Zat Aditif pada Makanan dan Bahayanya bagi Kesehatan
Zat aditif. Kita sering mendengar kata tersebut. Apakah sebenarnya zat aditif? Zat Aditif adalah bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan untuk pengawet, perasa, maupun mempercantik fisik makanan tersebut. Ada zat aditif yang tergolong aman dan tidak aman. Meskipun demikian, zat aditif pada makanan tetap mengandung risiko.
Pengaruh Zat Aditif
Satu dari 8 hingga 12.000 bayi terlahir tanpa kemampuan metabolisme fenilalanin. Fenilalanin adalah asam amino esensial yang terdapat dalam protein dan salah satu asam amino dalam aspartam. Bayi yang menderita fenilketonuria harus mengontrol asupan protein sepanjang hidupnya.
Fenilalanin berlebihan pada darah dapat mengakibatkan keterbelakangan mental. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara aspartam dan perubahan fungsi otak. Efek berupa pusing, sakit kepala, epilepsi, dan gangguan menstruasi, pernah dilaporkan karena penggunaan aspartam.
Macam Zat Aditif
Berikut ini daftar zat aditif yang sebaiknya dikurangi dari konsumsi Anda sehari-hari.
- Sodium Nitrat
Sodium nitrat digunakan untuk pengawet, pewarna, dan perasa yang biasa ditambahkan di daging kornet, ikan asap, hot dog, dan sejenisnya. Sodium nitrat menyebabkan kanker.
- BHA dan BHT
Butylated hydroxyanisole dan butylated hydrozyttoluene adalah pengawet makanan kering, seperti sereal, permen karet, dan potato chip. BHA dan BHT termasuk oksidan yang berpotensi menyebabkan kanker.
- Propil Gallat
Digunakan dalam produk daging olahan, sup ayam instan, dan permen karet. Propil gallat menyebabkan kanker.
- Monosodium Glutamat (MSG)
MSG adalah asam amino yang ditambahkan sebagai penguat rasa pada sup, bumbu salad, keripik, dan lain-lain. MSG dapat mengakibatkan sakit kepala, mual, dan kerusakan sel saraf.
- Aspartam
Adalah pemanis buatan yang banyak ditemukan di makanan atau minuman berkalori rendah, seperti soft drink, minuman rasa buah-buahan. Aspartam berhubungan dengan gangguan saraf, seperti pusing, halusinasi, dan kanker.
- Acesulfame-K
Adalah pemanis buatan yang tergolong baru. Acesulfame-K digunakan pada produk yang dipanggang, permen karet, dan produk berbahan gelatin. Penelitian menunjukkan zat ini mengakibatkan kanker pada tikus.
- Pewarna Makanan: Blue 1, 2; Red 3; Green 3; Yellow 6
Blue 1 dan 2 terdapat pada permen, snack, dan makanan hewan. Blue 1 dan 2 terbukti menyebabkan kanker pada tikus. Red 3 digunakan untuk pewarna cocktail, permen, dan lain-lain. Red 3 menyebabkan tumor tiroid pada tikus.
Green 3 terbukti berhubungan dengan kanker kandung kemih. Ditemukan pada permen dan minuman. Yellow 6 banyak digunakan dalam minuman, sosis, gelatin, permen, dan sebagainya. Yellow 6 menyebabkan tumor pada kelenjar adrenal dan ginjal.
- Potassium Bromat
Potassium bromat banyak digunakan untuk meningkatkan volume pada tepung dan roti. Zat ini menyebabkan kanker pada hewan.
- Sodium Klorida
Sodium klorida atau sering disebut garam dapat membuat makanan terasa lezat. Namun, terlalu banyak mengonsumsi garam menyebabkan tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal.
Sebaiknya, Anda membatasi konsumsi makanan tertentu yang mengandung zat aditif. Langkah sederhana ini merupakan investasi bagi kesehatan Anda. Terlebih lagi, untuk ibu hamil. Konsumsi makanan yang sehat menentukan kesehatan janin dalam kandungan. Nah, mari kita mulai hidup sehat sekarang juga!






