logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Keluarga    Liburan    Wisata Kampung    Wisata Desa

Ayam Gandu Wisata Desa Terpanas!

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Mengunjungi Kota Magetan Jawa Timur dengan keelokan telaga Sarangannya, serasa kurang lengkap jika tidak mengunjungi berbagai sentra UKM yang juga menjadi wisata andalan Kabupaten Magetan.

Hasil karya dari sentra kerajinan anyaman bambu di desa Ringinagung bahkan telah menembus pasar dunia. Bagi pencinta produk buatan tangan-tangan terampil anak negeri yang berkualitas tinggi, sentra kerajinan kulit akan memanjakan konsumen dengan berbagai jenis tas, jaket dan sepatu kulit berkualitas.

Tidak kalah menariknya dengan hal yang ditawarkan di atas, adalah kesempatan untuk menikmati makanan khas tepatnya makanan ringan khas Kota Magetan. Penggemar makanan ini akan puas dengan kemanjaan yang ditawarkan oleh rasa khas lempeng puli yang gurih dan renyah.

Jenang Candi yang legitnya membuat rindu, serta keunikan rasa jrangking (si kerupuk ketan panggang) yang akan membuat kita serasa tidak bisa berhenti mengunyahnya.

Sentra unik lain yang layak dikunjungi adalah sentra Kormelo, manisan yang terbuat dari kulit jeruk Pamelo yang juga merupakan komoditi unggulan Kabupaten Magetan. 

Setelah terbuai pesona Telaga Sarangan yang eksotik, belanja kerajinan bambu dan kulit yang berkualitas, menikmati berbagai makanan ringan khas Magetan, kota kecil di sudut Jawa Timur ini masih memanjakan pengunjung dengan sebuah wisata desa yang akan melengkapi kenangan mengunjungi kota Magetan. Apakah itu? Menikmati hidangan Ayam Panggang di desa Gandu.

Lokasi dan Sejarah Ayam Panggang Gandu

Lokasi wisata desa ini tidaklah sulit untuk dijangkau. Terletak sekitar 20 km arah timur kota Magetan. Tepatnya 5 km dari terminal Maospati ke arah Kota Ngawi. Anda akan dengan mudah menemukan desa Gandu yang masuk wilayah Kecamatan Karangrejo ini.

Sedangkan sejarah panjang ketenaran ayam panggang ini juga patut diteladani. Bermula dari kerja keras seorang perempuan penjual ayam kampung di pasar desa yang bersuamikan seorang petani kecil. Dengan keadaan seperti itu tentunya kondisi hidupnya bisa ditebak.

Berkat keberanian perempuan yang menjadi istrinya Pak Setu ini akhirnya mencoba mengubah nasib dengan menjadi penjual ayam panggang keliling dari kampung ke kampung dengan sepeda angin.

Ketekunannya selama lima tahun akhirnya membuat ayam panggangnya dikenal kampung sekitar. Seiring itu tetangganya juga sering meminta dimasakkan ayam panggang dan dimakan di tempat. Dari sanalah Bu Setu memutuskan untuk berhenti jualan keliling dan membuka warung di rumahnya.

Dengan tetap menjaga kualitas ayam panggangnya (baik bumbu dan kesegaran ayam kampung) kini setelah hampir 15 tahun, Bu Setu bisa mempekerjakan lebih dari 30 karyawan. Setiap hari rata-rata terjual 250-400 ekor ayam panggang dan akan melonjak berlipat pada saat hari libur.

Keunikan yang Menggoda

Sebagai wisata desa, tentunya kedatangan Anda ke desa Gandu akan disambut dengan nuansa pedesaan yang asri. Alam tradisional terpampang nyata menyambut dengan ramah bersahaja. Pohon bambu masih tampak tumbuh subur di sekitar rumah warga termasuk mereka yang menjual ayam panggang.

Memasuki wilayah ini serasa dibawa pada sebuah dimensi waktu yang damai tak berperi. Apalagi jika Anda datang bersama keluarga.

Kemudian Anda akan dipersilahkan untuk memilih sendiri ayam kampung yang sudah tersedia sesuai selera karena hal ini juga berperngaruh pada harga setiap ayam panggang yang tersaji. Tentunya dengan begitu kesegaran daging ayam bisa dipertanggung jawabkan.

Ketika proses pemotongan ayam, pengunjung juga diperbolehkan untuk menyaksikan dan tentunya yang paling menarik adalah ikut menyaksikan proses pemanggangan yang dilakukan dengan tungku tradisional yang sangat unik. Bau nikmat ayam yang sedang dipanggang akan menjadi sensasi tersendiri bagi setiap pengunjung.

Sambil menunggu ayam tersaji Anda bisa bercengkrama bersama keluarga di balai-balai rumah (serasa di rumah sendiri) dan menikmati angin sepoi-sepoi serta gemerisik daun bambu yang bergesekan indah. Ayam panggang akan segera tersaji ditemani sambel, lalapan dan urap-urap sayur yang menggoda selera.

Nuansa unik ini hanya bisa Anda dapatkan di tempat ini. Kenikmatan yang hanya bisa diungkapkan dengan rasa syukur.

Kembali Anda akan melihat kesuksesan yang telah diraih oleh Bu Setu. Ibu dari empat anak yang sekarang sudah memiliki lebih dari 30 karyawan ini menjadi inspirasi bagi warga sekitar untuk berani membuka usaha serupa.

Mengantarkan desa Gandu yang asri dan bersahaja ini menjadi wisata desa yang terpanas! Mengapa? Sebab kita bisa menikmati langsung ayam panggang yang baru diangkat dari tungku pemanggangan, tentunya dalam kondisi panas luar biasa.

Dan itulah nikmatnya... Jadi, tidak salah jika Anda menyebut bahwa ayam panggang Gandu adalah wisata desa terpanas sepanjang sejarah.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA