logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Kimia

Unsur-Unsur Kimia di Alam dan Manfaat Logam Transisi


Ilustrasi unsur-unsur kimia

Unsur-unsur kimia adalah zat-zat kimia yang tidak bisa dibagi menjadi zat yang berukuran lebih kecil lagi atau zat-zat kimia yang tidak bisa diubah menjadi zat kimia lainnya melalui metode kimia biasa.Unsur-unsur kimia yang satu bisa dibedakan dengan unsur-unsur kimia lainnya karena perbedaan jumlah proton maupun jumlah elektron dalam unsur-unsur tersebut.

Proton adalah partikel atom yang bermuatan positif, sedangkan elektron adalah partikel atom yang bermuatan negatif. Atom merupakan bagian terkecil dari suatu unsur. Sebuah atom tersusun atas inti atom dan dikelilingi elektron. Adapun inti atom tersusun atas proton dan neutron.

Suatu unsur kimia bisa dibedakan dari unsur lainnya dengan melihat jumlah proton dan elektron yang menyusun ikatan dalam inti atom atau suatu unsur. Sebagai contoh, oksigen memiliki proton sebanyak delapan buah. Berbeda dengan karbon, jumlah proton dalam karbon sebanyak enam buah.

Nama Unsur-Unsur Kimia dari A - Z

Unsur-unsur kimia yang terdapat di alam antara lain sebagai berikut:

aktinium, aluminium, amerisium, antimon (stibium), argentum, argon, arsenik, astatin, aurum,

barium, belerang, berkelium, berilium, besi (ferrum), bismut, bohrium, boron, brom,

cuprum (tembaga),

darmstadtium, dubnium, disprosium,

einsteinium, emas (aurum), erbium, europium,

fermium, ferrum (besi), fluor, fosfor, fransium,

gadolinium, galium, germanium,

hafnium, hassium, helium, hidrogen, holmium, hydrargyrum (raksa),

indium, iodine (yodium), iridium, iterbium, itrium,

kadmium, kalium, kalsium, kalifornium, karbon, klor, krom, kobalt, kopernisium, tembaga (cuprum), kurium, kripton,

lantanum, lawrensium, timbal (plumbum), litium, lutetium,

magnesium, mangan, meitnerium, mendelevium, molibden,

natrium, neodimium, neon, neptunium, nikel, niobium, nitrogen, nobelium,

osmium, oksigen,

paladium, perak (argentum), plumbum (timbal), potasium (kalium).Sodium, platina, plutonium, polonium, praseodimium, prometium, protaktinium,

radium, radon, raksa (hydrargyrum), renium, rodium, roentgenium, rubidium, rutenium, ruthefordium,

samarium, skandium, seaborgium, selenium, serium, sesium, silikon, seng, stannum (timah), stibium (antimon), strontium,

tantalum, taknetium, telurium, terbium, talium, timah (stannum), torium, tulium, titanium,

ununhexium, ununoktium, ununpentium, ununquadium, ununtrium, uranium,

vanadium, wolfram,

xenon,

yodium,

zinc (seng), zirkonium.

Pengelompokan Unsur-Unsur Kimia

Unsur-unsur kimia tersebut kemudian dikelompokkan menjadi lima: logam alkali, alkali tanah, lantanida, aktinida, dan logam transisi.

1. Logam Alkali

Merupakan kelompok unsur-unsur kimia yang terdapat pada golongan I tabel periodik (kecuali hidrogen). Yang termasuk dalam kelompok logam ini antara lain fransium (Fr), sesium (Cs), rubidium (Rb), kalium (K), natrium (Na), dan litium (Li). Sifat logam alkali sangat reaktif sehingga unsur-unsur kimia pada kelompok ini hampir tidak ditemui dalam bentuk tunggal (selalu berikatan dengan unsur lain). Agar unsur-unsur kimia dalam logam alkali tidak cepat bereaksi, maka sebaiknya disimpan dalam media minyak.

2. Logam Alkali Tanah

Merupakan kelompok unsur-unsur kimia yang terdapat pada golongan II tabel periodik. Yang termasuk dalam kelompok logam ini antara lain, radium (Ra), barium (Ba), stronsium (Sr), kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan berilium (Be).

3. Lantanida

Merupakan kelompok unsur-unsur kimia nonlogam yang terdiri 15 unsur, berurutan dari lantanum (La) hingga lutetium (Lu) pada tabel periodik dan bernomor atom antara 57 hingga 71.

4. Aktinida

Merupakan kelompok unsur-unsur kimia yang terdiri 15 unsur, berurutan dari aktinium hingga lawrensium pada tabel periodik dan bernomor atom antara 89 hingga 103.

5. Logam Transisi

Merupakan unsur-unsur kimia yang terdapat pada golongan III hingga XII tabel periodik. Logam transisi terdiri dari 38 unsur dan termasuk unsur blok d.

Unsur-Unsur Kimia - Manfaat Logam Transisi

Unsur-unsur transisi biasanya ditemukan di alam dalam bentuk karbonat, sulfida, dan oksida. Pengecualian untuk tembaga, biasa ditemukan dalam keadaan bebas atau dalam bentuk senyawa tembaga. Tembaga ditemukan dalam bentuk tersebut karena termasuk kelompok logam yang sukar teroksidasi.

Unsur-unsur transisi biasa ditemukan dalam bentuk oksida maupun sulfida. Ini akibat tekanan magma yang mendesak unsur-unsur logam di perut bumi sehingga akhirnya unsur-unsur logam tersebut bergerak menuju kerak bumi. Dalam perjalanannya menuju kerak bumi, unsur-unsur logam bereaksi dengan oksigen atau belerang yang terdapat di dalam kerak bumi. Hal inilah yang mendorong terbentuknya mineral dari unsur-unsur transisi.

Berikut ini sejumlah manfaat logam transisi yang tersedia di alam:

1. Skandium (Sc)

Skandium ditemukan Nilson (1878) pada mineral gadolinite dan euxinite di Skandinavia. Skandium ternyata lebih banyak ditemukan di matahari maupun bintang daripada di bumi. Skandium termasuk unsur yang jarang ditemukan di alam dan biasanya ditemukan dalam bentuk senyawa, seperti Sc2(SO4)3, Sc2O3, dan ScCl3. Skandium bersifat diamagnetik dan tidak berwarna. Jika teroksidasi dengan udara, skandium akan berubah warna menjadi merah jambu atau kekuning-kuningan.

Logam skadium bisa diperoleh melalui proses elektrolisis ScCl3. Skadium biasa dimanfaatkan untuk isotop radioaktif dan filamen lampu berintensitas tinggi. Skandium ioda bila ditambahkan pada lampu uap merkuri akan menghasilkan pancaran sinar yang mirip dengan matahari sehingga sangat cocok digunakan sebagai penerangan.

2. Titanium (Ti)

Titanium pertama kali ditemukan oleh Gregor (1791). Titanium murni berupa logam putih yang bercahaya. Titanium banyak ditemukan di kulit bumi dan hampir 0,6% massa kulit bumi terdiri dari titanium. Titanium memiliki tingkat kekerasan yang cukup tinggi. Namun, kerapatannya relatif rendah, bermassa ringan, mudah dibentuk, dan tidak mudah korosi. Titanium juga stabil pada suhu yang sangat tinggi.

Dengan karakteristik yang demikian, titanium sangat cocok dijadikan sebagai bahan struktural, misalnya pada pesawat terbang bermesin jet seperti Boeing 747. Logam titanium ternyata juga tahan terhadap perubahan cuaca. Oleh karena itu, logam ini biasa digunakan sebagai bahan material, misalnya pompa, pipa, mesin mobil, dan tabung reaksi kimia.

3. Tembaga (Cu)

Tembaga bersifat konduktor listrik jadi sangat cocok digunakan sebagai penghantar listrik. Tembaga banyak digunakan sebagai komponen kabel listrik. Tembaga juga tahan terhadap perubahan cuaca maupun korosi.

4. Nikel (Ni)

Nikel ditemukan di dalam kulit bumi dalam bentuk bijih, bersama-sama dengan belerang, antimon, dan arsen. Nikel juga menjadi salah satu komponen meteorit. Logam ini berwarna putih menyerupai perak, konduktor listrik dan panas, tahan terhadap korosi, mudah ditempa, dan sedikit bersifat ferromagnetis. Nikel biasa digunakan untuk melapisi logam yang bersifat reaktif.

Selain itu, nikel juga bisa digunakan dalam bentuk paduan. Umumnya berupa paduan dengan besi dan lazim digunakan untuk membentuk baja tahan karat. Nikel biasa dijadikan sebagai bahan uang koin serta untuk melapisi brankas dan senjata. Nikel yang berbentuk butiran halus bisa digunakan sebagai katalis dalam proses hidrogenisasi minyak sayur.

5. Kobalt (Co)

Kobalt ditemukan Brandt (1735). Kobalt sangat jarang ditemukan di alam dan biasa ditemukan dalam bijih kobaltit (CoAsS) dan smaltit (CoAs2). Kobalt berwarna putih kebiru-biruan, keras, dan biasa digunakan sebagai paduan stainless steal (baja perak). Stainless steal adalah perpaduan antara tungsten, tembaga, dan besi. Stainless steal biasa ditemui pada peralatan kedokteran maupun instrumentasi.

6. Besi (Fe)

Besi banyak ditemukan di dalam kulit bumi, yakni sekitar 4,7%. Besi murni bersifat reaktif terhadap oksidator, tidak terlalu keras, dan berwarna putih kusam. Karena mudah teroksidasi, besi lebih mudah mengalami korosi (karat). Besi banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pagar, bahan bangunan, berbagai jenis perkakas, dan lain-lain.

7. Mangan

Mangan biasa ditemukan dalam bentuk silikat, oksida, dan karbonat. Mangan bersifat rapuh, reaktif, dan berwarna putih keabu-abuan. Ketersediaan mangan di dalam kulit bumi juga relatif banyak, yakni mencapai 0,1%. Mangan biasa digunakan sebagai bahan pembuat baja untuk mata bor pada pengeboran batuan.

Demikian informasi mengenai unsur-unsur kimia, terutama manfaat logam transisi. Semoga bermanfaat.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Fakta Penting Seputar Garam
  • Fosfor, Sangat Penting untuk Tulang dan Gigi - ANNEAHIRA.COM
  • Definisi Berantakan Hingga Rasisme dalam Klasifikasi Mineral
  • Manusia adalah Tabung Reaksi dari Reaksi Biokimia Kompleks
  • Farmasi, Ilmu Tentang Kesehatan dan Obat
  • Teori Atom di Sekitar Kita
  • Rumus dan Persamaan Reaksi dalam Kajian Kimia Anorganik
  • Senyawa Aromatik Benzena
  • Mengenal Kalsium Propionat
  • Jurnal Penelitian Kimia - Ilmu Kimia dari Masa ke Masa
  • Alkana Sebagai Senyawa Hidrokarbon Jenuh
  • Contoh Senyawa Hidrokarbon Dalam Kehidupan Sehari-hari
  • Laju Reaksi dalam Reaksi Kimia dan Ilmu Fisika
  • Perubahan Bentuk Energi
  • Bioetanol - Sumber Energi Terbaru Penggati BBM
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA