Umrah Ramadhan: Nikmat dan Menentramkan Batin
Perjalanan ibadah umrah dan haji menjadi cita-cita hampir semua umat Islam di dunia. Menginjakkan kaki di Tanah Suci, menjalankan perintah Allah swt., dan melakukan ritual ibadah di sana tentu sangat dinantikan oleh segenap umat Islam.
Apalagi, melaksanakan umrah di bulan Ramadhan. Allah swt. menjanjikan pahala yang berlipat ganda hingga 100.000 kali lipat. Sungguh luar biasa. Umrah tersebut dapat dilakukan di awal, di tengah, atau di akhir Ramadhan.
Umrah Ramadhan sangat dianjurkan karena umrah adalah ibadah yang disukai Rasulullah. Beliau berbondong-bondong dengan para sahabat berumrah di bulan Ramadhan. Selain itu, bulan Ramadhan mengandung banyak keistimewaan, di antaranya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih dari 1000 bulan.
Ramadhan adalah waktu yang sangat bagus. Kita bisa memohon ampunan atas segala dosa yang dilakukan selama ini.
Apalagi, suasana kota Mekkah dan Madinah sendiri terkondisikan untuk beribadah sehingga kita dapat beribadah lebih khusyuk sepanjang hari.
Pada waktu Ramadhan di tanah suci, kita dapat lebih fokus hanya beribadah kepada Allah swt. Padahal, tantangannya lebih berat karena cuaca di kota Mekkah dan Madinah saat Ramadhan biasanya sedang panas-panasnya. Tenggorokan akan terasa lebih kering dan lapar lebih terasa. Namun, tekad kuat membuat kita yakin dan ikhlas menjalankan ibadah puasa. Subhanallah.
Kita berangkat ke mesjid sebelum waktu salat maghrib tiba hingga menunaikan salat isya dan tarawih berjamaah di sana. Kita dapat tadarus Al Quran dan beritikaf hingga waktu sahur tiba.
Makan sahur beramai-ramai di mesjid dan shalat malam. Pagi hari, kita bisa kembali ke hotel untuk beristirahat dan shalat dhuha. Kemudian, kembali lagi ke mesjid waktu salat dhuhur dan ashar. Tidak lupa pula bersedekah dengan ikhlas.
Ada kebiasaan baik di kota Mekkah dan Madinah saat Ramadhan. Yaitu, persediaan makanan untuk buka puasa melimpah ruah. Para dermawan menyumbangkan makanan dan minuman untuk orang-orang yang berpuasa. Mesjid Nabawi di Medinah dan Masjidil Haram di Mekkah akan penuh dengan makanan sumbangan dermawan. Para jemaah dapat menikmatinya dengan gratis.
Tidak hanya itu, di jalan-jalan, para dermawan berebut membuka lapak menjelang maghrib tiba. Bukan untuk berjualan, melainkan untuk meletakkan sumbangan makanan dan minuman bagi orang-orang yang berpuasa. Tersedia kurma, roti, nasi kebuli, kari, susu, dan banyak lagi hidangan menggiurkan menanti kita. Mereka betul-betul senang saat kita mampir dan menyantap hidangan mereka saat buka puasa tiba.
Suasana Ramadhan yang menentramkan batin. Tidak heran, Ramadhan 2010, tercatat 25.000 orang jemaah dari Indonesia berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah Ramadhan.






