Mengenal Pengukuran Waktu Standar untuk Pekerja
Apakah Waktu Standar Itu?
Waktu Standar atau waktu baku adalah waktu yang diperlukan oleh seorang pekerja yang bekerja dalam tempo yang wajar untuk mengerjakan suatu tugas yang spesifik dalam sistem kerja yang terbaik.
Penggunaan waktu standar ini bermacam-macam, diantaranya adalah sebagai:
1. Dasar penentuan upah standar
2. Dasar penentuan biaya standar dalam sebuah operasi manufaktur
3. Dasar penentuan jumlah mesin produksi
4. Dasar penentuan jumlah kebutuhan tenaga kerja
5. Dasar penentuan keseimbangan lini produksi
6. Dasar penentuan luas tata letak fasilitas dan lantai produksi
Dalam sebuah operasi produksi atau manufaktur, penentuan waktu standar sangatlah memegang peranan penting. Pengukuran waktu standar ini menjadi spesialisasi pada insinyur teknik industri.
Metode Pengukuran Waktu Standar
Terdapat dua macam metode untuk mengukur waktu standar, yaitu:
1. Metode Langsung
2. Metode Tidak Langsung
Perbedaan dari kedua metode itu adalah pada cara observasinya. Mengukur waktu standar dengan cara langsung mempunya dua cara, yaitu dengan studi jam henti (stopwatch) dan sampling pekerjaan. Pada kedua metode ini, pengukur melakukan kunjungan dan pengamatan langsung di lantai produksi. Sedangkan megukur waktu standar dengan metode tak langsung dapat dilakukan tanpa melakukan pengamatan langsung di lantai produksi. Dalam hal ini digunakan data waktu standar atau data waktu gerakan.
Beberapa metode pengukuran tidak langsung ini diantaranya adalah:
1. Metode Faktor Kerja
2. Methods-Time Measurement (MTM)
3. Maynard Operation Sequence Technique (MOST)
Waktu Siklus, Waktu Normal dan Waktu Standar
Dalam pengukuran waktu standar, dikenal tiga macam terminologi waktu, yaitu waktu siklus, waktu normal dan waktu standar. Waktu Siklus adalah waktu pengerjaan satu unit produk yang didapatkan pada pengamatan. Waktu Normal adalah waktu siklus yang diberi faktor penyesuaian.
Faktor penyesuaian ini diberikan untuk ‘menormalkan’ kecepatan kerja operator yang diamati. Sedangkan Waktu Standar didapatkan dari waktu normal yang telah diberikan faktor kelonggaran. Kelonggaran ini biasanya dipertimbangkan untuk kebutuhan pribadi, untuk menghilangkan fatigue (kelelahan) dan untuk keterlambatan.
Tahapan Pengukuran Waktu Standar Secara Langsung dengan Jam Henti
Berikut ini adalah tahapan yang harus dilalui dalam menentukan waktu standar:
- Pilih operasi atau kegiatan yang akan diamati
- Pilih operator/pekerja yang akanmenjadi objek pengamatan. Pilih orang yang tempo bekerjanya wajar, dalam arti tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.
- Catat dan uraikan urutan kegiatan yang dilakukan pekerja
- Amati, ukur waktu pengerjaan satu elemen kegiatan dengan jam henti, lalu catat di lembar pengamatan
- Nilailah performansi kerja operator, dan tentukan faktor penyesuaiannya
- Berikan nilai untuk kelonggaran
- Tentukan waktu standaraa
| Beri rating untuk artikel di atas |








