Universitas Indonesia, Kebanggaan Negara
Hampir semua orang Indonesia mengenal kampus ini, karena dialah perguruan tinggi satu-satunya yang mengusung nama negara. Universitas Indonesia atau disingkat UI, demikian nama beken perguruan tinggi yang lahir nyaris berbarengan dengan kemerdekaan Indonesia itu. Walaupun kegiatan yang mengawali berdirinya sudah terjadi sejak beberapa puluh tahun sebelumnya.
Pada 2010 ini, Universitas Indonesia berumur lebih dari 50 tahun dan menjadi salah satu universitas tertua di Indonesia. Tolok ukur keberhasilan pendidikan di negeri ini seringkali diasosiasikan dengan UI. Dalam beberapa kesempatan, kampus yang identik dengan jaket kuning ini cukup sukses mengharumkan nama bangsa, walaupun pada beberapa sisi yang lain justru sebaliknya.
Peringkat 200-an Dunia
UI berhasil menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Salah satu indikatornya adalah hasil pemeringkatan beberapa lembaga dunia. Pada 2009 lalu, UI sukses menduduki urutan ke-201, peringkat terbaik yang berhasil dicapai sejauh ini. Sebelumnya, peringkat paling tinggi yang diraih berkisar pada angka 300-an dunia. Jauh berada di bawah kampus-kampus berkualitas di Amerika Serikat, Jepang, dan bahkan perguruan tinggi di Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Peringkat dunia menjadi sangat penting karena perguruan tinggi menunjukkan kualitas pendidikan sebuah negara. Itulah yang kini dikejar oleh UI. Rektor saat ini, Gumilar Rusliwa Sumantri, sangat gencar mengembangkan berbagai program untuk mengejar prestasi internasional. Standar-standar internasional diterapkan, agar penilaian dari lembaga internasional membaik. Salah satunya meningkatkan hasil karya para lulusannya, sebagai universitas riset. Program-program keahlian (nonriset) pun dipisahkan dan dijadikan fakultas sendiri dalam bentuk vokasi.
Pengurangan Subsidi
Sangat disayangkan, kebijakan pemerintah masa reformasi yang mengurangi subsidi untuk pendidikan tinggi, menjadi salah satu kendala. Hampir semua perguruan tinggi negeri diharuskan untuk mampu mandiri, alias mencari uang sendiri untuk membiayai sebagian besar ongkos operasionalnya. Akibatnya, kampus berlomba-lomba mencari sumber dana, untuk menjaga kualitasnya. Tak terkecuali Universitas Indonesia.
Sebagai salah satu simbol pendidikan Indonesia, UI harus tetap memiliki kualitas terbaik dibanding kampus lainnya. Dulu, kualitas itu disokong oleh pemerintah, sehingga UI dengan leluasa mencari calon mahasiswa dengan prestasi terbaik. Tak peduli dari kalangan atas, menengah atau masyarakat miskin sekalipun. Tapi setelah subsidi dicabut, kondisi tersebut berubah 180 derajat.
Sulit mengharapkan semua kalangan mendapatkan pendidikan yang setara, karena biaya pendidikan yang melonjak. Uang masuk yang awalnya hanya beberapa juta, atau bahkan gratis, kini mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 125 juta. Iuran per semester (SPP) yang awalnya hanya berkisar ratusan ribu, kini lebih dari Rp 3 juta.
Tetap Jaga Kualitas
Meski kondisinya sulit, para petinggi dan segenap jajaran UI tetap berupaya menjaga kualitas kampusnya. Di satu sisi terus mencari celah sumber dana, tapi di sisi lain berbagai fasilitas, sarana dan pra sarana, terus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Sejauh ini, dibanding beberapa kampus lain, UI tetap mampu eksis menjaga hegemoninya sebagai kampus terbaik di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan makin naiknya peringkat universitas ini di jajaran elit kampus dunia. Di Asia berada pada urutan ke-20-an dan di Dunia pada posisi 201.
UI juga terus menghasilkan alumni yang menjadi panutan di masyarakat, tokoh politik, dan publik figur yang berpengaruh. Mereka mampu menjaga tradisi, sebagai produsen tokoh-tokoh penting di Indonesia. Dalam sejumlah perubahan nasib bangsa, UI selalu tampil terdepan mulai dari perubahan Orde Lama ke Orde Baru, penentangan Orde Baru, perubahan pada era reformasi sampai pada pemerintah sekarang ini.






