Berbagai Objek Wisata Magelang yang Menarik
Ilustrasi wisata magelang
Magelang adalah sebuah kabupaten yang terletak dekat Yogyakarta. Ada berbagai objek wisata Magelang yang layak dikunjungi. Berwisata ke Magelang berarti bersiap merasakan sejuknya udara dan ramahnya penduduk lokal. Inilah panduan tempat-tempat wisata menarik yang bisa Anda kunjungi di Magelang.
Menikmati Indahnya Alam di Objek Wisata Magelang
Alam Magelang yang tidak jauh dari gunung Merapi sangatlah indah dan sejuk. Bila mengadakan city cruising akan ditemuilah beberapa bangunan rumah kuno dengan arsitektur Belanda. Keindahan Magelang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Mampirlah dan nikmati keindahan alam di beberapa objek wisata berikut ini:
1. Ketep dan Babadan
Sebelum erupsi Merapi terjadi, Ketep yang berada persis di kaki gunung Merapi radius 3 km, adalah salah satu tempat favorit untuk dikunjungi. Keindahan alam yang tiada taranya dapat disaksikan di tempat ini. Walaupun keindahan yang dulu tak tampak, wisata erupsi Merapi mungkin masih bisa menjadi pilihan. Menyaksikan bekas keganasan wedhus gembel dapat membuat kita sadar betapa kecilnya kemampuan manusia dibandingkan kekuatan Tuhan. Sedangkan Babadan adalah tempat pengamatan gunung Merapi. Banyak informasi yang didapatkan dari petugas yang ada di pos tersebut.
2. Curug Silaweh
Curug atau air terjun Silaweh terletak di Kaliangkrek, Magelang. Jalan menuju ke curug ini cukup terjal. Dari arah Magelang ke Kalianggrek jalanan mulus. Tapi memasuki kawasan air terjun yang cukup menguras tenaga. Tapi semua perjuangan itu terbayarkan oleh keindahan dan kesegaran air terjun. Tangga-tangga sudah dibangun, jembatan kecil juga ada. Fasilitas kamar mandi dan toilet juga tersedia. Bebatuan yang lumayan besar menambah keindahan kawasan ini. Retribusi juga terjangkau.
3. Wisata "Ancol"
Magelang juga punya 'Ancol'. Tepatnya di desa Blingo. Ancol adalah hulu selokan mataram. Kawasan aliran sungai yang indah ini sangat romantis dan sejuk. Suara air yang bergemuruh dari dam Selokan Mataram serta aliran air sungai yang deras dengan bebatuan besar menambah suasana romatis tersebut. Tidak ada retribusi khusus di sini. Jadi harap berhati-hati dengan kendaraan Anda.
4. Arung Jeram
Ingin wisata yang lebih menantang, cobalah berarung jeram ria di sepanjang sungai Elo hingga ke Kulon Progo. Fasilitas keamanan cukup terjaga dengan instruktur yang lumayan berpengalaman.
Napak Tilas Sejarah Nusantara di Berbagai Objek Wisata Magelang
Selain memiliki alam yang permai, Magelang juga menyimpan sejarah panjang kebudayaan dan perjuangan nusantara. Mulai dari era kerajaan-kerajaan Hindu - Buddha sampai era perjuangan kemerdekaan. Sisa-sisa sejarah tersebut masih bisa kita nikmati melalui beberapa objek wisata sejarah yang ada di daerah ini, seperti:
1. Candi Borobudur dan Sekitarnya
Candi umat Budha ini merupakan candi yang paling termasyur di Indonesia. Walaupun sekarang candi Borobudur penuh abu vulkanik, animo wisatawan untuk mengunjungi candi mega ini tak pernah luntur. Perjalanan ke candi dari pintu gerbang masuk lumayan jauh ditambah cuaca yang panas. Tapi pemandangan sekitar candi dengan pohon-pohon kelapa dan pepohonan rindang lainnya membuat udara panas itu terselubungi oleh perasaan senang menatap hijaunya kompleks candi. Bila haus tak tertahankan lagi, cobalah membeli air sadapan dari pohon kelapa yang segar.
Kalau masih mempunyai waktu, menginaplah di desa wisata yang ada di sekitar candi Borobudur. Kenyamanan dan keasrian desa wisata akan membuat para pengunjung seolah kembali ke pangkuan alam. Jalan pagi melintasi persawahan dan sungai kecil berair jernih akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Bila ingin sensasi yang lebih, lakukanlah village cruising sambil berada di punggung gajah.
2. Museum Sudirman
Jenderal Sudirman adalah pejuang kemerdekaan Indonesia yang nama besarnya selalu dikenang. Ia dikenal sebagai Panglima Besar dengan strategi gerilyanya dalam melawan penjajah Belanda. Ia pun merupakan seorang ahli strategi perang yang baik, sekaligus pemimpin yang dikagumi dan disegani. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia berhasil memukul mundur pasukan Belanda dan sekutu dari Magelang ke Ambarawa dan Semarang.
Untuk menghargai dan mengenang jasa-jasa Jenderal Sudirman, didirikanlah sebuah museum yang bernama Museum Sudirman pada 18 Mei 1967. Objek wisata Magelang ini didirikan oleh Mayor Jenderal Yasir Hadibroto Pangdam VII Diponegoro. Museum yang terletak di Jalan Ade Irma Suryani nomor C 7 Kota Magelang ini memiliki beragam koleksi menarik. Di dalam bangunan bergaya Eropa seluas 201 m2, tersimpan benda-benda peninggalan Jenderal Sudirman, seperti tempat tidur, meja tempat dimandikannya jenazah Jenderal Sudirman, gambar serta lukisan peninggalan sang Jenderal, serta sebuah ruang tamu.
3. Museum Diponegoro
Salah satu pahlawan nasional yang kisah hidupnya sangat patriotik adalah Pangeran Diponegoro. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai pemimpin yang sangat tegas terhadap penjajah Belanda. Sering kali ia mempersulit Belanda, secara diplomatik maupun secara fisik, sehingga Belanda geram kepadanya. Ia juga yang mencetuskan Perang Diponegoro (1825 - 1830) yang membuat Belanda kewalahan. Masa akhir hidupnya sungguh tragis. Pangeran Diponegoro ditipu dengan alasan diajak berunding, kemudian ia ditangkap di kediamannya, rumah dinas Karesidenan Kedu. Peristiwa ini terjadi pada Oktober 1830.
Lokasi di mana Pangeran Diponegoro ditangkap inilah yang kini dijadikan museum. Ruangan utama dari museum tersebut adalah ruangan di mana terjadi perundingan antara Pangeran Diponegoro dan Belanda, yang berakhir dengan ditangkapnya sang pahlawan. Museum yang terletak di Jalan Diponegoro 1 Magelang ini tidak hanya menyuguhkan ruangan-ruangan bersejarah yang memorial, tetapi juga beragam koleksi peninggalan Pangeran Diponegoro, seperti meja dan kursi yang tergurat kuku Pangeran Diponegoro yang marah, sebuah jubah setinggi 1,57 meter dan lebar 1,35 meter miliknya, 7 buah cangkir miliknya, sebuah balai-balai tempat beribadah, dan sebuah kitab Takrib.
Menggoyang Lidah Saat Melakukan Wisata Magelang
Magelang memiliki beragam kuliner khas yang lezat serta unik. Setelah berkeliling Magelang untuk berjalan-jalan ke objek wisata satu ke objek wisata lainnya, betapa nikmatnya jika Anda segera menyantap ragam kuliner Magelang yang sedap dan belum tentu didapatkan di daerah lain. Beberapa kuliner khas Magelang di antaranya adalah nasi lesah dan kupat tahu khas Magelang.
1. Nasi lesah
Nasi lesah adalah makanan nasi yang dicampur dengan beragam sayur mayur lalu disiram dengan kuah yang terbuat dari campuran santan dan kaldu ayam. Jika ditelaah, kuliner yang satu ini cukup mirip dengan soto. Tak banyak yang tahu mengenai nasi lesah, karena memang makanan ini semakin hari semakin sulit ditemukan. Kini, penjual nasi lesah paling banyak ditemukan di wilayah Desa Tanjungsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.
Menu kuliner ini terdiri dari nasi putih, wortel, irisan kubis, kecambah, dan daun seledri yang dicampurkan dalam satu piring. Selanjutnya kuah santan berkaldu pun disiramkan ke atasnya. Rasa nasi lesah gurih dan sedap, sama sekali tidak eneg meskipun ditambahkan santan. Harga seporsi nasi lesah adalah sekitar Rp6.000, sebuah harga yang layak untuk kuliner yang sedap.
2. Kupat tahu Magelang
Di Magelang, terdapat banyak penjual kupat tahu. Akan tetapi ada sebuah warung yang kupat tahunya terkenal sangat enak. Warung tersebut bernama warung Tahu Pojok. Berdiri sejak tahun 1952, warung ini terletak di Jalan Tentara Pelajar no. 14, Magelang. Perpaduan ketupat, tahu, kol, dan tauge yang disiram kuah bumbu kacang sangat lezat dan siap menggoyang lidah Anda.
Kupat tahu ini paling sedap dimakan bersama kerupuk-kerupuk tradisional. Untuk itu warung Tahu Pojok menyediakan bertoples-toples kerupuk tradisional untuk Anda di warungnya. Untuk minumnya, ada beragam minuman tradisional seperti wedang jahe dan sekoteng yang tak kalah nikmatnya. Harga seporsi kupat tahu di warung ini adalah Rp9.000, sedangkan harga segelas sekotengnya Rp3.000.
Itulah informasi seputar objek-objek wisata Magelang yang layak Anda kunjungi untuk mengisi liburan Anda berikutnya. Selamat berwisata!

