logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Seni    Seni Tradisional    Wayang Golek

Wayang Golek: Kebudayaan Sunda yang Perlu Dilestarikan

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Berbicara mengenai kebudayaan daerah Sunda sama halnya dengan membicarakan masyarakat Sunda. Sikap bangga terhadap daerahnya adalah hal yang wajar. Selama hal itu tidak merembet pada prilaku menjelek-jelekkan kebudayaan lain. Satu hal yang harus diingat adalah berbagai kebudayaan yang berbeda itu terangkum dalam satu kata, Indonesia.

Dalam menyikapi permasalah kebudayaan, masyarakat Sunda pada dasarnya tidak terlalu berbeda dengan masyarakat di daerah lain. Mereka sama-sama mengagumi dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan yang telah diturunkan oleh para leluhurnya. Salah satu warisan sejarah dari tanah Sunda dan masih terjaga hingga kini adalah kesenian wayang golek. Sebuah kesenian yang seharusnya layak berstatus sebagai warisan budaya dunia bersamaan dengan angklung.

Keterikatan 3 Unsur Penting

Angklung, wayang golek, dan masyarakat Sunda, adalah tiga hal yang tidak bisa dipisahkan. Dari segi mana pun, ketiga hasil kebudayaan tersebut akan terikat secara naluri. Angklung dan wayang golek adalah identitas yang bisa dibanggakan bagi masyarakat suku Sunda.

Wayang golek merupakan seni pertunjukan yang menggunakan boneka pahatan dari kayu sebagai media utamanya. Wayang golek juga sering disamakan dengan pertunjukan teater karena pertunjukan wayang golek memiliki satu jalan cerita yang diperankan oleh tokoh-tokoh tertentu layaknya tengah bermain teater.

Wayang Adalah Bayangan

Wayang berakar dari kata bayang dalam bahasa Jawa yang artinya 'bayangan'. Hal ini berkaitan dengan pertunjukan wayang di daerah di Jawa Tengah yang biasanya menggunakan layar. Boneka wewayangan tersebut dimainkan di belakang layar sehingga menghasilkan bayangan. Bayangan itulah yang menjadi dasar penyebutan hampir semua jenis wayang yang ada di Indonesia.

Pertunjukan Wayang Golek

Di masyarakat Sunda, pertunjukan wayang golek biasanya digelar ketika ada acara-acara tertentu. Wayang golek biasanya juga digelar pada tengah malam dan selesai ketika menjelang subuh. Acara-acara tertentu yang sering menampilkan wayang golek sebagai hiburan, antara lain pernikahan, khitanan, atau upacara-upacara lain yang terhitung besar.

Pertunjukan wayang golek biasanya diiringi oleh iringan suara dari berbagai alat musik tradisional Sunda, seperti gamelan sunda atau salendro. Gamelan sunda tersebut terdiri dari dua buah saron, satu buah peking, selentem, boning, boning rincik, kenong, gong, kendang, rebab, dan gambang.

Pertunjukan wayang golek selalu menyuguhkan jalan cerita yang menarik. Umumnya, cerita yang disajikan adalah cerita-cerita kuno dan abadi, seperti kisah Ramayana dan Mahabarata. Cerita lakon yang dimainkan tentu saja menggunakan bahasa Sunda.

Lakon Carangan

Dalam pertunjukan wayang golek, lakon atau jalan cerita yang biasa dimainkan adalah lakon carangan. Lakon carangan adalah lakon yang jalan ceritanya diatur oleh dalang sesuai dengan kebutuhan dari sang penanggap pertunjukan wayang golek tersebut.

Ketika memainkan lakon carangan, kemampuan dan keahlian dari seorang dalang akan terlihat jelas. Dalang yang sudah ahli tentu tidak akan menemukan kesulitan mengarang cerita. Dalang juga berkewajiban untuk menyuguhkan jalan cerita yang menarik dan tidak membosankan.

Pagelaran wayang golek juga seolah memiliki pola penyelenggaraan sendiri. Saat perlengkapan wayang masih tersimpan hingga wayang tersebut siap dimainkan, sudah diatur. Aturan-aturan dalam penyelenggaraan pewayangan bukan lagi hal asing bagi para dalang.

Nilai kebudayaan yang terdapat pada seni pertunjukan wayang golek di mata masyarakat Sunda cukup penting. Selain nilai-nilai budaya, nilai magis tidak kalah terkenal. Pertunjukan wayang golek dipercaya bisa digunakan dalam upacara ruatan. Meruat agar terhindar dari berbagai marabahaya, kecelakaan, dan hal-hal tidak diinginkan.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Kesenian Suku Batak - Ulos, Seni Kriya Adiluhung
  • Kesenian Sunda Populer
  • Wayang Prabu, Tokoh Raja-Raja dalam Pewayangan
  • Ragam Kesenian Suku Asmat
  • Tari Topeng: Topeng dan Kebudayaan
  • Mengenal Kesenian Suku Dayak
  • Penjelasan Pengertian Seni Budaya
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA