Profil Unair Surabaya
Ilustrasi unair surabaya
Universitas Airlangga atau Unair Surabaya termasuk salah satu perguruan tinggi tertua yang ada di Indonesia. Perguruan tinggi ini didirikan pada tahun 1954, yang pada saat ini termasuk dalam salah satu perguruan tinggi terbaik di Indoensia. Hingga saat ini, tidak kurang dari 20 ribu mahasiswa yang tercatat menuntut ilmu di perguruan tinggi tersebut. Mereka terbagi ke dalam 13 fakultas kesarjanaan dan program pascasarjana yang ada di Unair Surabaya.
Sejarah Unair Surabaya
Universitas Airlangga atau Unair Surabaya ini mempunyai sejarah yang cukup panjang sebelum berdiri sejara resmi dengan nama yang sekarang digunakan. Hal ini karena sejak Indonesia belum merdeka, sudah ada usulan kepada pemerintahan Belanda untuk membuat sebuah lembaga pendidikan. Lembaga ini dimaksudkan untuk mengajari para pemuda Jawa yang memiliki bakat dan ketrampilan khusus, untuk dibina menjadi ahli di bidang kesehatan. Usulan ini disampaikan secara resmi pada tanggal 9 dan 11 Oktober 1847.
Setelah melalui perjuangan panjang selama hampir dua tahun akhirnya pada tanggal 2 Januari 1849, dengan berdasar pada Keputusan Pemerintah No. 22, berdirilah Nederlandsch Indische Artsen School atau NIAS yang merupakan lembaga pendidikan dokter. Lembaga ini sendiri didirikan di Surabaya.
Sejak tahun 1913, lembaga pendidikan dokter ini diselenggarakan di Jl. Kedungdoro no 38 Surabaya. Namun sejak tahun 1923, penyelenggaraan pendidikan NIAS tersebut dipindah ke Jl. Mayjend Prof. Dr. Moestopo yang pada saat ini digunakan sebagai lokas Fakultas Kedokteran Unair Surabaya.
Perkembangan terjadi ketika Dr. Lonkhuizen yang pada waktu menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan mengajukan sebuah usulan mengenai pendirian Sekolah kedokteran Gigi di Surabaya. Sekolah ini sendiri sudah dirintis sejak bulan Juli 1928 hingga tahun 1945. Usulan ini memperoleh persetujuan dari Dr. R.J.F Van Zaben selaku Direktur NIAS.
Selanjutnya, sekolah tersebut kemudian dikenal dengan sebutan School Tot Opleiding Van Indische Tandarsten atau STOVIT. Di awal pendiriannya, sekolah kedokteran gigi atau STOVIT berhasil menjaring 21 orang siswa. Selanjutnya, ketika penjajah Jepang menguasai Indonesia mereka merubah nama STOVIT menjadi Ika Daigaku Shika, dengan menunjuk Dr. Takeda sebagai direktur pertama yang menjabab antara tahun 1942 sampai 1945.
Setelah Jepang kalah dalam perang dan Belanda kembali masuk ke Indonesia, mereka mengambil alih dan mengubah nama Ika Daigaku Shika tersebut dengan nama Tandheekunding Institute. Pada tahun 1948, sekolah ini statusnya diubah menjadi Universitier Tandheelkunding Institutt atau UTI. Ketika pemerintahan Republik Indonesia Serikat berkuasa, UTI diubah namanya menjadi LKID atau Institut of Dentistry. Nama ini digunakan selama empat tahun masa studi dengan dipimpin oleh Prof. M. Knap serta Prof. M. Soetojo.
Pada tahun 1948, Unari Surabaya statusnya adalah cabang dari Universitas Indonesia yang ada di Jakarta. Ada dua fakultas yang dimiliki oleh Unair Surabaya pada saat itu, yaitu Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi.
Unair Surabaya sendiri berdiri secar resmi pada tahun 1954. Dasar hukum pendirian universitas ini adalah peraturan Pemerintah No. 57/ 1954 dengan peresmian yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 10 November 1954. Tanggal ini sendiri dipilih untuk menghormati kota Surabaya yang dijuluki sebagai kota pahlawan, dimana tanggal 10 November sudah ditetapkan sebagai hari Pahlawan oleh pemerintah Indonesia.
Pada tahun 1954 ini pula, Fakultas Hukum Unair Surabaya didirikan. Sebelumnya, Fakultas Hukum yang ada masih berstatus sebagai cabang dari Fakultas Hukum, Ekonomi dan Sosial Politik dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Dengan didirikannya fakultas hukum ini, Unair Surabaya secara resmi memiliki tiga fakultas di awal pendiriannya yaitu Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Hukum.
Penggunaan nama Airlangga untuk universitas ini sendiri didasarkan pada sejarah di masa lalu. Airlangga adalah nama raja yang sempat berkuasa di kawasan Jawa Timur pada tahun 1019 sampai tahun 1042. Gelar dari Raja Airlangga ini sendiri adalah Rakar Galu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramatunggadewa. Namun masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan Prabu Airlangga.
Simbol yang digunakan sebagai lambang Universitas Airlangga Surabaya sendiri adalah burung Garuda. Burung Garuda ini dipercayai sebagai kendaraan dari Dewa Wisnu, yang membawa guci berisi air Amarta. Air Amarta adalah air yang dipercaya sebagai air kehidupan abadi. Dengan simbol ini diharapkan bahwa Universitas Airlangga merupakan sumber dari ilmu pengetahuan yang sifatnya akan abadi sepanjang masa.
Warna kebanggaan yang dimiliki oleh Universitas Airlangga adalah warna kuning dan biru. Warna ini diwujudkan dalam bendera universitas yang memiliki makna keagungan untuk warna kuning serta lambang kstaria dan jiwa yang mendalam pada warna birunya. Kedua warna tersebut dipilih dari warna selubung yang menutup patung Wisnu pada saat Universitas Airlangga ini diresmikan pertama kali oleh Presiden Indonesia, Ir. Soekarno pada tanggal 10 November 1954.
Program Studi
Pada saat ini Universitas Airlangga Surabaya memiliki 13 program pendidikan yang terdiri dari beberapa tingkatan. Mulai dari program diploma, sarjana hingga ke program pasca sarjana.
Fakultas yang ada di Universitas Airlangga antara lain adalah Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Hukum. Ketiganya merupakan fakultas tertua yang dimiliki oleh Universitas Airlangga dan masih berdiri hingga saat ini.
Selain ketiga fakultas tersebut, masih ada beberapa fakultas lain seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Sain dan Teknologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Keperawatan serta Fakultas Perikanan dan Kelautan.
Untuk program Pasca Sarjana, Universitas Airlangga memiliki beberapa program antara lain Ilmu Kedokteran Dasar, Imu Kesehatan Gigi, Ilmu Kesehatan Masyarakat. Selain itu masih ada pula untuk program Ilmu Kesehatan Olahraga, Ilmu Kesehatan Reproduksi, Ilmu Farmasi, Biologi Reproduksi, Imunologi, Ilmu Hukum, Ilmu Manajemen.
Program pendidikan pasca sarjana lain adalah Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu-ilmu Sosial, Pengembangan SDM, Ilmu Kedokteran Tropis, Magister Manajemen, Magister Akuntansi, Magister Hukum, Administrasi Kebijakan dan Kesehatan dan terakhir adalah Magister Notariat.
Selain program sarjana dan master, Universitas Airlangga juga membuka beberapa program pendidikan tingkat Doktor. Untuk program Dokotor ini, Universitas Airlangga memiliki beberapa disiplin ilmu antara lain di bidang Ilmu Kedokteran, Matematika dan Sains, Ilmu Hukum, Ilmu Ekonomi dan terakhir adalah Ilmu Sosial.
Lokasi Pendidikan
Untuk penyelenggaraan kegiatan belajar bagi segenap civitas akademika Universitas Airlangga, dilakukan di tiga kampus yang terpisah. Ketiga kampus tersebut masih berada di kawasan kota Surabaya, yaitu untuk fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi diselenggarakan di Kampus A. Kampus A terletak di Jl. Prof. Dr. Moestopo yang juga merupakan kampus pertama dari Fakultas Kedokteran.
Untuk kampus B, terletak di Jl. Dharmawangsa Dalem, Surabaya. Disini ada enam fakultas dan program pasca sarjana yang menggunakannnya sebagai kegiatan akademik. Fakultas yang ada di kampus B ini antara lain adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Farmasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Budaya dan Pasca Sarjana.
Kampus terakhir atau kampus C berada di Kawasan Mulyorejo, Surabaya Timur. Disini berdiri fakultas Sain dan Teknologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas ilmu Keperawatan, Fakultas Perikanan dan Kelautan serta kantor manajemen.

