logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Gaya Hidup Sehat    Menjaga Kesehatan

Upaya Pencegahan Merokok Demi Umur Panjang


Ilustrasi upaya pencegahan merokok

Upaya pencegahan merokok harus harus diarahkan kepada kepentingan menjaga lingkungan dan kepentingan orang lain, agar memunculkan sikap toleransi dan tanggung jawab sosial yang lebih tinggi. Sebaliknya bila upaya pencegahan merokok diarahkan kepada kepentingan individu, selalu banyak yang abai karena merasa kalau sakit pun tetap sendiri dan tidak akan dipedulikan orang lain. Sudut pandang upaya pencegahan merokok ini memang harus diperbaiki.

Perokok pasif atau mereka yang hanya menghirup asap rokok dari seorang perokok aktif, beresiko lebih besar menderita berbagai penyakit. Ini memang sudah jadi rahasia umum, tapi karena tidak ada tanggung jawab sosial dan sikap toleransi dari pada perokok kepada lingkunganya, maka perokok pasif tetap menjadi korban. Berkaitan dengan hal tersebut, beredar sebuah lelucon yang mengatakan, untuk menghindari resiko penyakit lebih besar maka sebaiknya kita menjadi perokok aktif saja. Tentu hal tersebut tidak benar dan sebaiknya dihindari. Sebab, akan lebih sehat jika semua orang melakukanupaya pencegahan merokok dengan cara tidak merokok. 

Bahwa dengan tidak merokok hidup akan lebih sehat, juga sudah diketahui masyarakat umum jauh hari sebelumnya. Tapi kenapa merokok tetap saja menjadi kegemaran yang makin hari makin bertambah banyak ? Ini tidak terlepas dari masalah propaganda, promosi yang berlebihan dan tidak digarapnya dengan optimal sisi-sisi sosial yang menyentuh para perokok. Memang tidak mudah membuat kesadaran dari masing-masing individu yang secara kolektif saja sudah dianggap perbuatan yang benar. Memang merokok secara sosial bukanlah perbuatan tercela seperti mencuri. Namun karena mengganggu orang lain, maka dalam propaganda atau promosi juga harus disertakan bahwa merokok dengan mengganggung orang lain, sama saja dengan perbuatan mencuri atau perbuatan tercela lainnya. Bila hal ini terus dikampanyekan, maka hasilnya akan jauh lebih efektif dibanding dengan promosi yang langsung melarang merokok.

Merokok adalah perbuatan individu yang sangat pribadi sifatnya, dan di dalamnya terdapat berbagai macam latar belakang kenapa seseorang merokok dan orang lain tidak merokok. Faktor-faktor inilah sebenarnya yang harus diperhatikan ketika akan mengkampanyekan antara merokok. Bila larangan merokok dikaitkan dengan kesehatan, apa jadinya bila ternyata ada seorang perokok berat yang ternyata sehat-sehat saja bahkan jauh lebih sehat dibanding dengan yang tidak merokok. Ini juga akan jadi masalah. Bila larangan merokok dikaitkan dengan perbuatan buang-buang uang, tentu akan tidak efektif bila ternyata perokok aktif jauh lebih makmur dibanding dengan orang yang tidak merokok. Ini juga akan jadi masalah ketika akan mengkampanyekan larangan merokok dengan hitungan-hitungan uang.

Ada sebuah lelucon tentang hal ini, yakni pertemuan dua orang lelaki tua dan muda di ruang tunggu. Seorang lelaki tua yang tidak merokok merasa keberatan karena anak muda di sebelahnya tak henti merokok, maka iapun menegurnya. Habis berapa batang sehari, Dik, tanya lelaki tua. Kadang satu bungkus kadang dua bungkus, jawab si anak muda enteng. Berapa harganya, tanya lelaki tua. Minimal sepuluh ribu per bungkus, pak, jawab anak muda. Sepuluh ribu sehari, kalau seminggu sudah tujuh puluh ribu terbuang percuma, sebulan sudah dua ratus delapan puluh ribu, dalam setahun sudah terkumpul hampir 3,5 juta. Kalau adik ini sudah merokok selama sepuluh tahun saja, sudah terbeli mobil bekas. Anak muda melirik, bapak merokok, tanya kemudian. Lelaki tua menggeleng. Bapak sudah punya mobil, tanya anak muda. Lelaki tua itu menggeleng lagi. Kalah dong sama saya, merokok sebungkus sehari, tapi sudah punya mobil baru dua.

Penyakit Di Seputar Merokok

Namun demikian ketika berbicara tentang merokok, maka tidak bisa tidak dikaitkan dengan masalah kesehatan. Ini memang logika lurusnya. Ada lebih dari sepuluh penyakit yang mengincar seorang perokok aktif maupun juga pasif. Beberapa di antaranya adalah, impotensi, jantung, osteoporosis, kanker paru, pembekuan aliran darah, dan masih banyak lainnya.

Selain itu, dari segi estetika, bau yang ditinggalkan oleh asap kotor hasil pembuangan dari paru-paru perokoknya sangat tidak sedap. Efeknya, keluarga atau orang di sekitar perokok aktif akan merasa terganggu dan terpaksa menghirup sampah berupa asap kotor dan bau tidak sedap itu. Kesemua ini bisa dijadikan model untuk mengkampanyekan upaya pencegahan merokok. Namun kampanye upaya pencegahan merokok jangan kalah dibanding dengan iklan rokok itu sendiri, baik dari sisi kemasan, pesan yang efektif, kuantias penyebar luasan pesan pencegahan merokok itu sendiri. Bila elemen-elemen tersebut masih kalah dibanding dengan iklan rokok, maka upaua pencegahan merokok akan tidak efektif.

Hak Menghirup Udara Bersih

Melakukan upaya pencegahan merokok adalah hak orang di sekitar seorang perokok aktif, sebab, bernafas dengan oksigen murni dan bersih adalah sebuah pilihan yang patut diperjuangkan oleh semua orang. Memberikan sebuah ruangan khusus merokok, bisa juga jadi sebuah jalan keluar, seperti yang saat ini banyak dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan membangun sebuah ruangan khusus di tempat umum agar perokok pasif dapat menghirup sampah asap yang mereka keluarkan sendiri. Namun cara ini juga sebenarnya tidak tepat, karena ada kesan bahwa pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan pengawasan terhadap perilaku masyarakatnya, terlihat mendua. Kalau memang sedang dicari upaya pencegahan merokok, kenapa di sisi lain justru disediakan tempat khusus bagi siapa saja yang maru merokok. Ketidak konsistenanya dari pemerintah ini pun menjadi biang keladi kenapa para perokok jumlahnya dari tahun ke tahun tidak pernah menurun. 

Rokok Shisha Lebih Bahaya

Banyak yang mengatakan, bahwa rokok Arab atau Shisha lebih enak dan sehat dibandingkan rokok biasa. Ternyata pendapat tersebut salah besar. Karena menurut penelitian sebuah lembaga anti tembakau Prancis, kandungan sekali hisapan Shisha, adalah sama dengan 70 kali menyedot rokok biasa. Ini dikarenakan alat hisap atau bong yang digunakan berukuran besar dan memungkinkan lebih banyak asap yang masuk ke paru dalam sekali hisap.

Kandungan racun Tar dalam 1 Shisha juga luar biasa yaitu setara dengan 27-102 rokok biasa. Sedangkan kadar karbon monoksida yang terhirup dalam Shisha menyerupai kadar CO yang dikandung 15-50 buah rokok. CO adalah zat yang mencegah paru mendapatkan pasokan oksigen yang bersih. Bahayanya, ia memicu timbulnya penyakit jantung.

Semua hal tersebut di atas tentu tidak sekedar fakta yang dibeberkan dengan percuma, namun dalam rangka melakukan upaya pencegahan merokok demi kesehatan masyarakat. Jadi, berhentilah egois dan tetap nekat merokok di wilayah umum, bahkan keluarga. Sebab kesehatan adalah hak semua orang. 

Karena kesehatan adalah hak semua orang, semestinya pemerintah juga memperhatikan hal ini. Bila jumlah penduduk di Indonesia adalah 300 juta jiwa, maka yang memiliki hak untuk sehat, diantaranya dengan menghirup udara yang bersih adalah 300 juta jiwa tanpa kecuali para perkokok itu sendiri. Bila jumlah para perokok adalah tiga puluh proses dari seluruh jumlah penduduk misalnya, maka tidak ada alasan bagi pemerintan untuk memberi ruang kepada para perokok dan sebaliknya mengingkari hak sehat seluruh penduduk termasuk juga para perokok.

Tapi bila berbicara tentang sumber pendapatan negara dari cukai rokok saja, memang luar biasa. Jadi, pemerintah tak akan pernah mampu benar-benar mencegah merokok karena hatinya selalu mendua. Pada saat mendua, maka pesan menjadi bias. Dan rupanya hal inilah yang terjadi dengan masyarakat Indonesia, kenapa jumlah perokok aktif tetap saja tinggi dan tidak pernah ada tren menurun jumlahnya. 

 

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Macam-Macam Penyakit dalam Bahasa Inggris
  • Konsultasi Kesehatan Online
  • Tidur Sehat untuk Membangun Mental Hebat
  • Merokok di Kalangan Pelajar yang Mengkawatirkan Kesehatan
  • Tips Sehat dan Cantik Bagi Wanita
  • Cara Hilangkan Stres Paling Mudah dan Murah
  • Tukang Jamu Gendong, Bergelut dengan Nasib
  • Mengenal Askep Anemia
  • Mengenal Penyakit Pembuluh Darah
  • Tips Sehat Secara Alami, Mudah dan Murah
  • Bahaya Bahan Kimia Bagi Kesehatan
  • Penyakit Batu Empedu
  • Manfaat Perda Larangan Merokok
  • Trik Hidup Sehat untuk Kenyamanan Hidup
  • 6 Pola Hidup Sehat Jasmani dan Rohani
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA