Adam Ada pada Zaman Pra Sejarah?
Kadang kita dibingungkan dengan perbedaan antara agama dan teori arkeologi modern. Menurut agama, Adam adalah manusia pertama. Kalau kita mempercayai hal ini, manusia baru berumur 8000 tahun. Padahal, seperti yang kita ketahui, sudah banyak penemuan yang menunjukkan bahwa manusia purba sudah ada di dunia sejak ratusan ribu tahun lalu.
Pithecanthropus erectus, misalnya. Manusia purba ini hidup pada zaman pleistosin, kira-kira 300.000 hingga 500.000 tahun lalu. Lalu, mana yang benar? Benarkah Adam ada di zaman prasejarah?
Keraguan tentang Teori Evolusi
Kita harus menelusuri lagi teori evolusi. Secara umum, teori evolusi menyatakan bahwa manusia dan kera berasal dari satu makhluk induk yang sama. Makhluk induk inilah yang dicari-cari dari dahulu sampai sekarang. Sayang, hingga sekarang makhluk induk tersebut belum ditemukan.
Para peneliti hanya bisa merinci bahwa manusia modern berasal dari manusia purba; dan manusia purba berasal dari manusia kera. Perlu dicatat bahwa manusia kera berbeda dengan kera.
Bagi kaum sekular, penemuan fosil manusia purba dan manusia kera menunjukkan bahwa agama melakukan penyimpangan sejarah. Bahkan, ada yang berkata bahwa kita harus mulai menyadari. Adam dan Hawa sebenarnya adalah makhluk berbulu; bukan manusia seperti manusia modern.
Sayang, kaum sekular ini tidak bisa membuktikan kebenaran teorinya tersebut. Fosil manusia purba dan manusia kera yang ditemukan para peneliti bisa saja bukan fosil manusia. Bisa saja fosil itu adalah fosil manusia yang memiliki bentuk tubuh yang unik atau bahkan mungkin cacat.
Bisa jadi pula fosil itu adalah hasil rekayasa para peneliti demi mengklaim bahwa Adam bukan manusia pertama.
Ada Seratus Ribu Adam
Yang menarik, dalam sufi, salah satu cabang esoteris Islam, terdapat sebuah penemuan menarik. Seorang sufi, Ibnu Arabi, pernah menulis buku Futuhat Al Makiyya. Dalam buku tersebut, Ibnu Arabi menjelaskan pengalamannya.
Dalam perjalanannya mengelilingi Kabah, Ibnu Arabi diberitahu bahwa terdapat sabda Nabi Muhammad SAW. yang menyatakan bahwa Tuhan telah menjadikan tidak kurang dari seratus ribu Adam. Jadi, minimal umur manusia modern adalah 800.000 tahun.
Peradaban Prasejarah yang Hancur
Kalau kita merunut pernyataan ini, kita bisa berkesimpulan bahwa manusia modern tidak perlu berasal dari manusia purba atau manusia kera. Manusia modern memang demikian adanya. Bahkan, pada masa lalu, sudah ada penemuan-penemuan yang tak kalah modern daripada penemuan saat ini. Masalahnya, peradaban manusia-manusia tersebut dihancurkan oleh alam.
Kita tentu ingat bahwa cerita banjir di dunia ada di seluruh dunia. Bukan tidak mungkin kelak kita juga dihancurkan oleh alam. Lalu, beberapa anak dari generasi kita, yang tidak mempunyai kemampuan menciptakan pengetahuan, memulai lagi peradaban mereka sejak dari nol.
| Beri rating untuk artikel di atas |








