Tradisi dan Upacara Adat Suku Dayak
Orang Suku dayak sangat terkenal sangat kuat dan taat dalam memegang serta melestarikan budayanya. Meksi banyak yang sudah hidup di alam yang lebih modern, mereka tetap menghormati segala macam tradisi yang merupakan warisan dari para leluhurnya. Dalam waktu-waktu tertentu mereka selau mengadakan upacara tradisional yang masing-masing punya maksud dan tujuan tertentu.
Upacara adat Suku Dayak ini sering dihubungkan dengan kehidupan religi mereka. Namun sekarang, selain untuk menjalani tradisi turun temurun juga menjadi salah satu aset budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.
Jenis Upacara Adat Suku Dayak
Di antara upacara-upacara Suku Dayak yang masih sering dilaksanakan saat ini diantaranya adalah :
- Upacara Manyanggar
Upacara adat Suku Dayak ini merupakan ritual yang dilaksanakan dengan tujuan agar terjadi harmonisasi antara kehidupan yang nyata dan kehidupan di alam gaib. Orang Suku Dayak percaya bila di alam ini bukan hanya manusia saja yang mendiaminya. Namun ada juga kehidupan lain yang tidak kasat mata.
Agar bisa hidup berdampingan secara damai, maka perlu saling menghormati antara yang satu dengan yang lain. Dan bentuk penghormatan terhadap alam kehidupan yang lain itulah yang dinamakan upacara Manyanggar. - Upacara kenyau
Ini merupakan jenis upacara tradisi sebagai bentuk penghormatan bagi anggota keluarga atau orang tua yang meninggal. Dalam upacara ini sering dilakukan penyembelihan binatang yang ditujukan untuk arwah orang yang telah meninggalkan mereka menuju alam kehidupan yang lain. - Upacara Tiwah
Ini upacara tradisional yang berhubungan dengan orang yang sudah meninggal juga. Yaitu mengantar tulang belulang kerangka orang mati menuju suatu rumah ukuran kecil yang memang sengaja dibuat khusus untuk menyimpan tulang orang meninggal. Nama rumah ini dinamakan Sandung. Upacara ini juga termasuk punya nilai religi yang tinggi, karena banyak doa dan puja puji yang dipanjatkan. - Upacara Wadian
Sering juga disebut sebagai Balian atau Belian. Merupakan jenis Upacara Adat Suku Dayak yang bertujuan untuk mengadakan pengobatan. Tradisi ini memakan waktu yang cukup lama, bisa sampai satu minggu. Dan selain pengobatan yang dipimpin oleh seorang tabib, juga dipertujukan tari-tarian khas Suku Dayak. - Upacara Laluhan
Dulunya upacara ini diselenggarakan untuk menghadapi peperangan dengan suku lain. Meski sekarang sudah tidak ada perang lagi, namun sampai saat ini masih sering diselenggarakan. Hanya tujuannya sudah berbeda, yaitu untuk atraksi budaya dan seni. Ketika upacara diselenggarakan, seakan-akan ada puluhan orang yang datang melakukan serangan. Kemudian orang Suku Dayak terus bertahan.
Antara penyerang dan yang diserang saling berkelahi dengan menggunakan senjata-senjata tradisional yang ada. Dan karena perkelahiannya tidak terjadi sungguh-sungguh, maka bentuknya menjadi seperti tarian. - Upacara Nyobeng
Upacara ini juga masih ada hubungannya dengan orang yang sudah mati, namun tetap punya nilai keunikan tersendiri. Yaitu membersihkan kepala atau tengkorak orang yang meninggal karena dipenggal. Namun tentu saja upacara memenggal kepalanya yang namanya mengayau sudah tidak ada lagi. Walau diselenggarakan hanya sekadar simbolis saja.






