logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Dunia    Artikel Umum Dunia    Zaman Sejarah

Penentuan Zaman Sejarah serta Penulisannya

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Apa yang terlintas di benak kita ketika mendengar kata sejarah? Barangkali sebuah masa lampau yang jaraknya sangat jauh dengan kehidupan kita sekarang. Kita dapat mengetahui masa lampau (sejarah) dengan membaca naskah-naskah atau buku-buku yang mengulas kehidupan manusia dari zaman ke zaman.

Tulisan, sebagai ciri dari suatu kebudayaan biasanya ditetapkan sebagai zaman sejarah. Sedangkan pra-sejarah adalah masa ketika manusia belum mengenal tulisan. Dengan tulisan, para ahli sejarah biasanya dapat menentukan abad ke berapa tulisan itu dibuat, zaman kerajaan siapa, atau apa yang sedang berlangsung saat itu.

Tulisan-tulisan tersebut biasanya diperoleh dari naskah-naskah kuno, prasasti, makam, maupun candi-candi. Lalu apa yang dimaksud sejarah itu sendiri?.

Para ahli sejarah memberikan definisi tentang sejarah menurut berbagai sudut pandang dan cenderung berdasarkan keahlian mereka dalam bidang sejarah tertentu. Di antara para ahli itu, yang relatif memberikan definisi lebih menyeluruh akan makna sejarah, ialah W. Bauer.

Menurutnya, sejarah adalah salah satu ilmu pengetahuan yang berusaha melukiskan dan menjelaskan fenomena kehidupan sepanjang terjadinya perubahan karena adanya hubungan antara manusia terhadap masyarakatnya.

Melihat dampaknya pada masa-masa berikutnya atau yang berhubungan dengan kualitas mereka yang khas dan berkonsentrasi pada perubahan-perubahan yang temporer dan di dalam hubungan terhadap yang tidak dapat diproduksikan kembali.

Sejarah merupakan “pengetahuan tentang peristiwa masa lalu umat manusia, di dalam perubahan-perubahannya yang unik, dan peristiwa itu berdampak pada masa-masa sesudahnya”. Jadi kekhasan masa lalu itu dapat diinterpretasikan karena dipandang memberikan pengaruh unik pada masa kini dan masa mendatang.  

Dalam pengertiannya secara konvensional, sejarah adalah cerita (narrative) tentang peristiwa di masa lalu. Di dalam cerita semacam ini terungkap fakta mengenai apa, siapa, kapan, di mana, dan bagaimana sesuatu telah terjadi.

Sejarah naratif ini mudah didapatkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya yang diungkapkan juru kunci tempat-tempat bersejarah, para Abdi Dalem Kraton, atau para penceramah agama yang mengkisahkan contoh-contoh keteladanan para tokoh agama.

Model pengkisahan sejarah seperti itu lebih menekankan pada kemampuan penggunaan gaya bahasa yang menarik dan memikat perhatian pembaca atau pendengar. Sejarah naratif bisa dihasilkan oleh penulis bukan ahli sejarah, dan juga bisa ditulis tanpa memakai teori dan metodologi.

Berbeda dengan sejarah naratif di atas, ialah apa yang disebut “sejarah analitis (kritis)”. Pendekatan sejarah seperti ini ditunjukkan di dalam penulisan masa lampau itu tidak semata-mata bermaksud menceritakan kejadian, tetapi juga menerangkan kejadian-kejadian itu dengan mengkaji kausalitasnya (sebab-akibat), lalu dianalisis secara mendalam.

Oleh karena itu, untuk penulisan sejarah secara analititis ini diperlukan alat-alat bantu, yakni secara metodologis dibutuhkan pendekatan tertentu, yang biasanya dipinjam dari ilmu-ilmu sosial yang dibutuhkan untuk memudahkan analisis itu.

Pendekatan sejarah sudah barang tentu akan meneropong segala sesuatu dalam kelampauannya. Oleh karena gejala historis itu sangat kompleks, maka setiap penggambaran atau deskripsi terhadap peristiwa tertentu hendaknya mencerminkan sesuatu proses yang diungkapkan berdasarkan fakta-fakta tentang apa, siapa, kapan, di mana, dan sebagainya.

Apabila penggambarannya itu bermaksud menulis sejarah naratif, maka jelas pembuatan kisah sejarah memakai seleksi berdasarkan cammon sense dan tidak membutuhkan teori atau konsep-konsep ilmu lain. Sebaliknya, penggambaran yang bersifat analitis menuntut alat-alat analitis sejak awal penulisannya, atau cara penyusunan ceritanya berpusat pada masalah (problem-oriented).

Pengkajian sesuatu masalah berdasarkan pendekatan sejarah akan menghasilkan karya sejarah dalam dua sifat serta pengertiannya yang berbeda. Pertama,  sejarah dalam arti subjektif, yaitu memperlihatkan cerita sejarah, pengetahuan sejarah dan gambaran sejarah, yang kesemuanya memuat unsur-unsur dan isi subjek (pengarang atau penulis).

Jadi pengetahuan maupun penggambaran sejarah adalah hasil rekonstruksi penulis, sehingga di dalamnya termuat sifat, gaya bahasa dan struktur pemikirannya. Kedua, sejarah dalam arti objektif, yaitu merujuk kepada kejadian atau peristiwa itu sendiri, dan proses sejarah digambarkan dalam aktulitasnya.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Bahan Pengawet Minuman Buatan, Aman atau Berbahaya?
  • Adam Ada pada Zaman Pra Sejarah?
  • Negara-Negara Berkembang di Eropa
  • Negara Eropa Timur: Dulu, Identik dengan Komunis
  • Jilbab Paris, Jilbabnya Wanita Eropa?
  • Militer Cina: Overrated Macan Ekonomi Baru
  • Kisah Perang Eropa dan Perang Terkenal Lainnya
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA