Beberapa Alasan Seseorang Menjadi Wanita Malam
Ilustrasi wanita malam
Apa yang membuat seseorang terjun menjadi wanita malam? Yang paling pertama adalah mereka tidak takut api neraka. Memang masih banyak sekali hal yang membuat seseorang menjalani profesi itu. Profesi? Ya, wanita malam merupakan sebuah profesi, sama seperti yang lainnya. Namun, profesi yang satu ini sangat jauh dari kesan positif. Semua yang menempel pada profesi ini adalah hal-hal negatif dan tak baik.
Wanita Malam = Pelacur
Wanita malam dalam pengertian ini bukanlah seorang wanita yang bekerja di malam hari dan pulang masih malam pula. Wanita malam yang dimaksud adalah wanita penghibur alias pelacur. Mereka wanita yang menjual kemaluannya dengan berbagai alasan demi berbagai hal.
Tak ada alasan yang dapat diterima oleh akal mengapa wanita-wanita seperti ini melacurkan dirinya. Apapun alsannya, mereka tetap salah. Kisah seorang wanita yang rela mati membela kehormatannya harusnya cukuplah memberikan kekuatan betapa kehormatan itu harus dijaga hingga mati. Ketika mati mempertahankan kehormatan, itulah kematian yang terhormat. Satu kematian yang akan diganjar pahala syahid. Pahala yang besar mana lagi yang akan diharapkan kalau pahala syahid yang artinya masuk surga tanpa dihisab telah dikantongi.
Siapa bilang menjadi pelacur itu menyenangkan? Mereka harus mau melayani laki-laki yang juga tidak benar. Laki-laki yang dengan mudahnya menyerahkan kemaluannya kepada wanita yang tidak halal baginya. Tidak ada jaminan baik wanita maupun laki-laki itu bersih dari penyakit. Tidak ada jaminan bahwa keduanya bisa menikmati permainan seks yang mereka lakukan. Seks yang hanya untuk seks itu tiada keindahan di salamnya. Nafsu yang dikedepankan hanya akan menghasilkan rasa tidak puas.
Para pelacur itu juga harus rela melakukan apapun yang diminta oleh pelanggannya. Sudah melanggar kaidah agama juga melanggar hak kemanusiaan karena diperbudak oleh uang pelanggan. Para pelanggan yang sudah cukup sulit terpuaskan, pasti akan meminta posisi atau pelayanan yang aneh dan tidak masuk akal. Jadinya, pelayanan yang diberikan seperti pelayanan kepada hewan dan pelacur itu pun dengan terpaksa melakukan apa yang diminta. Rasa jijik, rasa sakit, rasa perih seolah ditepiskan demi lembaran uang yang akhirnya akan habis juga tak bersisa dan tak terasa karena uang yang tak berkah itu akan hangus tanpa meninggalkan rasa bahagia yang sebenar-benarnya.
Wanita Malam, Bertaubatlah
Alasan yang paling nyata yang diberikan oleh para wanita-wanita yang hatinya tertutup itu adalah alasan duniawi yang tak bisa diambil sebagai landasan mereka untuk tidak segera bertaubat dan hidup apa adanya tanpa harus bergelimang dengan kesesatan yang nyata. Tinggalkan semua kenikmatan yang telah dirasakan. Tinggalkan keindahan bergumul dengan seseorang yang tidak halal. Tinggalkan teman-teman yang sebenarnya bukan teman sejati yang ada di sekitar tempat berbuat mesum. Tinggalkan semua barang yang tak akan memberikan berkah karena didapatkan dari hasil yang tidak halal. Raihlah surga dengan taubat yang sebenarnya. Raihlah kesenangan surgawi yan sesungguhnya dengan mendekat ke tempat yang diridhio oleh Tuhan.
Tak harus ragu pindah ke tempat yang akan membawa kebaikan. Bila ada jodoh, menikahlah dan tak harus meminta apapun karena yang terpenting adalah berjalan di arah yang benar. Pasti ada jalan. Walau harus kelaparan, walau anak tak sekolah, walau tidur tak beralaskan apa-apa, walau tak mempunyai pakaian layak, yang penting semua yang melekat di tubuh, semua yang masuk ke dalam tubuh, adalah halal. Hati pasti akan bening dan cahaya ilmu pasti akan mau masuk ke tubuh yang bersih dari noda.
Memang godaan untuk tidak merasa lapar, godaan untuk hidup sama dengan orang lain terkadang sangat menggoyahkan iman. Tetaplah ingat bahwa kematian itu pasti datang dan jangan mati sebelum bertaubat. Jangan mati sebagai seorang pelacur. Jangan mati ketika tidak berada di samping seorang imam dunia yang halal. Jangan mati ketika tidak dalam balutan keimanan.
Jauhi semua hal yang memungkinkan untuk menggoda kembali ke jalan yang salah itu. Hapuslah semua hal yang pernah tertulis di lembar-lembar bernoda. Manfaatkan semua waktu untuk bermunajadi kepada-Nya. Jangan sungkan kembali kepada Tuhan yang telah menjanjikan kehidupan yang baik bagi umat-Nya yang benar-benar beriman. Pelajarilah kitab suci yang akan menjadi pembimbing. Datangilah tempat-tempat yang akan memberikan ketenangan jiwa.
Percayalah bahwa sekali benih niatan bertaubat itu ditaburkan di dalam hati, kunci menuju jalan yang benar pasti terbuka dan pertolongan Allah Swt itu sangat dekat. Tak usah berlari menggapai Ilahi, Dialah yang akan berlari menghampiri umat-Nya yang ingin meraih ridho-Nya.
Alasan Menjadi Wanita Malam
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa tak ada alasan yang bisa diterima akal mengapa seorang wanita memilih hidup sebagai penghibur laki-laki yang tak paham makna kehadirananya di dunia.
Berikut adalah beberapa alasan yang membuat seseorang terjerumus ke lembah nista dengan memilih menjadi wanita malam.
Kondisi Ekonomi
Kota besar. Siapa yang tidak tergiur oleh pesona dan berbagai tawaran menarik di sana. Berbagai hiburan, dari siang hingga malam tersaji lengkap setiap hari, terlebih di akhir pekan. Iming-iming penghasilan tinggi dan kemudahan mendapatkan sesuatu secara tidak langsung membuat beberapa masyarakat pedesaan –dalam hal in wanita- tergoda untuk menyambut semua tawarannya. Mereka menutup mata dan hati dari akibat yang akan mereka rasakan setelah terjerumus ke dalam kehidupan yang tak benar itu. Bisa saja mereka menjadi korban pembunuhan dan korban pemerasan serta korban penipuan dari para pelanggan yang tak diketahui dari mana asal dan apa latar belakangnya.
Laki-laki yang menjadi konsumen mereka pasti bukan laki-laki yang baik. Laki-laki yang tak beriman dan laki-laki yang sangat dekat dengan dunia yang juga tidak benar, seperti dunia kejahatan dari berbagai lapisan, mulai dari koruptor hingga pengedar ganja dan narkotika serta pembunuh bayaran.
Secara garis besar, kondisi perekonomian di desa memang tidaklah sebaik di kota. Oleh karena itu, banyak wanita desa yang berencana meraih mimpi dan menjadi seseorang yang sukses dengan penghasilan tinggi di kota besar.
Sayang, kebanyakan dari mereka tidaklah cukup mempunyai bekal untuk bisa berperang melawan kejamnya kota besar. Ilmu pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki belum cukup untuk menaklukkan keganasan kota besar.
Kedatangan mereka hanya akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang memang memiliki kelebihan dibanding mereka. Jika sudah begitu, banyak cara yang akan mereka lakukan untuk meraih mimpi tersebut, termasuk dengan mengambil langkah salah dengan menjadi seorang wanita malam. Alasannya klise. Mereka hanya ingin berjuang dan bertahan menghadapi kerasnya kehidupan yang mereka hadapi di kota besar.
Salah Pergaulan
Sekali lagi, pergaulan ini pun tak bisa dilepaskan dengan kondisi perekonomian. Seseorang yang memiliki kemampuan ekonomi pas-pasan sebaiknya bisa mengukur diri dalam bergaul. Bukan berarti melarang bergaul dengan orang-orang dari kalangan high class, hanya saja kita harus lebih pintar memilih seseorang untuk dijadikan teman bergaul.
Tidak sedikit wanita dari kalangan menengah ke bawah yang terpaksa menjalani profesi sebagai wanita malam dikarenakan tuntutan agar mampu mengimbangi gaya dan pergaulan teman-temannya dari kalangan atas yang wah, royal, dan jor-joran. Selain itu, banyak juga wanita yang rela melakukan berbagi cara untuk menjaga gengsi mereka di antara teman-temannya yang memang sudah kaya dari sananya.
Bagi mereka mungkin tidak masalah karena kondisi ekonominya memang mencukupi, tapi bagi wanita dari level berbeda bisa jadi ini adalah masalah yang sangat besar. Oleh karena itu, jangan terlalu memaksakan diri untuk selalu eksis dalam pergaulan yang wah jika memang kondisi kita tidak memungkinkan.
Pengalaman Buruk Masa lalu
Alasan lain yang membuat seseorang memutuskan untuk menjadi wanita malam adalah pengalaman buruk yang pernah didapatnya di masa lalu. Sebut saja pernah mengalami perkosaan oleh orang-orang terdekatnya, bisa pacar, kerabat, bahkan oleh saudara dan ayahnya sendiri. Banyak juga wanita malam yang berasal dari kalangan menengah ke atas. Mereka bukan lagi mencari pendapatan melainkan kesenangan.
Efek dari pengalaman buruk masa lalunya pasti akan melahirkan sikap dan sifat baru yang liar dan di luar kendali, bahkan bukan mustahil mereka yang pernah mengalaminya akan mengalami yang namanya ketagihan seks. Jika sudah kecanduan, seks bukan lagi sesuatu yang tabu melainkan kebutuhan. Mereka akan memenuhi kebutuhannya itu dengan menjadi wanita malam.



