logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Ilmu Gizi dan Kesehatan    Zat Zat Makanan

Zat Berkedok Zat-Zat Makanan yang Membahayakan

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Zat-zat makanan seharusnya menjadi elemen paling penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tubuh manusia. Peranan zat-zat makanan tersebut penting untuk menjaga kesehatan yang memang diperlukan oleh tubuh manusia. Lalu, bagaimana jika zat-zat makanan yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh justru mengalami "kelainan" dan cenderung membahayakan?

Fenomena Zat-zat Makanan dalam Makanan

Makanan merupakan salah satu kebutuhan terpenting yang wajib bagi manusia. Tentu saja, mengingat makanan merupakan hal yang berpengaruh terhadap banyak hal, terutama masalah kesehatan. Hal paling penting dari sebuah makanan adalah zat-zat makanan itu sendiri. Permasalahan yang kemudian muncul adalah, bagaimana jika zat-zat makanan yang sejatinya berperan untuk menyehatkan tubuh justru malah menjadi sumber penyakit?

Kandungan berbagai zat-zat makanan yang terdapat dalam makanan bisa jedi merupakan sebuah fenomena tersendiri. Di sisi lain, zat makanan tersebut baik untuk kesehatan, sementara di sisi lain, jika tidak berhati-hati, justru akan berbahaya bagi tubuh.

Kadar pentingnya sebuah makanan memang tidak bisa digantikan oleh apapun. Berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan terhadap makanan pun dilakukan. Tidak mengherankan bila makanan pada akhirnya juga menjadi bisnis yang tidak mengenal musim.

Selama tetap inovatif dalam menyajikan berbagai menu, bisnis kuliner pasti akan tetap berjalan. Masalahnya adalah, ketika sebuah bisnis kuliner tersebut mulai berjalan dengan baik, kualitas pun cenderung menurun. Penggunaan zat-zat makanan bersifat tambahan yang sangat tidak baik bagi tubuh pun mulai terjamah.

Meskipun tidak semua, harus diakui bahwa penggunaan zat-zat makanan tambahan dalam bisnis kuliner memang ada. Hal ini sudah seperti rahasia umum di kalangan masyarakat. Mereka mengetahuinya tapi lantas terkesan tidak peduli dan kembali melanjutkan makan.

Jika dikonsumsi dalam batas wajar, zat-zat makanan yang berperan sebagai penambah kenikmatan memang tidak menjadi masalah. Tapi, sayangnya, penggunaan zat-zat makanan cukup digemari karena memberikan sensasi rasa yang berbeda pada setiap masakan. Sehingga kontrol penggunaannya pun melebihi batas.

Makanan yang terlihat menarik dan sepertinya enak dimakan belum tentu aman. Orang-orang yang tidak bertanggung-jawab seringkali menambahkan zat-zat makanan tertentu untuk membuat kue atau penganan lainnya menarik, tahan lama dan terasa lebih enak.

Sensasi rasa seperti itulah yang membuat penggunaan zat-zat makanan menjadi cukup marak. Untuk menghindari hal tersebut, meminimalisir jajan di sembarang tempat adalah upaya yang bisa Anda tempuh. Memasak makanan sendiri rasanya jauh lebih aman.

Zat-zat Makanan Berbahaya Bagi Tubuh

Informasi mengenai zat-zat makanan berbahaya sudah sangat mudah didapat. Dari koran, televisi atau internet. Sebagai seorang ibu rumah tangga yang bijak, tidak ada salahnya jika Anda melengkapi pengetahuan Anda dengan informasi seperti itu. Toh, hal tersebut justru akan membawa dampak yang baik untuk keluarga bukan?

Lalu, zat-zat makanan apa saja yang sekiranya cukup berbahaya bagi tubuh? Berikut ini adalah zat-zat makanan yang bisa menyebabkan hadirnya penyakit dalam tubuh.

1. Zat-zat Makanan Berbahaya - Boraks

Boraks sama sekali bukan termasuk dalam kategori zat-zat makanan. Sejatinya, boraks digunakan untuk mengawetkan mayat. Penggunaan boraks sebagai bahan tambahan makanan sudah jelas sangat berbahaya bagi kesehatan. Tapi, sayangnya, penggunaan bahan berbahaya tersebut masih tetap marak.

Boraks sebenarnya tidak layak disebut sebagai salah satu zat dari zat-zat makanan.  Zat yang berfungsi untuk mengawetkan mayat ini berwujud kristal putih, dan tidak berbau. Jika dilarutkan dalam air, boraks akan menjadi Natrium Hidroksida dan Asam Borat (H3BO3). Boraks juga merupakan salah satu bahan untuk membuat detergen. Selain bersifat antiseptik, boraks juga dapat memperkecil tingkat kesadahan air.

Apabila boraks termakan akan menimbulkan nyeri hebat di perut bagian atas, mual-mual, pendarahan di lambung yang diikuti muntah darah dan diare. Badan akan menjadi lemah, demam, sakit kepala dan menimbulkan rasa kantuk. Terkadang boraks kita temukan pada mie basah, bakso, kerupuk serta aneka jajanan. Sebagian besar, masyarakat hingga kini masih beranggapan bahwa boraks merupakan salah satu dari zat-zat makanan yang umum digunakan.

Mie basah yang mengandung boraks umumnya lebih kenyal, mengkilat, tidak lengket dan juga tidak putus. Begitu juga dengan bakso, teksturnya sangat kenyal dibandingkan bakso daging biasa dan warnanya lebih putih. Lontong dan kerupuk yang mengandung boraks juga terasa kenyal, dan agak getir ketika dimakan. Waspadai keberadaan zat yang menyamar sebagai salah satu dari zat-zat makanan ini.

2. Zat-zat Makanan Berbahaya - Formalin

Lagi-lagi, zat yang satu ini sama sekali bukan tergolong sebagai bagian dari zat-zat makanan. Formalin merupakan nama lain untuk formaldehid. Wujudnya berupa larutan yang tidak berwarna dan berbau tajam. Formalin sering digunakan untuk perekat pada industri kayu lapis, juga disinfektan alat-alat kesehatan. Formalin juga digunakan untuk mengawetkan mayat di rumah sakit.

Cairan formalin yang langsung terkena tubuh akan menimbulkan luka bakar, alergi, kerusakan pada organ pernapasan dan alat pencernaan, bahkan menyebabkan kematian. Sayangnya, tidak banyak orang tahu bahaya penggunaan formalin sehingga menggunakan formalin pada bakso, tahu, mie basah, ayam, ikan dan hewan-hewan laut lainnya agar lebih tahan lama. Jika sudah demikian, apakah pantas jika formalin dimasukkan ke dalam kategori zat-zat makanan? Rasanya tidak.

Penggunaan formalin menyebabkan mie basah, bakso, tahu, ikan dan ayam tahan sampai dua hari lebih pada suhu kamar (25oC) atau dua minggu jika disimpan dalam lemari es. Bahan-bahan makanan yang diawetkan dengan formalin juga sering menyebarkan bau menyengat khas formalin. Berhati-hati pada zat yang sama sekali bukan bagian dari zat-zat makanan ini.

3. Zat-zat Makanan Berbahaya - Methanil Yellow

Methanil yellow merupakan zat warna buatan yang akan memberikan warna kuning pada makanan. Zat warna ini juga kerapkali disalahartikan sebagai salah satu bagian dari zat-zat makanan. Wujudnya serbuk padat kuning kecokelatan. Methanil yellow sebenarnya pewarna untuk tekstil dan cat. Namun, sebagian orang menggunakannya untuk mie basah, kerupuk, dan berbagai macam kue.

Methanil yellow yang digunakan pada makanan dapat menyebabkan kanker. Terutama pada orang yang sering mengkonsumsinya. Juga akan menimbulkan permasalahan pada pencernaan. "Zat-zat makanan" ini benar-benar berbahaya bukan?

Jika serbuk methanil yellow-nya tertelan akan menimbulkan rasa mual, sakit perut, muntah, diare, serta rasa panas. Maka dari itu Anda sebaiknya menghindari makanan yang berwarna kuning-kuning menyolok atau titik-titik warna kuning yang tidak merata atau homogen. Jika ada yang mengatakan bahwa methanil yellow adalah salah satu dari zat-zat makanan, maka orang itu salah besar!

4. Zat-zat Makanan Berbahaya - Rhodamin B

Rhodamin B juga zat warna buatan yang akan memberikan warna merah. Wujudnya serbuk kristal berwarna merah keunguan. Jika Rhodamin B dilarutkan dalam air maka akan menghasilkan larutan merah terang. Biasanya digunakan untuk tekstil atau kertas dan dilarang keras mencampurnya dalam makanan.  Larangan tersebut sangat jelas menunjukkan bahwa zat pewarna ini bukan merupakan zat-zat makanan yang pantas digunakan.

Rhodamin B disalahgunakan oleh sebagian orang untuk mewarnai kerupuk, terasi dan aneka kue. Padahal zat ini apabila termakan akan menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan dan pencernaan, dan dapat menimbulkan kanker hati. Jika zat ini memang benar merupakan salah satu bagian dari zat-zat makanan, maka tidak mungkin  zat tersebut akan membahayakan.

Orang yang mengonsumsi rhodamin B juga akan mengeluarkan urin yang berwarna merah atau merah muda. Maka dari itu, jika Anda menemukan makanan dengan warna merah menyolok atau warna merah yang tidak homogen. Akan sangat baik jika "zat-zat makanan" ini dihindari.

Dari penjelasan di atas, boraks, formalin, methanil yellow dan rhodamin B sebenarnya bukan zat-zat makanan, namun disalahgunakan untuk makanan. Menggunakan pewarna alami seperti daun pandan untuk warna hijau, kunyit yang memberikan warna kuning, buah coklat untuk warna coklat serta wortel untuk warna orange harus diutamakan karena terbukti lebih aman dan menyehatkan.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Ragam Zat Adiktif Makanan
  • Tahap Pemberian Makanan Pendamping ASI
  • Kandungan Putih Telur Bermanfaat untuk Kesehatan dan Kecantikan
  • Memburu Label Makanan Halal
  • 10 Bahan Kimia Makanan Berbahaya
  • Menjaga Kesehatan dengan Mengatur Kalori Makanan
  • Polemik Indomie, Zat Kimia pada Makanan, dan Solusinya
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA