logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Kimia

Karakteristik Unik Unsur-unsur Kimia


Ilustrasi unsur unsur kimia

Unsur-unsur kimia merupakan zat kimia tunggal yang tidak bisa diurai atau dibagi kembali menjadi zat yang lebih kecil. Sebuah unsur kimia juga tak bisa diubah lagi menjadi zat kimia yang lain dengan memakai metode kimia biasa. Sampai saat ini, para ilmuwan telah menemukan sekitar 118 jenis unsur kimia dari seluruh dunia.

Dari jumlah tersebut, 90 unsur di antaranya terdapat di alam dan yang lainnya merupakan unsur buatan. Partikel terkecil yang membangun sebuah unsur dinamai atom. Atom ini memiliki inti atom di pusatnya yang dikelilingi sejumlah elektron yang bermuatan negatif. Inti atom sendiri terbangun atas beberapa proton yang bermuatan positif dan neutron yang bermuatan netral.

Identifikasi Unsur-unsur Kimia

Unsur-unsur kimia dapat dibedakan satu sama lainnya dengan melihat ikatan dalam inti atomnya atau dengan membandingkan jumlah proton dan jumlah elektron yang dimilikinya. Sebagai contoh, atom hidrogen hanya memiliki 1 buah proton, sedangkan atom nitrogen mempunyai jumlah proton 7 buah.

Jumlah proton pada suatu atom kemudian digunakan sebagai nomor atom. Dengan kata lain, nomor atom merupakan angka yang dari memperlihatkan jumlah proton di dalam inti atom. Nomor atom dari masing-masing unsur kimia ini sifatnya unik. Oleh karena itu, nomor atom juga digunakan untuk melakukan identifikasi unsur-unsur kimia.

Meski begitu, atom-atom pada unsur-unsur kimia bisa saja memiliki nomor atom yang sama (jumlah proton dalam inti atom sama) tetapi memiliki jumlah neutron yang berbeda sehingga menyebabkan berbedanya massa atom. Hal tersebut dikenal dengan istilah isotop.

Massa atom merupakan massa rata-rata atom yang dimiliki sebuah unsur. Pada isotop yang kelimpahannya terbanyak di alam, massa atomnya dinyatakan dengan jumlah proton dan neutron yang ada pada inti atom. Hal itu dilakukan dengan pertimbangan massa elektron yang sangat kecil, sementara massa neutron hampir sama dengan massa proton.

Sejumlah isotop memiliki sifat radioaktif yang mengalami penguraian terhadap radiasi partikel alfa atau beta. Unsur-unsur kimia yang memiliki sifat radioaktif adalah unsur-unsur yang memiliki nomor atom di atas 83. Adapun unsur kimia yang peling ringan adalah hidrogen dengan massa atom 1,00794 amu.

Hidrogen pada tabel periodik ditulis dengan simbol huruf H dan bernomor atom 1. Jika berada dalam suhu serta tekanan standar, unsur ini tak berwarna, tak berbau, bersifat non-logam, bervalensi tunggal, dan termasuk gas diatomik yang mudah sekali terbakar.

Hidrogen bisa dikatakan unsur kimia yang paling melimpah di jagad raya dengan persentase sampai 75% dari seluruh massa unsur di alam ini. Sebagian besar benda langit, seperti bintang, terbentuk oleh hidrogen dalam keadaan plasma.

Para ahli menduga hidrogen merupakan unsur yang pertama kali ada di alam semesta sesudah terjadinya Big Bang, yaitu ledakan maha dahsyat yang oleh para ahli kosmologi diyakini sebagai penyebab terbentuknya alam semesta.

Hidrogen sebenarnya tergolong langka dan sulit sekali dilihat secara alami di planet bumi. Hidrogen yang kita peroleh selama ini dihasilkan dari air yang dielektrolisis atau tercipta secara industri dari beragam senyawa hidrokarbon seperti metana.

Semua unsur-unsur kimia yang tergolong berat terbentuk melalui berbagai metode nukleosintesis, baik secara alami maupun buatan. Nukleosintesis adalah proses penciptaan inti-inti atom baru dari nukleon-nukleon yang sudah ada sebelumnya. Dari jumlah unsur-unsur kimia yang sebanyak 118, 28 di antaranya adalah unsur buatan.

Unsur buatan yang pertama kali diciptakan pada 1937 adalah teknesium yang memiliki nomor atom 43. Unsur-unsur buatan yang telah ada kini, seluruhnya adalah radioaktif yang waktu paruhnya pendek. Waktu paruh sendiri adalah waktu yang dibutuhkan oleh suatu unsur untuk meluruh atau berkurang menjadi setengah dari nilai awalnya.

Sistem Periodik Unsur-unsur Kimia

Informasi unsur-unsur kimia secara singkat dan padat dirangkum dalam sebuah tabel khusus yang dikenal dengan nama sitem periodik. Tabel ini memuat informasi dasar mengenai suatu unsur. Setiap unsur didaftarkan berdasarkan lambang unsur dan nomor atomnya. Tata letak unsur-unsur tersebut diatur menurut struktur elektronnya sehingga sifat-sifat kimia unsur-unsur tersebut berubah-ubah dengan teratur sepanjang tabel.

Periode suatu atom ditentukan oleh jumlah kulit elektron yang dimilikinya. Kulit elektron bisa dikatakan sebagai orbit yang diikuti elektron pada sekitar inti atom. Setiap kulit elektron dapat memiliki subkulit yang terisi menurut urutannya seiring dengan bertambahnya nomor atom.

Tabel periodik disusun berdasarkan struktur elektron tersebut. Sifat kimia suatu unsur ditentukan oleh elektron terluarnya. Unsur-unsur yang berdekatan dan berada dalam satu golongan biasanya memiliki kemiripan sifat kimia, walaupun memiliki massa yang jauh berbeda. Sementara unsur-unsur yang berdekatan dan berada dalam satu periode, walaupun memiliki massa yang hampir sama namun sifat kimianya berbeda-beda.

Misalnya saja fluorin (F), klorin (Cl), dan bromin (Br). Ketiga unsur tersebut letaknya berdekatan dalam satu kolom atau golongan halogen dengan nomor atom masing-masing adalah 9, 17, dan 35. Ketiga unsur tersebut memiliki massa yang jauh berbeda, yaitu 18,9984 untuk fluorin, 35,4527 untuk klorin, dan 79,904 untuk bromin.

Meskipun massa yang dimilikinya jauh berbeda-beda, ketiga unsur tersebut memiliki kemiripan sifat kimia. Fluorin dan klorin yang berbentuk gas, serta bromin yang berbentuk cairan bertitik didih rendah, sama-sama memiliki sifat sangat korosif. Unsur yang bersifat korosif mudah bercampur dengan logam dan membentuk garam logam halida. Sifat korosif juga dapat menyebabkan benda lain yang bersentuhan dengannya menjadi hancur atau memperoleh dampak negatif.

Contoh sebaliknya adalah karbon (C), nitrogen (N), dan oksigen (O). Ketiga unsur tersebut letaknya berurutan dalam satu baris atau periode dengan nomor atom masing-masing adalah 6, 7, dan 8. Ketiga unsur tersebut memiliki massa yang hampir sama, yaitu masing-masing 12,011 untuk karbon, 14,0067 untuk nitrogen, dan 15,9994 untuk oksigen.

Meskipun letaknya bersebelahan dan massanya hampir sama, ketiga unsur tersebut memiliki sifat kimia yang jauh berbeda. Karbon adalah zat padat yang dapat terbakar, nitrogen adalah gas yang tidak dapat terbakar, dan oksigen adalah gas yang dapat terbakar.

Klasifikasi Unsur-unsur Kimia dalam Sistem Periodik

Tabel pada sistem periodik terdiri dari kolom vertikal yang disebut golongan dan baris horisontal yang disebut periode. Dalam tabel periodik yang baku, terdapat 18 kolom atau golongan. Unsur-unsur yang ditempatkan dalam satu golongan memiliki konfigurasi elektron valensi yang mirip sehingga memiliki sifat kimia yang mirip pula.

Pemberian nomor untuk setiap golongan dilakukan dengan tiga sistem yang berbeda, yaitu satu sistem angka Arab dan dua sistem angka Romawi. Golongan yang dinamai dengan angka Romawi merupakan golongan yang asli tradisional. Sementara sistem penamaan dengan angka Arab merupakan sistem tatanama baru yang disarankan oleh Internasional Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC).

IUPAC merupakan organisasi non-pemerintah yang dibentuk untuk kepentingan pengembangan ilmu kimia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1919 dan beranggotakan masyarakat kimia internasional. IUPAC merupakan pemegang otoritas resmi yang diakui untuk pengembangan standar penamaan unsur dan senyawa kimia melalui Interdivisional Committee on Nomenclature and Symbols atau Komite Antardivisi untuk Tatanama dan Simbol.

Sistem penamaan dengan angka Arab merupakan sistem penamaan baru yang merupakan pengembangan sistem lama yang menggunakan angka Romawi. Sistem dengan angka Romawi tersebut dianggap membingungkan karena menggunakan satu nama untuk menggolongkan beberapa hal yang berbeda.

Penggolongan ini termasuk hal yang sangat penting dalam mengklasifikasikan unsur-unsur. Pada beberapa golongan, ada sejumlah unsur yang sifatnya sangat mirip dan memiliki kecenderungan sifat yang jelas jika ditelusuri menurun di dalam kolom.

Golongan-golongan tersebut diberi nama secara umum atau tidak sistematis, misalnya golongan logam alkali, logam alkali tanah, halogen, dan gas mulia. Beberapa golongan lainnya, seperti kelompok 14 dan 15, tidak memiliki banyak kemiripan maupun kecenderungan sifat secara vertikal sehingga golongan ini tidak memiliki nama umum.

Baris horisontal pada tabel periodik disebut periode. Penataan unsur-unsur kimia atas periode ini berdasarkan pada jumlah orbit elektron yang dimiliki oleh suatu unsur kimia. Pada tabel periodik ini terdapat beberapa bagian yang kemiripan dan kecenderungan sifatnya lebih penting atau lebih mencolok secara horisontal daripada secara vertikal. Hal ini dapat dilihat pada kelompok logam transisi di blok d, terutama di blok f. Di blok ini, lantinida dan aktinida menunjukkan sifat berurutan yang sangat mencolok.

Informasi Unik Tentang Unsur Unsur Kimia

Tidak perlu berkerut kencang mencari tahu tentang informasi mengenai unsur unsur kimia. Karena Anda bisa memilih mempelajari unsur unsur kimia sebagai suatu pengetahuan popular di bandingkan dengan pelajaran kimia di sekolah yang mencekik Anda sampai lemas.

Pertanyaan pembuka: Apakah itu unsur unsur Kimia? Jawaban umum: unsur unsur kimia, atau elemen, adalah bahan yang tidak dapat dipecah atau berubah menjadi zat lain dengan menggunakan cara kimia. Unsur unsur kimia dapat dianggap sebagai blok bangunan kimia dan merupakan dasar dari materi.

Tergantung pada seberapa banyak bukti yang Anda butuhkan untuk membuktikan adanya unsur unsur kimia baru, atau yang telah telah dibuat, setidakna sekitaran 117 atau 118 unsur unsur kimia yang dikenal saat ini di dunia

Penamaan Unsur unsur kimia

Apakah unsur unsur kimia dinamakan berdasarkan tempat temuannya? Ada yang didasarkan kepada tempat di temukan unsur unsur kimia itu, namun tidak sedikit pula yang dinamakan dalam karakteristik lainnya, seperti nama tokoh ilmuwan ternama, semacam Rutherofordium, atau Bohrium yang diambil dari nama Niels Bohr, fisikawan dan nobelis ternama.

Dan ada pula nama unsur unsur kimia yang diambil dari karakter unik dari bentuk, seperti Bismuth, yang diambil dari karakteristik Wismuth (white mass), Juga caesium yang diambil dari warna bentuk biru langit (biru langit caesium -latin). Dan penamaan lain yang tidak kalah unik, seperti unsur Cobalt dari bahasa Jerman Kobold yang artinya “kekuatan Jahat”. Tidak sedikit yang nama tempat.

Berikut ini adalah daftar toponim elemen atau unsur-unsur kimia berdasarkan nama untuk tempat atau wilayah. Ytterby di Swedia misalnya telah memberikan nama bagi empat unsur berikut: Erbium, Terbium, Iterbium dan Itrium:

  • Amerisium - Amerika, Amerika
  • Berkelium - University of California di Berkeley
  • Californium - Negara Bagian California dan Universitas California di Berkeley
  • Tembaga - atau copper mungkin dinamai berdasarkan tempat yakni pulau Siprus di Mediteranian, yang merupakan pulau Romawi, Yunani yang menjadi persinggahan para pelaut, dari Eropa ke Afrika dan Timur Tengah.
  • Darmstadtium - Darmstadt, Jerman
  • Dubnium - kota Dubna, Rusia
  • Erbium - Ytterby, sebuah kota di Swedia
  • Europium - Eropa
  • Fransium - Perancis
  • Gallium - Gallia, bahasa Latin untuk Perancis. Juga dinamai Lecoq de Boisbaudran, penemu elemen (Lecoq dalam bahasa Latin adalah gallus)
  • Germanium - Jerman
  • Hafnium - Hafnia, bahasa Latin untuk Kopenhagen
  • Hassium - Hesse, Jerman
  • Holmium - Holmia, bahasa Latin untuk Stockholm
  • Lutetium - Lutecia, kuno nama untuk Paris
  • Magnesium - Magnesia nama kabupaten di Thessaly, Yunani
  • Polonium - Polandia
  • Renium - Rhenus, bahasa Latin untuk Rhine, sebuah provinsi Jerman
  • Rutenium - Ruthenia, bahasa Latin untuk Rusia
  • Skandium - Scandia, bahasa Latin untuk Skandinavia
  • Stronsium - Strontian, sebuah kota di Skotlandia
  • Terbium - Ytterby, Swedia
  • Thulium - Thule, pulau mitos di utara jauh (Skandinavia?)
  • Iterbium - Ytterby, Swedia
  • Itrium - Ytterby, Swedia

Tahun tahun Ditemukannya Unsur unsur Kimia

Berikut ini merupakan lintasan waktu yang mencatat penemuan elemen dan unsur unsur kimia. Tanggal ini terdaftar ketika elemen pertama kali dikenal meluas. Elemen pertama dikenali karena karakternya yang tampak dipermukaan, dan tidak sekadar terlihat hanya dengan bantuan teknologi visual untuk membagi suatu karakter unsur unsur kimia, menjadi karakter yang semakin beragam.

Penglihatan dan penginderaan manusia terbatas, sehingga melihat daftar di bawah ini seolah melihat kembali jejak rekam indera manusia di tambah penggunaan otaknya untuk mengetahui unsur unsur kimia terbaru dari alam. Daftar di bawah ini menyertai nama penemunya, bila unsur unsur kimia itu termasuk umum, maka penemunya sulit dipastikan, karena tak ada catatan sejarah khas.

Unsur unsur kimia Zaman kuno - Sebelum 1 Masehi

  • Emas
  • Perak
  • Tembaga
  • Besi
  • Timbal (plumbum)
  • Timah
  • Air raksa
  • Belerang
  • Karbon

Unsur unsur kimia pada zaman para alkemis - 1 Masehi hingga 1735

  • Arsenik (Magnus 1250)
  • Antimony (abad ke-17 atau sebelumnya)
  • Fosfor (Merek 1669)
  • Seng (13 Century India)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1735-1745

  • Cobalt (Brandt 1735)
  • Platinum (Ulloa 1735)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1745-1755

  • Nikel (Cronstedt 1751)
  • Bismut (Geoffroy 1753)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1765-1775

  • Hidrogen (Cavendish 1766)
  • Nitrogen (Rutherford 1772)
  • Oksigen (Priestley; Scheele 1774)
  • Klor (Scheele 1774)
  • Mangan (Gahn, Scheele, & Bergman 1774)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1775-1785

  • Molibdenum (Scheele 1778)
  • Tungsten (J. dan F. d'Elhuyar 1783)
  • Telurium (von Reichenstein 1782)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1785-1795

  • Uranium (Peligot 1841)
  • Stronsium (Davey 1808)
  • Titanium (Gregor 1791)
  • Itrium (Gadolin 1794)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1795-1805

  • Vanadium (del Rio 1801)
  • Kromium (Vauquelin 1797)
  • Berilium (Vauquelin 1798)
  • Niobium (Hatchett 1801)
  • Tantalum (Ekeberg 1802)
  • Cerium (Berzelius & Hisinger; Klaproth 1803)
  • Palladium (Wollaston 1803)
  • Rhodium (Wollaston 1803-1804)
  • Osmium (Tennant 1803)
  • Iridium (Tennant 1803)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1805-1815

  • Natrium (Davy 1807)
  • Kalium (Davy 1807)
  • Barium (Davy 1808)
  • Kalsium (Davy 1808)
  • Magnesium (Black 1775; Davy 1808)
  • Boron (Davy; Gay-Lussac & Thenard 1808)
  • Yodium (Courtois 1811)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1815-1825

  • Lithium (Arfvedson 1817)
  • Kadmium (Stromeyer 1817)
  • Selenium (Berzelius 1817)
  • Silikon (Berzelius 1824)
  • Zirkonium (Klaproth 1789; Berzelius 1824)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1825-1835

  • Aluminium (Wohler 1827)
  • Brom (Balard 1826)
  • Torium (Berzelius 1828)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1835-1845

  • Lantanum (Mosander 1839)
  • Terbium (Mosander 1843)
  • Erbium (Mosander 1842 atau 1843)
  • Rutenium (Klaus 1844)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1855-1865

  • Cesium (Bunsen & Kirchoff 1860)
  • Rubidium (Bunsen & Kirchoff 1861)
  • Thallium (Crookes 1861)
  • Indium (Riech & Richter 1863)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1865-1875

  • Fluor (Moissan 1866)


Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1875-1885

  • Gallium (Boisbaudran 1875)
  • Iterbium (Marignac 1878)
  • Samarium (Boisbaudran 1879)
  • Skandium (Nilson 1878)
  • Holmium (Delafontaine 1878)
  • Thulium (Cleve 1879)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1885-1895

  • Praseodymium (von Weisbach 1885)
  • Neodymium (von Weisbach 1885)
  • Gadolinium (Marignac 1880)
  • Dysprosium (Boisbaudran 1886)
  • Germanium (Winkler 1886)
  • Argon (Rayleigh & Ramsay 1894)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1895-1905

  • Helium (Janssen 1868; Ramsay 1895)
  • Europium (Boisbaudran 1890; Demarcay 1901)
  • Krypton (Ramsay & Travers 1898)
  • Neon (Ramsay & Travers 1898)
  • Xenon (Ramsay & Travers 1898)
  • Polonium (Curie 1898)
  • Radium (P. & M. Curie 1898)
  • Aktinium (Debierne 1899)
  • Radon (Dorn 1900)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1905-1915

  • Lutetium (Urbain 1907)


Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1915-1925

  • Hafnium (Coster & von Hevesy 1923)
  • Proctactinium (Fajans & Gohring 1913; Hahn Meitner & 1917)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1925-1935

  • Renium (Noddack, Berg, & Tacke 1925)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1935-1945

  • Teknesium (Perrier & Segre 1937)
  • Fransium (Perey 1939)
  • Astatin (Corson et al 1940)
  • Neptunium (McMillan & Abelson 1940)
  • Plutonium (Seaborg dkk 1940)
  • Curium (Seaborg dkk 1944)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1945-1955

  • Mendelevium (Ghiorso, Harvey, Choppin, Thompson, dan Seaborg 1955)
  • Fermium (Ghiorso dkk 1952)
  • Einsteinium (Ghiorso dkk 1952)
  • Amerisium (Seaborg dkk 1944)
  • Promethium (Marinsky dkk 1945)
  • Berkelium (Seaborg dkk 1949)
  • Californium (Thompson, Jalan, Ghioirso, dan Seaborg: 1950)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1955-1965

  • Nobelium (Ghiorso, Sikkeland, Walton, dan Seaborg 1958)
  • Lawrensium (Ghiorso dkk 1961)
  • Rutherfordium (L Berkeley Lab, AS - Dubna Lab, Rusia 1964)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1965-1975

  • Dubnium (L Berkeley Lab, AS - Dubna Lab, Rusia 1967)
  • Seaborgium (L Berkeley Lab, AS - Dubna Lab, Rusia 1974)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1975-1985

  • Bohrium (Dubna Rusia 1975)
  • Meitnerium (Armbruster, Munzenber dkk 1982)
  • Hassium (Armbruster, Munzenber dkk 1984)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1985-1995

  • Ununnilium (Hofmann, Ninov, dkk. GSI-Jerman 1994)
  • Ununumium (Hofmann, Ninov dkk. GSI-Jerman 1994)

Unsur unsur kimia ditemukan pada era 1995-2005

  • Ununbium (Hofmann, Ninov dkk. GSI-Jerman 1996)

Menghafal Unsur unsur Kimia dengan Mengenal Nama Simbol

Bila Anda kesulitan menghafap ratusan unsur kimia demi kepentingan pelajaran di sekolah Anda. Sebenarnya lebih mudah untuk menavigasi tabel periodik dan menulis persamaan kimia dan formula setelah Anda tahu makan tujuan dan kegunaan dari simbol untuk unsur-unsur kimia tersebut. Karena mengenal lantas mengetahui.

Dahulu unsur unsur kimia di kenal lewat simbol. Namun, kadang-kadang lewat simbol sering terdapat unsur unsur kimia dengan lambang yang mirip. Sangat menyulitkan, ditambah bila disimbolkan terkadang dengan gambar lambang tidak ada kaitannya. Untuk itulah, demi memudahkan pengenalan simbol di buat semacam pengambilan nama pertama dari unsur kimia.

Tidak perlu lagi lewat gambar dan simbol. Perlu diketahui bahwa nama-nama untuk unsur-unsur kimia ini (dan simbol aksaranya) mungkin berbeda dalam bahasa lain selain bahasa Inggris semisal bahasa Indonesia.

Contoh :
ac - actinium - Aktinium
Ag - argentum - Perak
Al - alumunium - Aluminium
am -americium - Amerisium
Ar -argon - Argon

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengenal Ilmu Biokimia
  • TEORI ASAM BASA
  • Mengenal Kalsium Propionat
  • Platinum Sang Perak Kecil yang Tahan Korosi
  • Reaksi-Reaksi Kimia
  • Pemanfaatan Kimia Unsur dalam Kehidupan
  • Tahapan dan Metode Analisis dalam Praktik Kimia Analitik
  • Konsep Senyawa Ion Dalam Ilmu Kimia
  • Hukum-Hukum Dasar Kimia: Hukum Konservasi Massa dan Perbandingan Volume
  • Aluminium - Logam Penuh Manfaat
  • Hal Penting Tentang Unsur Kimia
  • Bioetanol - Sumber Energi Terbaru Penggati BBM
  • Model Atom Rutherford
  • Manfaat Kimia bagi Kehidupan
  • Serba Serbi Api Dalam Kehidupan Manusia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA