logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Liburan & Rekreasi    Tempat Wisata    Artikel Umum Tempat Wisata    Wisata Jogja

Wisata Jogja dengan Aroma Mistis

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Wisata Jogja semakin ramai menggeliat sejak sepuluh tahun belakangan ini. Terlebih dengan keluarnya aturan pemerintah tentang lima hari kerja dan cuti bersama. Kebijakan ini menjadikan jumlah long week end dalam kurun waktu setahun jadi semakin banyak dan bisa dimanfaatkan untuk melakukan liburan keluarga ke luar kota.

Kota-kota yang memenuhi syarat untuk dijadikan kota tujuan wisata biasanya memiliki keistimewaan dan fasilitas yang memadai. Biasanya wisatawan akan mendatangi kota yang memiliki tempat unik, makanan enak, barang khas yang murah, dan sarana akomodasi yang memadai. Sementara untuk wisatawan keluarga, selain hal tersebut juga akan mempertimbangkan sarana rekreasi untuk anak-anak yang tersedia di kota tersebut.

Jogjakarta memiliki tempat-tempat dan makanan unik yang sayang untuk dilewatkan. Beberapa diantaranya sudah sangat popular, namun beberapa lainnya lagi masih belum cukup dikenal. Selama ini wisatawan banyak mendatangi tempat-tempat yang memang sudah sangat terkenal, seperti Malioboro, Kraton, Kaliurang, Pantai Parangtritis, dan beberapa tempat lain lagi. Namun demikian, tidak ada salahnya untuk menikmati kekhasan wisata Jogja lainnya yang unik.

Wisata Jogja - Masangin

Masangin adalah akronim dari masuk di antara dua pohon beringin yang terletak di tengah alun-alun Selatan Jogjakarta. Sekilas terdengar sederhana dan tidak menarik. Tapi tunggu dulu, untuk masuk di antara dua pohon beringin ini mata Anda harus tertutup kain hitam yang bisa disewa di sana. Selanjutnya, Anda harus jalan kaki menuju areal yang berada di antara dua pohon beringin tersebut. Mudah bukan? Namun entah kenapa sebagian besar orang yang mencoba biasanya gagal karena arah jalannya jadi melenceng dengan sendirinya.

Kenapa bisa demikian? Berdasar mitos yang dipercaya, pada zaman dahulu kala alun-alun Selatan dijadikan sebagai tempat “unjuk rasa” rakyat Kasultanan Jogjakarta yang ingin bertemu dengan Sultan. Mereka menjemur dirinya (topo pepe) di tempat ini hingga berhari-hari, sampai Sultan mengundangnya ke Istana untuk menyampaikan apa masalahnya hingga harus topo pepe. Tempat ini diyakini membawa barokah.

Selain cerita tentang topo pepe, masih ada lagi cerita tentang topo bisu yang juga menggunakan kesakralan tempat ini. Topo bisu bisa diartikan dengan berdiam diri, tidak bercakap sepatah katapun. Ritual ini dilakukan pada malam 1 Suro dan melibatkan banyak orang dari berbagai kalangan, mulai dari rakyat jelata hingga petinggi Keraton Jogjakarta. Malam itu mereka yang terlibat dalam ritual ini berjalan kaki mengelilingi beteng Keraton Jogjakarta dengan mengenakan pakaian adat Jawa.

Setelah berjalan kaki sekira lima hingga enam kilometer, peserta ritual ini akhirnya berhenti sejenak di Alun-alun Selatan Jogjakarta untuk berdoa dan ngalap berkah. Setelah cukup berdoa, para peserta ritual secara bergiliran berjalan kaki dengan mata tertutup untuk dapat masuk di antara dua pohon beringin tersebut.

Peserta ritual, terutama Prajurit Keraton merasa wajib untuk melakukan itu, sebab mereka percaya bahwa kedua pohon beringin itu memiliki rajah mistis. Mereka meyakini siapapun yang berhasil masuk berarti bisa menolak bala atau kutukan dari rajah mistis tersebut dan segala permohonannya bakal terkabul.

Untuk dapat masuk diantara pohon beringin, seseorang hanya bisa menggunakan mata hatinya saja. Oleh karena itu, mata ragawinya harus tertutup. Biarkan mata hati yang membimbing, bukan mata ragawi. Bagi orang dengan hati yang lurus dan bersih, biasanya akan sanggup menembus rajah mistis tersebut.

Anda boleh memercayai atau tidak memercayai keyakinan ini. Bagi Anda yang tidak percaya dengan hal-hal yang berbau mistis, Anda tetap bisa mencobanya. Setidaknya, liburan Anda akan semakin semarak ketika Anda dan teman atau saudara Anda berlomba serta berkompetisi untuk bisa masuk di antara pohon beringin ini. Anggap saja ini suatu permainan unik, karenanya Anda bisa mendatangi tempat ini setiap malam.

Setiap malam tempat ini ramai oleh dikunjungi orang dan jadi ikon wisata Jogja yang disukai anak muda. Belasan pedagang makanan dan minuman berjajar rapi di sisi timur dan barat alun-alun Selatan. Untuk mengelilingi tempat ini, Anda bisa menyewa sepeda tandem dan sepeda roda empat yang berhiaskan lampu warna-warni.

Wisata Jogja - Makam Raja Mataram dan Wedhang Uwuh

Makam Imogiri adalah komplek makam raja-raja Mataram dan keluarganya, terletak di perbukitan Imogiri yang disebut dengan Girirejo. Apa yang menarik dari makam tua yang  didirikan oleh Sultan Agung sekitar tahun 1632 – 1640 ini?

Wisata Jogja di komplek makam ini boleh dibilang unik. Selain dikitari oleh pemandangan perbukitan yang indah, tempat ini juga kerap mengadakan acara ritual yang banyak didatangi pengunjung. Diantaranya adalah ritua upacara “Nguras Padasan Kong Enceh” atau tempat wudlu yang dilaksanakan setiap bulan Suro.

Padasan adalah semacam tandon air yang terbuat dari gerabah dengan pancuran di bagian bawahnya, biasanya digunakan untuk berwudlu. Di kompleks ini terdapat enam buah padasan atau biasa juga disebut dengan kong atau enceh. Diluar gerbang Supit Urang diletakkan dua buah padasan, sedangkan empat buah padasan lainnya diletakkan di halaman Kamandhungan.  

Dua buah padasan yang terletak di sisi timur tangga gerbang Sri Manganti I, diberi nama Kyai Mendhung dan Nyai Siyem. Kyai Mendhung merupakan hadiah dari raja Ngerum (Turki) dan  Nyai Siyem merupakan hadiah dari Raja Siyem (Thailand). Sementara di sisi sebelah barat tangga, terdapat dua padasan yang diberinama Kyai Danumaya dan Nyai Danumurti. Konon Kyai Danumaya ini berasal dari Aceh sedangkan Nyai Danumurti berasal dari Palembang.

Semua padasan, kong atau enceh ini diisi setahun sekali yang dilakukan pada bulan Suro. Pengisian air pada padasan, kong atau enceh ini hanya dilakukan pada hari Selasa Kliwon pertama bulan Suro dan hari Jumat Kliwon pertama bulan Suro, pengisian ini dilakukan dengan upacara ritual khusus. Sebelum diisi air, padasan-padasan itu dibersihkan dan dikuras sisa airnya terlebih dahulu.  Air sisa inilah yang jadi rebutan pengunjung karena diyakini membawa berkah.

Selain ritual tersebut, masyarakat dan pengunjung selalu tertarik dengan satu misteri yang ada di makam ini. Misteri itu berkaitan dengan jumlah keseluruhan anak tangga yang biasa digunakan untuk menuju tempat pemakaman Raja-raja Mataram ini. Konon hingga saat ini masih belum ada satu orang pun pengunjung yang sanggup menghitung, berapa jumlah pasti anak-anak tangga tersebut.

Menurut juru kunci dan pemandu yang ada di areal pemakaman ini, jumlah anak tangga ada sebanyak 409 buah. Namun anehnya, pengunjung yang mencoba menghitung sendiri jumlah anak tangga dari yang pertama hingga yang terakhir, hasilnya tidak selalu sama.

Menikmati wisata Jogja di komplek pemakaman ini tidak lengkap tanpa mencicipi wedhang uwuh. Wedhang uwuh adalah minuman khas daerah Imogiri yang berasal dari berbagai bahan berupa akar-akaran, ranting, dan dedaunan yang dicampur jadi satu, hingga menyerupai uwuh (sampah). Bahan-bahan wedhang uwuh ini semuanya memiliki khasiat untuk kesehatan, antara lain:

  • Jahe yang memiliki sifat bersifat antikoagulan, bermanfaat untuk mencegah penyumbatan pembuluh darah, baik untuk mencegah stroke dan serangan jantung. Selain itu, jahe juga sanggup menurunkan kadar kolesterol. Minyak asiri yang terkandung dalam jahe juga bermanfaat untuk memperlancar peredaran darah.
  • Kayu Secang (caesalpinia sappan), merupakan tumbuhan herbal yang biasanya digunakan untuk ramuan pengobatan penyakit sifilis, radang dan batuk darah. Selain itu, tumbuhan ini juga memiliki kemampuan untuk memperlancar peredaran darah, melegakan pernapasan, antikanker, dan antioksidan. Dalam wedhang uwuh, kayu secang inilah yang member efek warna kemerahan.
  • Cengkeh. Cengkeh sudah banyak dikenal memiliki banyak khasiat, diantaranya mampu mengatasi sakit gigi, sinusitis, kembung, mual, muntah, masuk angin, radang lambung, sakit kepala, batuk, terlambat haid, campak, rematik dan lain sebagainya. Selain itu cengkeh juga memiliki sifat kimiawi dan farmakologi yang khas, yakni menghangatkan, memiliki rasa, dan aroma yang tajam.
  • Kayu manis (chinnamoon), selain membuat rasa wedhang uwuh lebih nikmat juga akan meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan antioksidannya cukup tinggi.
  • Pala, selain memiliki aroma yang harum ternyata juga memiliki kandungan flavonoid, saponin dan polifenol yang bermanfaat untuk mengatasi batuk berlendir, kejang otot, mengatasi masalah pencernaan, penghilang rasa nyeri, insomnia, masuk angin, memperlancar buang angin, dan masih banyak lagi.
  • Akar sereh, telah lama dipercaya mampu meluruhkan air seni, keringat, dahak, dan menghangatkan badan.
  • Kapulaga, berkhasiat sebagai obat batuk dan mencegah pengeroposan tulang.
  • Gula Batu sebagai pemanis minuman

Mungkin Anda sudah berkali-kali berwisata ke Jogjakarta, namun agaknya wisata Jogja Anda belum lengkap jika belum mendatangi kedua tempat itu, alun-alun Selatan dan Makam Raja Mataram. Kedua tempat itu memang kurang popular dalam peta wisata Jogja. Padahal lokasi Masangin sendiri terletak di dalam Komplek Keraton Jogjakarta yang sebenarnya mudah diakses. Namun karena jam buka Keraton pada pagi hari hingga siang, sedangkan Masangin baru dimulia pada malam hari, hal itu menyebabkan wisatawan tidak bisa mengakses kedua wisata Jogja ini dalam sekali jalan.

Begitu juga untuk menuju Makam Raja Mataram di Imogiri yang masih memiliki sarana transportasi umum yang minim. Padahal, pemandangan sepanjang jalan ini luar biasa indah dan bisa sekaligus mengakses wisata ke Goa Cerme dan Pantai Parangtritis. Sebenarnya masih banyak tempat dan tradisi yang luput dari peta wisata Jogja, termasuk tradisi penyembelihan Bekakak di Sleman dan Bukit Suroloyo di Kulonprogo.

 

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Pesona Wisata Malang
  • Taman Buah Mekarsari - Wisata Alam Keluarga
  • Taman Matahari - Terkenal setelah Ada Insiden
  • Berkeliling Mengunjungi Tempat Wisata di Bali
  • Ragam Pesona Tempat Wisata di Indonesia
  • Tujuan Wisata Religi dan Sejarah di Semarang
  • Mengintip Objek Wisata Bali dari Dekat
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA