logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Berita    Unik    Hewan Unik

Heboh Ular Berkepala Manusia, Nyata atau Mistik?


 Ilustrasi ular berkepala manusia

Ketika muncul kabar adanya ular berkepala manusia, beragam tanggapan mencuat. Ada yang mengatakan fenomena hanyalah isapan jempol semata karena hal itu tidak mungkin. Ada pula yang menanggapi ular berkapala manusia sebagai sebuah kejadian aneh dan langka yang harus ditanggapi secara bijaksana. Tak sedikit pula yang menanggapi adanya fenomena tersebut dari sudut mistik.

Hal terakhir inilah yang paling menarik. Namanya juga mistik, akan menyeruak latar belakang dan akibat-akibat mistis dari kemunculan ular berkepala manusia tersebut. Kalau disebutkan satu per satu, hal-hal mistik sehubungan dengan kemunculan ular berkelapa manusia, bisa menghabiskan berlembar-lembar kertas. Tapi sebagai sebuah informasi yang memenuhi kaidah-kaidah berita yang baik, hampir semua media masa menyebarluaskan berita tentang kemunculan ular berkepala manusia ini.

Ular Berkepala Manusia - Cerita dari Mekkah

Kisah ular berkepala manusia itu pernah mencuat pula di Mekkah. Dalam ukuran logika, tak mungkin ular bisa berkepala manusia. Dipandang dari ilmu Biologi pun tak mungkin ini terjadi karena manusia dan ular tidak bisa dikawin silang secara vegetatif melalui cara stek. Begitu pun secara generatif karena antara ular dan manusia berbeda family.

Tapi kejadian ini konon pernah terjadi di tanah Mekkah. Usut punya usut, katanya ular ini adalah jelmaan seorang yang sedang beribadah haji. Pada saat  berada di depan hajar aswad, ia bergumam ketika melihat lempengan logam yang melindungi batu hitam itu kok seperti sarang ular. Beberapa saat kemudian, badan jemaah haji itu berubah menjadi ular dan kepalanya tetap kepala manusia. Lebih mengenaskan lagi, konon jemaah haji ini berasal dari Indonesia.

Tak ada berita resmi tentang kejadian ini. Namun yang pasti, ketika berita ini tersebar, ada pula yang berkomentar kalau Allah SWTmenghendaki, apapun bisa terjadi. Ada benarnya juga.

Ular Bekepala Manusia - Fenomena di Bogor

Munculnya ular berkepala manusia pernah menghebohkan warga Dramaga, Kabupaten Bogor. Awalnya, ular tersebut ditangkap oleh seorang dukun. Tak ada saksi mata bagaimana kejadiannya sehingga sang dukun bisa menangkap ular tersebut. Namun, kejadian menghebohkan itu tak begitu saja menghipnotis semua warga Dramaga. Buktinya, ada beberapa warga yang tidak percaya dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Petugas dari Polsek Dramaga pun bergerak cepat sebelum berita adanya ular berkepala manusia itu benar-benar menyebar luas dan meresahkan masyarakat. Untuk memastikan tentang ular itu, pihak kepolisian kemudian menghubungi ahli hewan dari Institut Pertanian Bogor. Maka, diperiksalah ular tersebut. 

Menurut keterangan Arina Fitri, dokter hewan dari Rumah Sakit Hewan Institut Pertanian Bogor, ternyata ular berkepala manusia itu palsu. Ular ini jelas ulah manusia. Bagaimana caranya? Masih menurut Arina Fitri, bagian kepala yang menyerupai manusia itu adalah potongan-potongan yang digabung dengan menggunakan perekat. Berdasarkan hasil penelitian dari Arina inilah, pihak kepolisian kemudian melakukan penyidikan. Sang dukun yang konon menangkap ular itu kemudian dimintai keterangan. Untuk menghindari amuk masa, sang dukun pun diamankan.

Ular Bekepala Manusia - Fenomena di Pati

Kejadian di Pati, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Ngemplak Kidul, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah lain lagi. Kemunculan ular berkepala manusia itu  beredar dalam bentuk rekaman video. Di dalam rekaman video tersebut terlihat jelas seekor ular dengan separuh badannya berbentuk kepala manusia.

Berbeda dengan ular berkelapa manusia yang menghebohkan warga Dramaga, Bogor, di dalam rekaman tersebut ular itu tak hanya berkepala manusia tapi juga memiliki dua buah tangan. Menurut kabar yang beredar, ular berkepala manusia dan memiliki dua tangan tersebut kini diamankan oleh Mbah Katon, seorang lelaki yang dikenal sebagai seorang tabib.

Bagaimana asal mula rekaman ular yang menghebohkan tersebut ? Gumadi, seorang warga Ngemplak Kidul mengatakan, ular tersebut ditemukan di sebuah gudang miliki warga. Ular itu diketahui ketika gudang tersebut akan diperbaiki. Khawatir kemunculan ular ini akan mengganggu keselamatan, maka pemilik gudang menghubungi seorang paranormal. Kepada paranormal tersebut, pemilik gudang meminta kalau memang ular tersebut adalah makhluk gaib, mohon segera dipindahkan karena gudang akan diperbaiki.

Menurut sang paranormal, ular tersebut memang ular gaib sehingga perlu diperlakukan secara gaib pula. Masih menurut keterangan Gumadi, lokasi tempat gudang berada, dahulunya adalah bekas hutan jati. Demi keselamatan bersama, warga pun sepakat untuk tidak melihat langsung keberadaan ular berkapala manusia yang sekarang ada di tangan Mbah Katon tersebut. Tapi kalau untuk melihat rekaman videonya, semua warga tetap melihatnya karena penasaran.

Ular Berkepala Manusia - Fenomena di Pademangan

Warga Pademangan, Jakarta Utara, juga pernah dihebohkan dengan kemunculan makhluk menyerupai ular dengan kepala mirip manusia. Makhluk aneh tersebut ditemukan H. Endang Darwis. Makhluk tersebut memang berkepala manusia, berambut pirang dengan dua buah tangan sementara bagian bawahnya berbentuk ular.

Menurut keterangan H. Endang Darwis, makhluk tersebut yang ia sebut sebagai ular aneh itu miliki seorang teman dan akan segera dikembalikan karena merasa terganggu dengan kehadiran warga yang terus antusias untuk melihat ular berkepala manusia tersebut.

Sekalipun H. Endang Darwis telah menjelaskan bahwa sesungguhnya ular itu adalah patung dan bukan makhluk hidup, tapi rupanya warga tidak percaya dan terus antusias ingin melihatnya. Pada akhirnya karena warga terus membludak, petugas dari Polsek Pademangan dan tokoh masyarakat harus turun tangan membubarkan kerumunan warga.

Ular Berkepala Manusia - Fenomena di Balikpapan

Kabar tentang ular berkepala manusia juga pernah menghebohkan warga Karang Joang, Balikpapan Utara. Kabarnya makhluk aneh tersebut ditemukan seorang warga yang pandai mengobat berbagai macam penyakit, Cholil, dari Gunung Belah, Balikpapan Tengah.

Menurut keterangan, ular itu ditemukan Cholil di sebuah hutan di belakang rumah Kurniadi, warga Karang Joang, Balikpapan Utara. Hal ini dibenarkan oleh Kurniadi sendiri. Ia bersama dengan Cholil yang mencari ular tersebut dan menemukannya tepat di bawah pohon sukun setelah membersihkan rerumputan yang ada di belakang rumahnya. Kurniadi sendiri mengaku merasa dihantui rasa takut yang luar biasa setelah menemukan ular tersebut, sehingga memutuskan agar makhluk tersebut diamankan Cholil.

Masih berdasarkan keterangan Kurniadi, malam sebelum menemukan ular tersebut, Cholil mengaku bermimpi. Dalam mimpinya itu dijelaskan bahwa ular itu ada di belakang rumah Kurniadi, sehingga keesokan harinya ia langsung mencarinya. Ular yang ditemukan Cholil itu berjenis kelamin betina.

Menurutnya, masih ada dua ekor lagi yang berjenis kelamin jantan dan belum ditemukan. Kedua ular yang belum ditemukan tersebut adalah suami dan anaknya. 
Warga yang berada di sekitar rumah Kurniadi juga telah siap untuk mencari ular yang dianggapnya bukan ular sembarangan itu. Warga lain bahkan sering mendengar suara tangisan dari belakang rumah Cholil.

Ular berkepala manusia boleh saja palsu seperti yang ditemukan di Dramaga, Bogor, tapi mungkin saja benar. Namun, kemunculan makhluk aneh tersebut jangan sampai menggiring orang untuk mempercayai bahkan melakukan hal-hal yang bisa menyeret pada perbuatan musyrik. Oleh karena itu, perlu ada peran serta ulama setiap menghadapi kejadian aneh seperti itu. Hal tersebut agar warga yang awam tidak terombang-ambing dalam kebimbangan apalagi kalau sampai melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama hanya karena percaya pada tuah dari makhluk aneh tersebut.

Fenomena Ular Berkepala Manusia

Apa yang akan kita katakan bila mendengar ular berkepala manusia? Reaksi pertama yang akan dialami setelah mendengar ada ular berkepala manusia adalah bertanya-tanya akan kebenaran fenomena yang baru saja didengar tersebut. Selain itu, rasa penasaran juga tak ayal membuat kita untuk berusaha melihat dan mencari informasi sebenarnya mengenai hal itu. 
 

Setelah melihat dan membuktikan sendiri keberadaan cerita tersebut dengan segala informasi yang didapat, mungkin kita akan bertanya kembali, bagaimana mungkin ada ular berkepala manusia di dunia ini? Bukankah hal ini terdengar sungguh mustahil?
Pada 2010, masyarakat Indonesia terutama masyarakat di daerah Sumatera pernah dikejutkan dengan penemuan fenomena ular berkepala manusia. Ular berkepala manusia yang lebih terlihat sebagai sosok wanita ini berukuran kecil dengan rambut panjang pirang terurai dengan tubuh ular melingkar.

Banyak masyarakat Indonesia berasumsi negatif terhadap fenomena yang telah ditemukan tersebut dengan menyebutkan bahwa ular berkepala manusia tersebut merupakan sebuah kutukan yang ditujukan pada seorang wanita. Ada juga yang mengatakan kalau ular berkepala manusia tersebut merupakan perwujudan lain dari bentuk jenglot yang pernah ditemukan pada tahun sebelumnya.

Perbedaannya dengan jenglot adalah bagian tubuh dari pinggang ke bawah. Jenglot hampir mirip dengan manusia biasa yang berukuran 15cm dengan tubuh dibalut bulu berwarna coklat, rambut panjang terurai, dan kuku pada tangan yang tajam serta runcing. Lain halnya dengan sosok ular berkepala manusia wanita yang memiliki bagian tubuh menyerupai tubuh ular serta memiiki sisik yang sama dengan ular pada umumnya.

Hal ini juga mengingatkan kita pada mitos Yunani kuno tentang kutukan yang pernah diterima seorang puteri. Puteri tersebut dikutuk menjadi ular. Orang Yunani pada saat itu menyebutnya dengan sebutan medusa. Ular berkepala manusia ini sangat ditakuti oleh masyarakat Yunani pada zamannya. Hingga sekarang, mitos ini masih melekat di kalangan masyarakat Yunani, bahkan kalangan masyarakat di seluruh dunia pun pernah mendengar mitos tersebut.

Kepercayaan Masyarakat Tentang Ular Berkepala Manusia

Ular berkepala manusia dipercaya sering mengganggu masyarakat setempat sehingga banyak korban yang mati dibuatnya. Ular berkepala manusia juga dipercaya memiliki daya magis yang besar sehingga hampir semua orang takut jika mendengar fenomena tersebut. Banyak yang menjadi korban ular berkepala manusia adalah lelaki. Mungkin daya magis yang dimilikinyalah yang dapat memikat para lelaki. Hal ini mengakibatkan banyak orang ingin membunuh ular berkepala manusia tersebut.

Akan tetapi, banyak orang yang urung melakukan niat tersebut karena ajal selalu menjemput. Kekuatan magis yang dimiliki ular berkepala manusia tersebut dipercayai oleh masyarakat sekitar terdapat di bagian mata. Bila kita menatap matanya, maka orang yang melihatnya akan berubah menjadi batu.

Walaupun cerita tentang ular berkepala manusia yang ditemukan di daerah Sumatera tersebut belum dapat dibuktikan kebenarannya, namun masyarakat sangat percaya bahwa kejadian tersebut merupakan kutukan karena perbuatan buruk.

Sosok ular berkepala manusia yang ditemukan di daerah Sumatera tersebut sangat mengerikan. Beberapa kabar burung juga mengatakan bahwa fenomena tersebut merupakan penjelmaan dari orang yang telah mati yang semasa hidupnya tidak pernah dekat dengan sang pencipta. Maka dari itu, ketika mati, wujud yang diterima di alam gaib oleh orang tersebut berbentuk ular.

Selain itu, ada juga beberapa orang yang berpendapat kalau ular berkepala manusia itu adalah perwujudan dari seorang manusia yang telah melanggar perjanjian dengan sebangsa jin. Ketika masa hidupnya, wanita tersebut menginginkan kehidupan di dunia dengan kemewahan. Maka dari itu, dia melakukan kesepakatan dengan sebangsa jin untuk membantunya. 

Setelah waktu berjalan, sosok wanita itu tidak memenuhi perjanjian dengan sebangsa jin tersebut sampai akhirnya sebangsa jin tersebut mengutuknya menjadi ular berkepala manusia.

Lalu ada juga yang berpendapat bahwa fenomena ular berkepala manusia tersebut merupakan peliharaan seseorang untuk memperkaya dirinya dan memuluskan segala rencana yang diinginkannya. Tetapi, kekuatan sang pencipta melebihi kekuatannya. Dan pada akhirnya, wujur ular berkepala manusia tersebut terbujur kaku tanpa bisa hidup dan bergerak kembali untuk membantu orang yang telah memeliharanya.

Mitos Ular Berkepala Manusia

Sangat sulit untuk menemukan fakta yang akurat tentang keberadaan fenomena yang ditemukan di Sumatera tersebut. Ular berkepala manusia dianggap sebagai kejadian mustahil yang di luar nalar manusia.

Akan tetapi, ular berkepala manusia tersebut memang merupakan sebuah mitos yang sulit untuk diungkapkan secara akurat faktanya. Bisa saja fenomena yang ditemukan di Sumatera tersebut merupakan hasil rekayasa seseorang. Lalu, rekayasa itu disangkutpautkan dengan sebuah fenomena gaib sehingga masyarakat semakin yakin akan fenomena yang telah ditemukan oleh seseorang tersebut.

Seperti halnya cerita Yunani kuno Medusa, cerita rekaan manusia yang mempunyai daya imajinasi tinggi, fenomena ular berkepala manusia juga bisa jadi merupakan rekayasa seseorang dan kemudian disebarluaskan sehingga menjadi mitos pada masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Sumatera.

Banyak orang yang menceritakan dan menyebarkan cerita tersebut pada masyarakat menyatakan bahwa mereka mempunyai alasan yang kuat mengapa tokoh ular berkepala manusia tersebut dihadirkan di tengah-tengah masyarakat. Bisa jadi orang tersebut mempunyai tujuan yang baik pada alam dan lingkungannya sehingga menciptakan sebuah cerita dengan tokoh ular berkepala manusia yang menakutkan dan dapat membunuh siapa saja dengan sekali tatap di kala ada orang yang akan mengganggu daerah kekuasaaanya.

Pada dasarnya, fenomena yang ditemukan di Sumatera dan cerita Yunani kuno tentang ular berkepala manusia tersebut bukanlah mitos yang hanya digembor-gemborkan untuk menakut-nakuti masyarakat. Akan tetapi, terdapat pesan moral di balik mitos yang beredar itu.

Jika benar bahwa ular berkepala manusia tersebut merupakan kutukan dari Tuhan, maka hal ini membuktikan bahwa kekuasaan terbesar di alam ini dimiliki oleh sang Pencipta. Pencipta mencoba untuk memperingatkan manusia akan kebesaran-Nya serta membuat manusia senantiasa ingat kepada siapa yang menciptakan seluruh alam ini.

Akan tetapi, jika hal ini merupakan rekayasa yang dibuat oleh oknum tertentu, maka kita bisa berasumsi positif dengan menganggap kalau fenomena ini membawa kita ke dalam proses penyadaran akan kekurangan manusia dalam bersosialisasi dengan baik, baik terhadap alam maupun terhadap sesamanya.
Lantas benarkah ada ular berkepala manusia di dunia ini? Mitoskah, kebenarankah, rekayasa manusiakah, mungkin masih banyak lagi yang dicari dan diungkapkan manusia mengenai ular berkepala manusia. Dengan begitu, ular berkepala manusia ini masih menjadi tanda tanya besar. Masih banyak fakta yang perlu dikumpulkan untuk membuktikan kebenaran fenomena tersebut agar bisa menjelaskan kepada masyarakat yang memercayainya.

Adanya fenomena ular berkepala manusia yang ditemukan di Sumatera tersebut menjadi pertanda untuk semua masyarakat, baik masyarakat Sumatera maupun Indonesia, bahwa selama kebenaran tersebut itu belum bisa dibuktikan, manusia hanya bisa berasumsi secara positif untuk menghadapinya.

Ini juga merupakan pertanda untuk kita dari pencipta agar manusia lebih bisa mengerti apa yang telah diciptakan oleh pencipta serta memahami dan mengejawantahkan keyakinan tersebut ke dalam kehidupan nyata. Ular berkepala manusia itu adalah mitos perwujudan dari bangsa jin. Percaya atau tidak dengan fenomena yang telah beredar tersebut bergantung pada kita sendiri.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Titanoboa Cerrejonensis Diduga Ular Terbesar
  • Beberapa Ikan Besar yang Diperlakukan Istimewa
  • Gurita Peramal dan Para
  • Ayo Lestarikan Hewan Tumbuhan Langka
  • Beberapa Makhluk Aneh Di Dunia
  • Daftar Hewan Terbesar di Dunia
  • Heboh Ular Berkepala Manusia
  • Mengenal Hiu Terbesar di Dunia
  • Berita Unik di Berbagai Belahan Dunia
  • Fenomena Ular Naga di Kalimantan yang Menghebohkan
  • Di Manakah Buaya Terbesar di Dunia?
  • Ular Terbesar di Dunia
  • Sturgeon - Ikan Terbesar yang Hampir Punah
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA