain 11 orang sudah termasuk penjaga gawang
- Lama permainan 2x45 menit
- Lama istirahat 15 menit
- Lama perpanjangan waktu 2x15 menit
Penjaga Gawang Futsal
Lapangan futsal yang kecil menyebabkan seringnya tendangan ke arah mulut gawang (goal shooting) yang dilancarkan oleh para pemain. Kondisi ini membuat kiper selalu mendapat tekanan setiap detiknya. Dengan ukuran gawang futsal yang lebih rendah dari gawang sepak bola, diiperlukan praktis dan latihan tertentu untuk seorang kiper futsal:
- Latihan goal skill. Yaitu latihan dengan memantulkan bola ke dinding berulang-ulang untuk membiasakan menangkap bola
- Latihan keseimbangan. Yaitu latihan berdiri dengan bertumpu pada satu kaki.
- Latihan meregangkan kedua kaki untuk kemudian ditekan sampai ke dasar. Sehingga didapati posisi dari ujung kaki sampai ke pangkal paha menempel di lantai. Lakukan sit up berulang-ulang pada posisi seperti ini.
Sedangkan untuk posisi stand by seorang kiper di depan gawang bisa menggunakan posisi X atau posisi L
- Disebut posisi X karena posisi kedua kaki yang menekuk membentuk huruf X. Sambil menghadapkan ke dua telapak tangan ke depan setara lutut, posisi pantat turun-naik. Hal ini dilakukan untuk menambah daya pegas guna mengantisipasi bola-bola atas. Meski posisi demikan sangat rentan untuk bola-bola bawah.
- Sedangkan disebut posisi L ialah karena salah satu kaki yang bertumpu pada lutut membentuk huruf L sedang kaki satunya ditekuk menyesuaikan. Ke dua telapak tangan tetap dihadapkan ke depan setara lutut. Posisi ini sangat bagus untuk mengantisipasi bola-bola bawah, akan tetapi tidak fleksibel dan bisa membuat kiper telat dalam merespon bola yang dioper.
Masih banyak teknik lain yang bisa ditemui di lapangan secara otodidak. Karena dengan berlatih terus-menerus akan mengasah kemampuan dan keterampilan semakin matang. Ingat kata pepatah Inggris: Practice makes perfect!

