Wayang Golek, Kesenian Khas Tanah Sunda

Anda tentu mengenal sosok kocak, si Cepot, bukan? Ya, Cepot merupakan salah satu karakter paling terkenal dalam dunia wayang, khususnya wayang golek. Wayang golek merupakan sebuah kesenian khas yang berasal dari tanah Sunda. Wayang golek ini terdiri atas dua jenis, yakni wayang golek papak dan wayang golek purwa.
Semua jenis wayang ini dimainkan oleh seorang dalang yang berperan sebagai seorang pemimpin pertunjukan. Seorang dalang yang baik harus memiliki kemampuan untuk menyanyikan suluk, menyuarakan antawacana, dan mengatur berbagai perangkat lain, seperti lagu, gamelan, dan lainnya.
Pertunjukan Wayang Golek
Wayang golek merupakan sebuah pertunjukan yang melibatkan banyak pihak. Tak hanya dalang yang notabene berperan sebagai pemimpin pertunjukan, pertunjukan wayang pun kerap diiringi oleh sinden dan nayaga (penabuh gamelan). Pihak-pihak yang telah disebutkan tadi harus berkolaborasi dan memainkan peranannya masing-masing agar tercipta sebuah pertunjukan wayang yang istimewa.
Alur cerita dalam wayang golek hampir sama dengan alur cerita pewayangan lainnya, yakni selalu mengikuti lakon dari cerita Mahabarata dan Ramayana. Adapun tokoh-tokoh utama wayang golek yang selalu mengisi setiap pertunjukan wayang dan selalu mengundang tawa, di antaranya adalah sebagai berikut.
- Anoman; adalah anaknya Hyang Pawana Guru.
- Anterja; adalah anaknya Bima.
- Arjuna; adalah pandawa ketiga dari Pandawa Lima.
- Aswatama; adalah anaknya Resi Drona.
- Bambang Kaca; adalah anaknya Gatotkaca.
- Bayu; adalah dewa angin.
- Bima; adalah pandawa kedua dari pandawa lima.
- Cepot; adalah anak pertama Semar Badrayana dan Dewi Sutiragen.
- Dawala; adalah anak kedua Semar Badrayana dan Dewi Sutiragen.
- Gareng: adalah anak ketiga Semar Badrayana dan Dewi Sutiragen
- Gatotkaca; adalah anaknya Bima.
- Batara Guru; adalah anaknya Sanghyang Tunggal.
- Jakatawang; adalah anaknya Bima.
- Kresna; adalah raja di Kerajaan Dwarawati, gambaran lain dewa wisnu.
- Kumbakarna; adalah adik Rahwana.
- Nakula; adalah pandawa keempat dari Pandawa Lima.
Sementara itu, beberapa dalang wayang golek terkenal, di antaranya Asep Sunandar, Sunarya, Abeng Sunarya, Cecep Supriadi, Entah Tirayana, Tarkim, R.U. Partasuanda, dan lain-lain. Untuk perlengkapan gamelan pengiring pertunjukan wayang golek, di antaranya:
- Saron (2 buah)
- Peking (1 buah)
- Selentem (1 buah)
- Bonang (seperangkat)
- Bonang rincik (seperangkat)
- Kenong (seperangkat)
- Gong (seperangkat)
- Kendang (seperangkat)
- Gambang (1 buah)
- Rebab (1 buah)
Fungsi Wayang Golek
Wayang golek merupakan seni pertunjukan yang bisa difungsikan untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Wayang golek bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan spiritual maupun material. Salah satu fungsi wayang untuk keperluan spiritual adalah untuk ngaruat (membersihkan diri dari marabahaya). Dalam fungsi spiritual ini terdapat beberapa golongan yang biasa diruwat oleh wayang golek. Mereka adalah:
- anak tunggal (Wunggal);
- seorang adik yang ditinggal mati kakaknya (Nanggung bugang);
- keluarga yang memiliki empat orang putra (Suramba);
- keluarga yang memiliki empat orang putri (Surambi);
- keluarga yang memiliki lima orang putra (Pandawa);
- keluarga yang memiliki lima orang putri (Pandawi);
- seorang putra yang diapit oleh dua orang putri (Talaga tanggal kausak);
- seorang putri yang diapit oleh dua orang putra (samudra hapit sindang);
Sementara fungsi wayang untuk keperluan material dapat kita lihat dari kegiatan di masyarakat yang masih banyak menampilkan wayang golek sebagai sebuah hiburan ketika ada perayaan khitanan ataupun pernikahan. Selain itu wayang juga sering dijadikan sebagai souvenir khas dari tanah Sunda.






