logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Seni    Seni Modern

Wayang Band Membawa Damai


Ilustrasi wayang band

Wayang band sama sekali bukan salah satu nama tokoh dalam cerita pewayangan Indonesia. Sepertinya kita sudah sama-sama tahu, bahwa Wayang band sesuai namanya, adalah anak-anak muda yang bergabung dan membentuk kelompok musik bersama. Kelompok ini terdiri dari 4 orang pemuda dan lagu-lagunya booming sekitar tahun 90-an. Salah satu lagu yang ngetop dan menjadi hits adalah lagu dengan judul "Damai".

Nama wayang sendiri sebenarnya adalah singkatan dari inisial para personil grup band wayang tersebut .W dari nama Wahyu Adrianto, huruf A dari nama Ahmad Fauzi, huruf Y dari Yudi atau yang bernama asli Ramdan Wahyudi, dan Ang dari Gilang Ariestya. Saat pertama kali dibentuk, usia dari para personel ini bisa dibilang masih sangat belia. Bahkan, Gilang masih duduk di Sekolah Dasar dan Gilang menjadi drummer termuda yang bermain untuk sebuah grup band profesional. Walaupun begitu, kualitas musik yang mereka mainkan tidak kalah dengan musisi lain dengan umur di atas mereka.

Bahkan, grub band ini mempunyai penggemar tersendiri. Bukan hanya orang dewasa yang menggemari lagu-lagu dari grup band Wayang ini. Anak-anak pun menggemari lagu-lagu dari grup band wayang karena lagu yang ringan dan penuh keceriaan.

Wayang band telah meramaikan panggung hiburan di Indonesia, jauh sebelum nama band-band baru bermunculan. Memang sekitar tahun 90-an tidak banyak band yang berkiprah di musik tanah air, tidak seperti sekarang yang banyak band-band yang datang dan pergi di dunia musik tanah air. Bukan hanya dari label musik besar seperti Sony, BMG, Nagaswara, dan perusahaan rekaman besar lainnya, tetapi juga muncul grup-grup band indie yang juga banyak yang meraih sukses di dunia musik tanah air.

Saking banyaknya, banyak band baru yang muncul dan mengeluarkan satu album tetapi tidak terdengar lagi kabar dari band tersebut karena tidak bisa bersaing dengan band-band lain. Bukan hanya band saja, tetapi juga grup vokal yang biasa disebut dengan boyband jika grup tersebut terdiri dari laki-laki atau girlband jika grup vokal tersebut terdiri dari perempuan.

Awal Karir

Band Wayang sendiri membentuk band pada tanggal 11 Juni 1995. Awal karir, mereka selalu hadir sebagai pengisi acara kecil disekitaran Jakarta. Mereka juga sering mengikuti berbagai festival musik yang juga diadakan di Jakarta. Memang, untuk menjadi sukses, perlu banyak perjuangan. Begitulah yang dialami oleh grup band wayang ini dan juga grup band-grup band lain yang telah meraih kesuksesan.

Grup band-grup band yang mengalami perjuangan cukup berat dalam karirnya inilah yang biasanya bisa bertahan di industri musik tanah air. Ini tidak lain karena grup band seperti ini akan terus mengasah kemampuan mereka dalam bermusik dan melancarkan strategi baru agar bisa diterima oleh para pecinta musik di tanah air.

Karena sering mengikuti berbagai ajang musik, mereka pun sering diundang untuk mengisi berbagai acara musik. Bisa dibilang, ketika merka tampil di berbagai ajang musik di sekitaran Jakarta itulah banyak yang melihat kualitas dari Wayang tersebut. Dari segi promosi, penampilan-penampilan Wayang inilah promosi yang sebenarnya. Bukan dengan memberikan demo melalui rekaman aksi musik mereka, tetapi menunjukkan kemampuan mereka secara langsung.

Hal inilah yang perlu kita tiru saat kita ingin berkarir di dunia musik. Meskipun mereka hanya diundang sebagai band pembuka pertunjukkan sebuah band besar, itu adalah langkah awal Wayang band ini menuju kesuksesan. Merasa bahwa bermusik merupakan suatu hal serius yang akan ditekuni dan banyak yang sudah mengenal band Wayang ini, mereka pun kemudian mengirimkan demo lagu ke sebuah perusahaan rekaman. Demo lagu ini mereka kirimkan setelah banyak orang yang mengenal mereka, bukan ketika mereka masih baru dalam dunia musik.

Perusahaan rekaman yang menjadi saksi bisu perjuangan anak-anak Wayang saat itu adalah RIS Musik Wijaya. Kini, RIS Musik Wijaya berubah nama menjadi BMG Music Indonesia.

Kegigihan, kerja keras, serta rasa optimis yang dimiliki masing-masing personil Wayang, perlahan mengantarkan mereka menuju gerbang kesuksesan. RIS Music Wijaya pun memberikan kesempatan anak-anak Wayang untuk memperdengarkan musiknya secara luas ke seluruh masyarakat Indonesia. RIS Music Wijaya mengontrak Wayang tanggal 26 Agustus 1997.

oh... damai hati ini ku tuangkan dalam sebuah lagu/ oh... mentari berlalu/ membawa semua ke alam mimpi"

Bisa jadi Anda mungkin tidak asing dengan penggalan lirik lagu di atas. Lirik lagu tersebut adalah penggalan dari lagu singlepertama Wayang band yang berjudul Damai. Lirik lagu sederhana tetapi terasa dalam maknanya. Berisi tentang keceriaan dalam menghadapi kehidupan.

Album Wayang

Lagu single pertama Wayang yang diedarkan di pasaran pada 1997 langsung mendapat respon yang cukup baik di kalangan masyarakat. Total penjualan dari single pertama Wayang mencapai angka 250.000 copy. Wayang band membawa "damai" dalam dunia musik tanah air. Dalam album pertama yang mengambil judul sama yaitu Damai, ada 10 lagu yang bisa didengarkan oleh pencinta musik Indoneisa. Lagu-lagu yang dihadirkan bertemakan keceriaan.

Kesuksesan Wayang band berlanjut hingga beberapa tahun kemudian. Album kedua Wayang bertitle Dongeng yang edar pada 1999 terjual hingga 275.000 copy. Lagu dengan judul yang sama, juga lumayan menjadi hits di tangga lagu Indonesia. Masih dengan format keceriaan dalam liriknya, lagu Dongeng berisi tentang seorang cucu yang senang dengan dongeng-dongeng yang dibacakan oleh sang nenek sebelum cucu tersebut tidur. Walaupun bertema sederhana, tetapi kekuatan dari lirik sederhana itulah yang membuat lagu Dongeng mudah dihafal dan menjadi lagu kenangan tersendiri bagi para pencinta musik Indonesia di tahun 1999.

Di Era Milenium baru, Wayang meluncurkan album ketiganya, kali ini bertitle Transisi, angka penjualannya memang cenderung menurun, Wayang hanya mampu menjual album ketiganya sebanyak 200.000 copy. Hingga 2005, Wayang band berhasil membuat tujuh buah album.

Wayang yang Sempat Tidak Dimainkan

Kehadiran banyak band-band baru di Indonesia ternyata berpengaruh terhadap eksistensi Wayang band. Pergantian "formasi" dalam industri hiburan di Indonesia sepertinya sudah merupakan hal yang wajar. Wayang yang beberapa tahun lalu sempat berada di barisan depan permusikkan Indonesia, perlahan mulai bergeser ke belakang. Wayang pun sempat tidak "dimainkan".

Kesibukkan masing-masing personillah yang menjadi penyebab utama mengapa Wayang band sempat tidak "dimainkan" untuk beberapa tahun. Terutama adalah kesibukan dari Gilang, sang drummer, yang harus meneruskan kuliah dari tahun 2005 sampai 2008. Namun, bukan Wayang sepertinya jika tidak memiliki pusaka-pusaka handal.

Pada 2009, Wayang kembali dimainkan. Bersama dengan label rekaman Universal Musik Indonesia, Wayang kembali memproduksi album baru. Album tersebut sekaligus merupakan album ke delapan dari Wayang band.

Album baru dari Wayang band tersebut mempunyai title Perbedaan. Sesuai namanya, di album ke delapan ini, Wayang band mencoba menampilkan sesuatu yang berbeda. Mereka menambah satu personil baru. Selain itu, untuk memperkaya karya-karya mereka dalam bermusik, Wayang pun bekerjasama dengan berbagai musisi Indonesia.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Tattoo Tribal - Tatto Tradisional Unik dan Estetis
  • Sejarah Grafiti - Cerita di Balik Dinding Kotor
  • Berkreasi dengan Seni Acrylic
  • Tarian dari Berbagai Belahan Dunia
  • Keeksotisan Karya Seni Kriya Mancanegara
  • Seni Terapan Mancanegara untuk Bisnis
  • Pengertian Impresionisme, Sejarah, dan Tokohnya
  • Cerita Tentang Kesenian Modern dan Perkembangannya
  • Antara Kelucuan dan Protes dalam Gambar Karikatur
  • Lukisan Kaca - Seni Lukis dengan Media Kaca
  • Graffiti - Antara Seni dan Vandalisme
  • Mengenal Ragam Tari Eropa
  • Kesenian Kuda Lumping, Magis dan Ekstrem
  • Pertunjukan Musik Modern Live on TV
  • Pengertian Seni Rupa dan Kegunaannya Bagi Masyarakat
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA