Melirik Ukuran Lapangan Badminton

Badminton atau bulu tangkis telah menjadi salah satu cabang olahraga yang sangat digemari banyak orang, terutama masyarakat Indonesia.
Bukan apa-apa, cabang olahraga ini telah banyak melahirkan atlet-atlet bulu tangkis yang sudah mendunia. Sebut saja Rudi Hartono yang pernah beberapa kali merebut juara pertama di kejuaraan dunia, bahkan sampai sekarang belum ada atlet yang mampu memecahkan rekornya.
Lalu ada Haryanto Arby, Joko Supriyanto, Susi Susanti, Alan Budikusumah, Hendrawan, Ardy B. Wiranata, Taufik Hidayat, dan masih banyak lagi atlet-atlet yang telah mengharumkan nama bangsa.
Sejarah Bulutangkis
Cabang olahraga yang termasuk ke dalam kelompok olahraga permainan ini sudah dimainkan sejak lama. Tepatnya dari negara India yang waktu itu disebut dengan Poona. Waktu itu, permainan ini dimainkan dengan sangat sederhana.
Raket yang ada pun boleh dibilang hampir mirip dengan alat pemukul kasur sekarang, dan bola yang dipakai tidaklah berbulu, melainkan berupa lilitan kain yang diikat menjadi satu hingga membentuk seperti sebuah bola. Dan, waktu itu juga belum ada jaring (net) seperti sekarang.
Permainan ini kemudian dibawa ke Inggris dan dikembangkan di sana. Setelah dilakukan uji coba berkali-kali, akhirnya terciptalah sebuah alat pemukul yang sekarang disebut dengan raket (hanya saja dahulu masih terbuat dari kayu) dan bolanya sudah terbuat dari bulu unggas karena sifatnya yang ringan sehingga dapat melayang.
Bola inilah yang kemudian disebut dengan istilah kok. Tidak hanya itu, permainan ini pun memerlukan lapangan khusus sehingga disusunlah ukuran lapangan badminton yang juga terus mengalami perkembangan.
Seiring dengan perkembangan jaman yang terus berubah, alat dan peraturan permainan ini pun mengalami perubahan, yang tentu saja semakin maju dan modern. Pada tahun 1873, permainan ini dimainkan di taman istana milik Duke de Beaufort di Badminton Gloucerter Shire, sehingga sampai sekarang dinamakanlah permainan ini dengan sebutan badminton.
Dan orang-orang Inggris pulalah yang menciptakan peraturan-peraturan permainan ini dan membentuk persatuan bulutangkis tingkat nasional, termasuk menentukan ukuran lapangan badminton. Kalau di Indonesia sendiri, telah terbentuk Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada tanggal 5 Mei 1951.
Organisasi dan Pertandingan Bulu tangkis
Seiring dengan semakin meluasnya perkembangan bulu tangkis yang makin menyebar ke seluruh dunia (terutama ke Eropa, India, dan Tiongkok pada abad ke-17 dan kemudian sampai juga ke Indonesia), maka tercetuslah ide untuk membentuk organisasi atau badan bulutangkis internasional. Organisasi ini terbentuk pada tanggal 5 Juli 1934 dengan nama Internasional Badminton Federation (IBF).
Badan bulutangkis internasional tersebut kemudian menyelenggarakan kejuaraan beregu putra antarnegara pertama kali pada tahun 1948-1949 yang disebut Thomas Cup, kejuaraan beregu putri antarnegara pertama kali pada tahun 1956-1957 yang disebut Uber Cup, dan kejuaraan bulutangkis beregu campuran antarnegara pertama kali pada tahun 1989 yang disebut Sudirman Cup.
Selain ketiga kejuaraan dunia itu, ada pula kejuaraan All England, kejuaraan World Badminton Championship (kejuaraan dunia yang resmi), kejuaraan Asian Badminton Championship, dan juga menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade, Asian Games, dan Sea Games.
Ukuran Lapangan Badminton
Lapangan bulutangkis dibatasi dengan garis-garis dalam ukuran dan lebar tertentu. Mereka dibagi menjadi dua bagian yang sama besar dan dipisahkan oleh net yang tergantung di tiang net yang ditanam di pinggir lapangan.
Satuan yang digunakan sebenarnya adalah feet (ft) yang merupakan satuan paling umum di Inggris, sebagai negara yang pertama kali membuat peraturan permainan ini. Angka dengan satuan ini pun sehingga begitu mudah, misalnya luas lapangan dari garis terluar adalah 44 x 20 ft.

Ukuran Lapangan Badminton
Sedangkan di negara Indonesia, ukuran yang paling umum adalah meter (m). Oleh karena itulah ukuran lapangan badminton diaplikasikan dalam ukuran meter. Dengan asumsi 1 ft sama dengan 0,3048 m, maka luas lapangan dari garis terluar adalah 13,41 x 6,1 m. Ukuran lapangan badminton secara detail bisa dilihat pada gambar di atas.
Lapangan badminton terdiri beberapa kamar yang sama besar dan simetris. Kamar-kamar ini berfungsi sebagai batas servis atau pukulan pertama permainan. Servis biasanya dilakukan secara diagonal. Ukuran lapangan juga dibedakan berdasarkan jumlah pemain.
Untuk permainan tunggal (single) ukuran lapangan yang digunakan adalah 44 x 17 ft, sedangkan untuk permainan ganda (double) ukuran lapangan yang digunakan adalah 44 x 20 ft.
Tidak ketinggalan pula, berbicara tentang ukuran lapangan badminton, maka tidak boleh dilewatkan tentang ketinggian net. Tinggi tiang net yang digunakan adalah berukuran 5,1 ft atau 1,55 m, sedangkan tinggi netnya adalah 5 ft atau 1,52 m.
Lantai lapangan yang biasanya dipakai adalah sebagai berikut.
- Berbahan tanah atau pasir (untuk luar ruangan).
- Berbahan kayu (wood court).
- Berbahan karpet sintetis (porta court).
- Berbahan semen atau tegel (hand court).






