Upaya Pencegahan Merokok Demi Umur Panjang

Perokok pasif atau mereka yang hanya menghirup asap rokok dari seorang perokok aktif, beresiko lebih besar menderita berbagai penyakit. Berkaitan dengan hal tersebut, beredar sebuah lelucon yang mengatakan, untuk menghindari resiko penyakit lebih besar maka sebaiknya kita menjadi perokok aktif saja. Tentu hal tersebut tidak benar dan sebaiknya dihindari. Sebab, akan lebih sehat jika semua orang melakukan upaya pencegahan merokok dengan cara tidak merokok.
Penyakit di Seputar Merokok
Ada lebih dari sepuluh penyakit yang mengincar seorang perokok aktif maupun juga pasif. Beberapa di antaranya adalah, impotensi, jantung, osteoporosis, kanker paru, pembekuan aliran darah, dan masih banyak lainnya.
Selain itu, dari segi estetika, bau yang ditinggalkan oleh asap kotor hasil pembuangan dari paru-paru perokoknya sangat tidak sedap. Efeknya, keluarga atau orang di sekitar perokok aktif akan merasa terganggu dan terpaksa menghirup sampah berupa asap kotor dan bau tidak sedap itu.
Hak Menghirup Udara Bersih
Melakukan upaya pencegahan merokok adalah hak orang di sekitar seorang perokok aktif, sebab, bernafas dengan oksigen murni dan bersih adalah sebuah pilihan yang patut diperjuangkan oleh semua orang. Memberikan sebuah ruangan khusus merokok, bisa juga jadi sebuah jalan keluar, seperti yang saat ini banyak dilakukan oleh pemerintah. Yaitu dengan membangun sebuah ruangan khusus di tempat umum agar perokok pasif dapat menghirup sampah asap yang mereka keluarkan sendiri.
Rokok Arab; Shisha, Lebih Bahaya
Banyak yang mengatakan, bahwa rokok Arab atau Shisha lebih enak dan sehat dibandingkan rokok biasa. Ternyata pendapat tersebut salah besar. Karena menurut penelitian sebuah lembaga anti tembakau Prancis, kandungan sekali hisapan Shisha, adalah sama dengan 70 kali menyedot rokok biasa. Ini dikarenakan alat hisap atau bong yang digunakan berukuran besar dan memungkinkan lebih banyak asap yang masuk ke paru dalam sekali hisap.
Kandungan racun Tar dalam 1 Shisha juga luar biasa. Setara dengan 27-102 rokok biasa. Sedangkan kadar karbon monoksida yang terhirup dalam Shisha menyerupai kadar CO yang dikandung 15-50 buah rokok. CO adalah zat yang mencegah paru mendapatkan pasokan oksigen yang bersih. Bahayanya, ia memicu timbulnya penyakit jantung.
Semua hal tersebut di atas tentu tidak sekedar fakta yang dibeberkan dengan percuma, namun dalam rangka melakukan upaya pencegahan merokok demi kesehatan masyarakat. Jadi, berhentilah egois dan tetap nekat merokok di wilayah umum, bahkan keluarga. Sebab kesehatan adalah hak semua orang.






