Adakah Vitamin Penambah Berat Badan Untuk Anak ?
Perkembangan anak merupakan sesuatu yang selalu menjadi perhatian orang tua. Ibu bahkan seringkali membandingkan perkembangan anak-anaknya dengan anak orang lain, khususnya ketika anak masih berusia di bawah lima tahun atau balita. Karena itu apabila perkembangan fisik anak cukup pesat, gemuk, dan padat tentulah sangat menyenangkan.
Namun, tak sedikit ibu-ibu yang bingung saat anaknya tampak kurus, sehingga mereka pun berusaha memberikan asupan vitamin penambah berat badan.
Setiap anak memang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Baik menyangkut struktur fisik, daya tahan tubuh, perkembangan koordinasi, metabolisme, maupun berbagai yang lainnya. Ada anak yang gampangan atau mudah diberikan makanan apapun tanpa menolak. Namun tak sedikit pula anak yang sulit makan sehingga harus disiasati agar mau makan.
Faktor Gen
Untuk anak yang mengalami pertumbuhan berat tubuh yang kurang optimal, sebenarnya disebabkan oleh berbagai faktor yang cukup kompleks. Selain karena unsur gen dari orang tuanya, kondisi ini juga dapat disebabkan kurangnya asupan makanan yang cukup untuk anak.
Untuk itu, orang tua atau ibu kadang melakukan berbagai cara agar tubuh anaknya dapat bertambah gemuk. Diantaranya dengan memberikan berbagai jenis suplemen vitamin. Namun adakah vitamin penambah berat badan untuk anak ?
Bagaimanapun juga faktor keturunan turut mempengaruhi tumbuh kembang anak. Gen dari orang tua yang kurus kadang mempengaruhi dan menjadi faktor risiko yang harus diterima anak. Meskipun hal ini terlalu kompleks untuk disederhanakan, yang jelas pola asuh orang tua juga cukup menentukan tumbuh kembang anak. Termasuk selera makan anak-anaknya.
Pola Asuh
Pola asuh ini terutama menyangkut asupan makanan yang diberikan untuk anak. Ada orang tua yang terlalu sibuk bekerja sehingga memberikan makanan pada anak dengan produk-produk dalam kemasan buatan pabrik yang lebih mudah dan praktis. Dari jenis susu formula, makanan tambahan, sereal, hingga berbagai jenis kue dan jajanan selalu menjadi pilihan untuk anaknya.
Kondisi ini sebenarnya cukup mengkhawatirkan. Pola asuh semacam ini tak jarang membuat pertumbuhan fisik anak cukup bagus. Selain gemuk, anak pun terlihat dinamis sehingga terkesan membanggakan. Namun untuk jangka panjang, asupan gizi dari produk kemasan sebenarnya menyimpan potensi menurunnya daya tahan tubuh maupun kualitas kesehatan anak akibat zat-zat kimia yang terdapat dalam produk kemasan itu. Anak bisa gampang terserang penyakit, dan kalau sudah sakit umumnya proses penyembuhannya membutuhkan waktu relatif lama.
Untuk menambah berat badan anak, sebenarnya orang tua tak perlu bingung. Selera makanan anak memang kadang naik dan juga kadang menurun. Bisa jadi hal itu disebabkan menu makanan yang terlalu monoton. Karena itu orang tua bisa membuat menu makanan yang lebih variatif dengan prinsip gizi seimbang.
Akan lebih baik lagi kalau dibuat dari bahan alami, seperti buah-buahan dan sayuran, susu, daging, ataupun ikan laut yang kaya omega dan bagus untuk otak anak. Apalagi para ahli gizi maupun kalangan medis tidak mengenal adanya vitamin penambah berat badan khusus untuk anak.






