Wakatobi : Salah Satu Kekayaan Bawah Laut Indonesia

Sumber daya alam yang dimiliki oleh negara Indonesia banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakatnya. Indonesia yang berada tepat di garis khatulistiwa memberikan banyak keuntungan bagi warganya. Sebagian besar tanah yang ada di wilayah Indonesia bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian atau perkebunan. Hasil tanam dari masyarakat Indonesia pun cukup melimpah.
Selain sebagai komoditi dalam pertanian, sumber daya alam di Indonesia bisa dimanfaatkan untuk bidang lain, seperti pertambangan ataupun pariwisata. Pemanfaatn sumber daya alam yang baik pasti akan memberikan sesuatu yang juga baik bagi masyarakatnya. Pemanfaatan sumber daya alam untuk pariwitasa misalnya. Pantai, hutan lindung, dan pegunungan adalah beberapa contoh sumber daya alam di Indonesia yang biasa dimanfaatkan sebagai sarana pariwisata. Objek wisata pantai milik Indonesia yang cukup terkenal di mancanegara adalah Wakatobi.
Wakatobi merupakan salah satu objek wisata yang terdapat di Sulawesi Tenggara. Luasnya mencapai 823 km² dengan jumlah penduduk tidak lebih dari 100.000 jiwa. Wakatobi juga merupakan satu dari lima puluh koleksi taman nasional yang ada di Indonesia. Penetapan wilayah ini menjadi sebuah taman nasional disahkan pada 1996 lalu. Luas taman nasional Wakatobi mencapai 1,39 juta ha.
Wakatobi sendiri sebenarnya adalah gabungan dari empat pulau utama yang ada di taman nasional ini, yaitu Pulau Wangiwangi, Pulau Kalidupa, Pulau Tomia, dan Pulau Binongko. Sebelum disahkan menjadi taman nasional, pulau ini disebut sebagai Kepulauan Tukang Besi dan secara geografis masih merupakan bagian dari Kabupaten Buton.
Taman nasional Wakatobi menawarkan keragaman hayati laut. Wakatobi memiliki beragam potensi sumber daya alam bawah laut yang memiliki nilai tinggi, baik dari segi jenis maupun keunikan. Keanekaragaman sumber daya alam bawah laut menyajikan pemandangan bawah laut yang menakjubkan.
Perairan di wilayah Wakatobi memiliki kedalaman yang bervariasi. Perairan yang terdalam mencapai 1. 044 meter. Sebagian besar dasar perairan yang ada di taman nasional Wakatobi berbentuk pasir dan karang.
Sebuah kelompok ekspedisi dari negara Inggris bernama Ekspedisi Wallacea adalah kelompok turis asing yang memperkenalkan Wakatobi ke masyarakat dunia untuk pertama kalinya. Kelompok ekspedisi itu menyebutkan bahwa ada sebuah tempat wisata di daerah Sulawesi Tenggara, Indonesia yang sangat kaya akan berbagai spesies koral.
Wakatobi memang kaya akan berbagai jensi koral. Jumlahnya mencapai 750 hingga 800 spesies koral dari semua koral yang ada di dunia. Bayangkan, berbagai jenis koral yang ada di bawah laut negara-negara lain bisa dinikmati di bawah laut perairan Indonesia.
Keindahan Alam bawah Laut Wakatobi
Keragaman koral atau karang yang ada di bawah perairan Wakatobi menjadi surga tersendiri bagi para penyelam. Mereka yang sangat mencintai olahraga selam pasti menjadikan taman nasional Wakatobi ini sebagai wahana olahraga favoritnya. Di perairan Wakatobi terdapat sedikitnya 29 titik selam yang biasa dikunjungi para penyelam dari berbagai negara.
Beragamnya karang bawah laut Wakatobi yang terdiri dari 750 hingga 800 spesies terbagi menjadi 25 kelompok gugusan terumbu karang. Jenis-jenis karang tersebut di antaranya adalah Acropora formosa, Psammocora profundasafla, Pavona cactus, Fungia molucensis, dan Merulina ampliata.
Selain beragamnya keindahan yang ditawarkan oleh terumbu karang yang jumlahnya mencapai ratusan, Wakatobi juga memiliki banyak spesies ikan serta fauna-fauna air lain yang akan menambah indahnya pemandangan bawah laut. Jumlah spesies ikannya pun mencapai 93 jenis.






