Kebanggaan Anggota XTC dan Geng Motor Lain
Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki beragam kebudayaan. Tak hanya itu, keberagaman kehidupan sosial di kota ini pun turut mengangkat citra kota Bandung di mata para wisatawan yang hendak berkunjung ke Bandung. Namun, kehidupan multikultural yang dimiliki Bandung tak jarang memunculkan masalah sosial.
Masalah sosial yang muncul di Kota Bandung salah satunya dipicu oleh bermunculannya geng motor, semacam XTC, Brigez, Monraker, dan GRB. Jika tidak ada benturan budaya atau yang lainnya, mungkin kemunculan geng motor ini akan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung. Namun sayang, kehadiran mereka justru malah menciptakan keresahan bagi warga.
Geng Motor yang Semakin Meresahkan
Dahulu, geng motor merupakan perkumpulan pemuda yang memiliki hobi balapan liar di sepanjang jalanan Kota Bandung. Mereka, anggota geng motor, hanya menyalurkan hobi kebut-kebutan di jalanan. Tak ada maksud lain, hanya itu, balapan. Kini, semua seakan berubah 180 derajat anggota geng motor bukan hanya menyalurkan hobi, tetapi memiliki hobi lain yang lebih brutal dan meresahkan.
Ya, anggota geng motor saat ini lebih menyukai peperangan antargeng, menjambret, melawan aparat polisi, bahkan dengan terang-terangan mengakui siap berperang dengan pihak kepolisian. Dan yang lebh parah, mereka bisa saja membunuh orang yang mereka anggap sebagai ancaman.
Apa yang membuat geng motor manjadi seberingas itu? Rasanya kita harus mengetahui juga latar belakang organisasi dan doktrin yang wajib dijalankan oleh semua anggota geng motor yang bersangkutan. Doktrin sebuah geng motor biasanya berupa sebuah sumpah. Ya, sumpah seluruh anggota geng motor sebelum bisa masuk menjadi anggotanya yang harus selalu dijalankan.
Berikut ini adalah tiga sumpah sekaligus doktrin yang biasa ditanamkan saat melakukan perekrutan anggota geng motor sehingga membuat setiap anggotnya merasa perlu bertindak kejam dan brutal..
- Setiap anggota geng motor harus berani melawan polisi berpangkat Komisaris ke bawah.
- Setiap anggota geng motor harus berani melawan orangtuanya sendiri.
- Setiap anggota geng motor harus memiliki nyali baja saat melakukan sebuah tindakan kejahatan.
Tindakan Tegas dari Pihak Kepolisian
Untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan geng motor yang semakin meresahkan warga ini, polisi tak tinggal diam. Bahkan setiap akhir pekan polisi sering merazia tempat-tempat yang dianggap sebagai sarang berkumpulnya geng motor. Sebut saja di kawasan Cihampelas, Bandung. Polisi sudah beberapa kali melakukan penangkapan secara besar-besaran anggota geng motor di kawasan itu, namun tetap saja geng motor tidak bergeming.
Bahkan, adanya perintah kepada seluruh anggota kepolisisan untuk melakukan tembak di tempat pada anggota geng motor yang berbuat kejahatan, sama sekali tak membuat geng motor gentar. Tertangkap polisi dan masuk penjara akan semakin melambungka nama mereka di mata anggota yang lain dan tentu saja membuat mereka semakin bangga.






