Viking, Suporter Fanatik Persib Bandung

Selain bangga dengan gedung-gedung bersejarah yang ada di Kota Bandung, seluruh warga di kota ini pun memiliki kebanggaan lain yang jauh lebih membumi nusantara, yakni kebanggaan terhadap klub sepak bola PERSIB Bandung. Boleh jadi, kebanggaan warga pada PERSIB Bandung adalah yang paling utama dibanding yang lainnya. Sebuah perkiraan yang bukan tanpa alasan tentunya.
Lihat dan buktikan saja sendiri ke lapangan ketika PERSIB Bandung menggelar laga kandangnya di Stadion Siliwangi Bandung atau sekali-kali di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang. Ribuan warga yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Bobotoh, Viking, Bomber, dan lainnya tumpah ruah menjadi satu dalam balutan baju berwarna biru.
Meski seret gelar dan prestasi, PERSIB Bandung tidak akan kehilangan sedikit pun dukungan dari supporter fanatiknya. Adalah Viking yang selalu menjadi panglima utama dan senantiasa mengomando para vikers (julukan anggota viking) untuk senantiasa mendukung klub kebanggaan kota Bandung ini. Bersama Bobotoh, Bomber, dan kelompok supporter PERSIB lainnya, mereka mengusung ideolog yang sama, yakni PERSIB salawasna dina manah (selamanya di hati).
Sejarah Viking
Viking Persib Club terbentuk pada tanggal 17 Juli 1993. Pelopor pendirian kelompok supporter ini adalah Ayi Beutik, Heru Djoko, Hendra Bule, Dodi Rokhdian, dan Aris Primat. Di sebuah rumah yang terletak di Jalan Kancra No. 34, mereka menggelar pertemuan yang juga dihadiri pioneer-pioner Viking persib klub lain, yang akhirnya melahirkan kelompok supporter bernama VIKING Persib Club yang diketuai oleh Heru Joko.
Nama lengkap untuk kelompok supporter ini adalah Viking Persib Club. Penggunaan nama Viking ini diambil dari salah satu suku yang mendiami kawasan Skandinavia di Eropa Utara. Karakter yang berani, keras, gigih, solid, pantang menyerah, patriotik, berjiwa penakluk, dan gemar menjelajah yang dimiliki suku bangsa inilah yang akhirnya membuat kelompok supporter Bandung ini mengadopsi nama Viking.
Kiprah Viking Persib Club
Secara domonstratif, Viking Persib club pertama kali menunjukan eksistensi dukungan untuk PERSIB Bandung, yakni sejak begulirnya liga Profesional pertama di Indonesia pada 1993. Sebelumnya, pada masa-masa liga perserikatan, supporter fanatic ini belum terbentuk.
Dengan disertai rasa kekeluargaan, kebersamaan, hubungan persahabatan, dan kecintaan yang sama terhadap PERSIB Bandung, kelompok supporter ini mampu bertahan hingga saat ini. Bahkan, persebaran distriknya sudah mencapai seluruh wilayah Jawa Barat dan beberapa daerah di luar Jawa.
Viking dan Suporter Sepak Bola Lainnya
Bentuk dukungan fanatic yang dimiliki masing-masing supporter sepak bola memang kerap menimbulkan permusuhan. Tak hanya di Indonesia, di luar negeri semacam Inggris pun hal ini sudah wajar terjadi. Demikian halnya dengan Viking. Kefanatikan yang dimiliki kelompok supporter ini mampu mengundang kebencian supporter lain, terlebih supporter Jakarta yang menamakan dirinya The Jack.
Perumpamaan “seperti kucing dan anjing” tampaknya masih sangat wajar karena adakalanya kucing dan anjing berjalan beriringan. Namun, untuk dua kelompok supporter ini perumpamaan itu tidaklah cocok. Karena seperti salah satu slogan yang banyak menempel di kaos supporter Bandung, misalnya “The Jack Mati di Kota Kami” demikian juga sebaliknya.






