Dunia Kuliner di Wisata Yogyakarta
Wisata Yogyakarta adalah wisata yang unik. Yogyakarta adalah kota gudeg. Benar. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa nama Yogyakarta masih tidak bisa lepas dari makanan manis berbahan dasar nangka muda, santan, gula jawa, dan rerempahan lainnya itu.
Namun cobalah melakukan city cruising di Yogyakarta. Akan terlihatlah betapa beragam dan beraneka warnanya citra rasa tempat makan yang ada di Yogyakarta.
Jalan Kaliurang
Kalau Jalan Malioboro penuh dengan lesehan, itu sudah sangat umum diketahui oleh khalayak pecinta wisata di Indonsia maupun di mancanegara. Tapi kalau Jalan Kaliurang sebagai jalan wisata kuliner? Mungkin baru sekitar 3 tahun ini. Mulailah menyusuri Jalan Kaliurang dari 0 km yang diawali dari traffic lights dekat KFC Sagan hingga traffic lights berikutnya.
Di kiri dan kanan jalan akan terlihatlah warung-warung tenda atau mobil keliling yang menjajakan berbagai jenis makanan, misalnya, sea food, pecel lele, bebakaran, Japanese food, minuman segar dari berbagai daerah, martabak, roti Bandung, gorengan, ayam bakar, Fried Chicken dengan berbagai nama, dan lain-lain.
Lanjutkan perjalanan ke arah Jalan Kaliurang km 5 – km 10. Sepanjang jalan di kiri dan di kanan akan dijumpai aneka restoran dan warung makan kecil dan sedang. Mulai dari rumah makan padang (kecil dan besar), rumah makan khas suatu daerah dengan makanan khasnya, seperti soto, sate Padang, sate Madura, beragam jenis panganan manis, bakso uleg, bakso Cak Narto, dll.
Kafe-Kafe Seturan
Ada beberapa perguruan tinggi dan tempat kursus di daerah Seturan. Hal ini menyebabkan banyaknya tempat kost yang menyebar di seluruh Seturan. Mahasiswa butuh tempat untuk bersosialisasi ataupun berdiskusi.
Wilayah Seturan yang dulu masih banyak sawah dan tanah pekarangan, kini disulap menjadi berbagai jenis kafe dan warung kopi. Tema yang dipilih oleh kafe dan warung kopi tersebut cukup unik dan sangat menarik konsumen terutama dari kalangan mahasiswa. Makanan yang beragam menambah semarak suasana malam kota Yogyakarta.
Sepanjang Selokan Mataram
Selokan Mataram dibenahi sedemikian rupa sehingga membuat kekumuhan yang dulu ada kini berganti dengan keteraturan dan kenyamanan berkendara. Aliran air dari Selokan Mataram memberi inspirasi kepada para pelaku bisnis untuk membuka restoran, warung makan, kafe tenda, lesehan, dan bisnis internet yang digabung dengan bisnis makanan.
Jejamuran
Cuaca dan iklim daerah Yogyakarta yang sangat mendukung pertumbuhan jamur, membuat banyak orang mendirikan restoran dengan menu jamur. Ada bakso jamur di daerah Wirobrajan, restoran jejamuran di Mlati, Sleman, sate jamur dan ragam olahan jamur lainnya yang tersebar di hampir pelosok Yogyakarta.
Kolam Pemancingan
Alam Yogyakarta bagian barat, Moyudan, Godean, Kulon Progo yang masih asri dijadikan tempat pemancingan dan bebakaran. Suasana yang asri di tengah-tengah sawah membuat santapan terasa semakin nikmat.
| Beri rating untuk artikel di atas |








